
Mama pun juga ikut tersenyum dan merasa geli ketika Ayu menceritakan apa yang telah terjadi di dapur itu tadi. Namun seketika Mama tersadar dan mengingat kembali momen ketika Ayu tengah mengandung Sabrina dan di saat ia akan melahirkan. Mama bercampur senang mendengar keharmonisan rumah tangga anaknya, dan juga merasa sedih apabila mengingat ketika Ayu penuh perjuangan mengandung Sabrina dan melahirkan Putri kecilnya itu.
Secara tiba-tiba mama mertua memeluk Ayu dan mengatakan kepada Ayu, untuk tetap selalu menjaga keharmonisan rumah tangga mereka walau apapun yang terjadi. Ayu terdiam dan mengatakan kepada mertuanya agar tidak terlalu khawatir memikirkan kondisi mereka, karena saat ini yang ada di pikiran Ayu ialah Mama mertuanya lah yang perlu menjaga hati dan perasaannya agar tetap selalu bahagia bersama mereka.
Ayu tersenyum memiliki keluarga kecil seperti saat ini, walau tak lengkap tapi semua orang saling melengkapi. Ayu ikut keluar bersama mama mertuanya, bergabung dengan kerabat yang lainnya. Mereka semua duduk kumpul bersama menikmati makanan dan bercerita disana. Siang itu Ayu sangat lelah sekali dan ia masuk ke dalam kamarnya, kepala wanita itu sedang pusing namun Dion belum juga kembali bersama Sabrina putri mereka.
Ayu pun membaringkan diri ke atas kasur dan mencoba memejamkan matanya sejenak, ia tak mengerti dengan dirinya yang sekarang tengah terjadi padanya. Beberapa saat kemudian Ayu pun melayang dan terlelap dalam mimpi, sampai Dion dan Sabrina datang melihat kondisi Ayu. Mamanya mengatakan kalau Ayu masuk ke kamar untuk beristirahat karena kepalanya sedikit pusing.
Hari sudah sore, tadinya mereka berencana akan berangkat pulang malam hari, Dion mengurungkan rencana itu, dan menunggu keesokan harinya untuk pulang ke Jakarta lagi. Dion sedikit khawatir melihat kondisi Ayu yang mungkin kelelahan pikirnya, jadi memutuskan keesokan paginya sekitar pukul 09:30 mereka akan bergerak untuk kembali ke Jakarta.
****
__ADS_1
Bagas di Jakarta...
Pria ini uring-uringan, karena tak ada kabar dari Ayu sudah beberapa hari. Bahkan Bagas selalu melihat ke sekolah dan ke rumah mereka untuk sekedar melihat dari jauh, tapi sudah 2 hari Bagas tidak melihatnya. Di rumah, Bagas selalu suka marah dengan mamanya dan beberapa hari ini ia mengungkit kejadian, yang telah lalu menyalahkan mamanya sendiri.
Ia mengatakan semua yang terjadi padanya saat ini adalah kesalahan mamanya dan ia sangat menyesal telah mendengar semua perkataan mamanya tersebut. Wenny mamanya Bagas merasa sedih mendengar anaknya menyalahkan dirinya, sekarang Bagas telah berubah dan sedikit tidak memperdulikan mamanya saat ini.
Dalam keadaan ini Dina pun mengambil kesempatan untuk menarik perhatian Bagas dan memiliki hatinya kembali. Dina ingin bisa dapat masuk ke dalam hati Bagas seperti dahulu dan membuat pria itu bucin kepadanya. Dina menggunakan segala cara agar pria itu dapat menjadi miliknya saat ini, dan Dina tidak perduli kalau Bagas tak dapat memiliki keturunan dengannya nanti, sebab Dina hanya ingin hidup layak dan tenang saja.
