Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 40


__ADS_3

Dalam perjalanan Dion terus memikirkan kedua orang tuanya dan juga istri serta anaknya yang sudah dua hari ia tinggal. Tetapi ia lebih sangat mengkhawatirkan papanya yang sekarang sudah sering keluar masuk rumah sakit saat ini. Bahkan kesadaran papa sering menurun, ingatannya juga sudah mulai berkurang. Dion pun mewanti-wanti kesehatan mamanya yang memang sudah lanjut usia, dan semua Dion upayakan agar tetap bisa sering berkumpul dengan mereka. Setiap weekend mereka sekeluarga pasti mengunjungi orang tua dan mengajak Sabrina bermain dengan mereka, Dion ingin mereka dapat menikmati waktu lansia dengan bahagia bersama cucu ke sayangannya.


****


Pagi ini Dion telah sampai ke rumah sakit, dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Papa ya pun sudah sadar baru tadi pagi, dan dokter telah memeriksa kondisi papa yang baru sadarkan diri. Dion sangat prihatin tentang papanya, untuk berbicara saja sangat sulit dan harus perlahan. Selang pernafasan belum di buka karena masih belum normal untuk bernafas.


Dalam perjalanan Ayu dan Sabrina menuju ke sekolah, Ayu pun mencoba bertanya kepada Sabrina tentang pria yang mengantarnya pulang ke rumah semalam yaitu Bagas. ayo bertanya apakah mereka pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu bersama sebelum pulang ke rumah.


Sabrina pun mulai bercerita kepada Ayu dan mengatakan bahwa yang ia ketahui Bagas adalah teman Ayu sejak dulu dan Sabrina juga mengatakan bahwa mereka makan es krim sebelum pulang ke rumah. dengan polosnya Sabrina mengatakan bahwa Bagas tak ingin Ayu mengetahui semua kegiatan mereka semalam, dan Bagas ingin hanya mereka berdua saja yang tahu tanpa perlu mengatakan apapun kepada mamanya Sabrina.


Dari perkataan putrinya Ayu merasa lebih khawatir lagi karena Bagas sangat mencurigakan dan mengajarkan anaknya untuk tidak mengatakan apapun kepada dirinya. kali ini Ayu akan berterus terang kepada Dion dan mengatakan bahwa Bagas telah menemui Sabrina dan menceritakan semuanya agar dia mengetahui dan dapat melakukan sesuatu kepada Bagas. Ayu berencana akan mengatakannya malam ini setelah Dion pulang ke rumah dan beristirahat atau hanya untuk sekedar makan siang ataupun makan malam nanti.


Ayu pun bingung harus melakukan apa kepada Sabrina iya hanya mengatakan kepada Sabrina agar tidak mau ikut dengan Bagas lagi ketika ingin diantar pulang olehnya. Ayu mengatakan kepada Sabrina agar bersabar menunggu mamanya yang menjemput atau Papanya yang menjemput ke sekolah.


"Memangnya kenapa mah Om Bagas dan mama tidak berteman lagi ya?" Sabrina dengan polosnya ingin tahu dan bertanya kepada mamanya.


"Bukan begitu, mama hanya tidak ingin Om Bagas nanti kerepotan untuk menjemput Sabrina dan mengantar pulang ke rumah. Om Bagas kan punya urusan dan pekerjaan seperti papa, atau memiliki anak yang harus ia jemput dan antar ke rumah kan...?" ujar Ayu memberi pengertian.

__ADS_1


"Oh iya ya mah, Sabrina lupa baiklah mah kalau begitu Sabrina tidak akan mau apabila diajak Om Bagas untuk pulang ke rumah bersamanya." tutur putrinya kepada Ayu.


"Syukurlah bila Sabrina mengerti dan tidak banyak tanya lagi sekarang. Sebab aku tak tahu harus berkata apa bila ia banyak bertanya lagi, dan mencari tahu hubungan ku dulu dengan Bagas." Ayu berkata dalam hatinya.


Ayu dan Sabrina pun sudah sampai ke sekolah dan beraktifitas seperti biasa, Sabrina yang masih TK sudah masuk ke kelasnya. Dan Ayu duduk di kantornya bekerja melihat perkembangan sekolah dan juga memantau perkembangan para pelajar dan juga para staf guru di sekolahnya.


***


Bagas saat sedang sarapan di rumahnya...


"Ma, hari ini Bagas akan pulang terlambat nanti malam. Mama hati-hati lah di rumah, lebih baik kunci semua pintu dan jendela. Aku takut Yeni akan mencari mama bersama Ferdy, dan minta satpam untuk tidak memasukkan orang sembarangan ke dalam rumah." Bagas memperingatkan mamanya saat berada di rumah.


"Baik tuan, saya akan ingat perkataan anda, dan menjaga nyonya Wenny." ujar art nya.


Sudah 3 tahun Wenny tinggal bersama Bagas, dan belum ada sedikit pun tanda Yeni dan Ferdy mencari mereka selama itu, semenjak Bagas pindah rumah dan mereka tak tahu dimana alamat Bagas dan Wenny berada. Namun Bagas tak tahu mereka mencari atau tidak, sebab tak pernah bertemu lagi kali ini.


Bagas pun berpamitan dan pergi ke kantornya, Bagas sengaja pergi sedikit pagi sekali, karena ia jalan memutar untuk melihat ke sekolah Sabrina. Dan ternyata mobil Bagas dan mobil Ayu berpapasan dan berhenti saling berhadapan, tapi Ayu tak tahu kalau itu adalah mobil Bagas. Ayu membelokkan mobilnya untuk masuk ke dalam area sekolah, dan memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


Ayu keluar dari dalam mobil dan begitu juga Sabrina yang langsung berlari menghampiri temannya. Ayu pun tak mempermasalahkannya.


"Dah mama..., Sabrina masuk ke kelas ya."Sabrina berlari dengan wajah yang tersenyum.


"Hati-hati sayang, jalan lah perlahan." Ayu mengingatkan.


Dari kejauhan Ayu melihat mobil itu masih di luar pagar sekolah, dan Ayu tak memperdulikannya lalu pergi begitu saja. Bagas yang memperhatikan mereka tersenyum gembira di dalam mobil, dan ia melambaikan tangannya ke Ayu seolah-olah ia suaminya Ayu. Padahal Ayu gak memperhatikannya karena kaca jendela mobil itu terlalu gelap, dan Ayu pergi begitu saja ke arah ruang kerjanya.


Setelah itu Bagas pun pergi ke kantornya setelah diam-diam memperhatikan Ayu dan Sabrina dari dalam mobilnya. Hatinya merasa senang pagi itu, membuat Bagas menjadi semangat bekerja di kantornya. Sampai di kantor, Bagas bersiul dan ia selalu tersenyum dengan semua karyawan.


"Eh, kenapa tuh pak Bagas? Kok terlihat sangat bahagia dan tersenyum sama semua orang di kantor." wanita yang berdiri di depan meja resepsionis berbisik dengan temannya.


"Menang lotre kali pak Bagas, hahaha...," mereka tertawa berdua disana.


Bagas masuk ke dalam ruangannya dan meletakkan bokongnya ke kursi yang empuk disana, tubuhnya bersandar dan pikirannya mulai melayang mengingat kembali ketika ia melihat Ayu dan Sabrina di sekolah tadi. Bagi Bagas