Kebetulan Boby yang tajir mengajaknya menikah dan memiliki anak lelaki darinya, apa bila anaknya ternyata laki-laki, Boby akan memberinya rumah dan beberapa aset lainnya kepada Donita. Sehingga membuat Donita menyetujuinya dan keluar dari pekerjaannya di club' tersebut. Sudah lama ia ingin keluar dari sana dan mencari pekerjaan yang lebih baik, tapi belum dapat juga dan banyak kendala. Sedangkan Ferdy yang menjadi bos di perusahaannya tak mau membawa Donita masuk bekerja di kantor miliknya.
Donita pun akhirnya lebih memilih pergi dari Ferdy kakaknya Bagas saat ini, setelah tahu Boby dapat menjamin hidupnya ke depan nanti. Pertemuan antara Donita dan Ferdy kemarin membuat Ferdy semakin marah, karena setelah Ferdy menceraikan Yeni, Donita baru memberi tahu kalau dirinya sudah tak ingin bersama Ferdy lagi. Donita terus terang mengatakan telah menikah dengan pria yang lebih tajir dan lebih tampan dibanding dirinya.
__ADS_1
Ferdy menjadi semakin frustasi, sudah bercerai, di tolak dan kini perusahaan hancur karena terlalu banyak hutang dimana-mana. Akhirnya perusahaannya Ferdy pun di jual, Bagas yang mengetahuinya segera membeli kantor itu dan membeli saham milik Ferdy menjadi miliknya.
Ferdy terkejut saat mengetahui Bagas yang akan membeli perusahaan miliknya saat ini. Cita-cita Bagas memang ingin mengambil kembali perusahaan milik Papanya itu, dan dapat memajukan serta mengembangkan perusahaannya berjaya seperti ketika bapaknya dulu menjabat menjadi atasan di perusahaan tersebut.
Kali ini Ferdi tidak dapat mengatakan apapun di depan adik tirinya itu, ia hanya bisa pasrah menyerahkan gedung perusahaan yang memang seharusnya menjadi milik Bagas dari dulu. hidup versi kini luntang-lantung tak tahu arah, rumahnya pun sudah di sita oleh bank karena memiliki hutang begitu banyak di sana. Sedangkan Yeni dan anaknya kembali ke rumah kedua orang tuanya yang ada di Denpasar.
Kini Ferdi benar-benar sendirian tak ada istri bahkan anaknya juga tidak bersamanya, semua itu sebab dari dirinya sendiri yang terlalu tamak dan juga mengkhianati pernikahannya. Bagas tidak memperdulikan kondisi dan keadaan Kakak tirinya tersebut, bahkan Wenny Mamanya juga tidak mengetahui kondisi Ferdy saat ini.
Bagas dengan sengaja tidak memberitahu kepada mamanya tentang Ferdi, karena memanah sempat trauma mendengar nama Ferdi di telinganya. Dulu Yeni dan Ferdi pernah menyiksa dirinya dan menguncinya tidak memberi makan dan minuman selama berhari-hari, sehingga membuat wanita paruh baya itu benar-benar trauma dan shock mentalnya.
Sedangkan Bagas perlu mengobati mamanya sampai berbulan untuk dapat bisa normal kembali, kondisi mamanya saat dulu Bagas temukan sungguh menyayat hati pria tersebut. karena kondisinya itu membuat Bagas menjadi sangat dendam kepada Ferdi dan juga Yeni. Sampai-sampai Bagas berjanji dalam hatinya akan membalas semuanya yang telah mereka lakukan kepada mamanya.
__ADS_1
Bagas pun sudah menyusun rencana untuk membuka kembali perusahaannya tersebut, namun ia menutup untuk sementara mengumpulkan modal dan mencari investasi di luar sana agar dapat menjalankan perusahaannya kembali. Bagas pun mulai memutar otaknya dan mencari perusahaan lain yang ingin bekerjasama dan memberi investasinya untuk dapat menjalankan perusahaan seperti dahulu. Untuk sementara waktu gedung itu harus dikunci dan seluruh karyawan harus di rumah makan di rumah mereka masing-masing. Bagas juga sudah memberi informasi kepada mereka apabila perusahaan itu jalan kembali mereka akan ditarik untuk bekerja di dalam kantor tersebut.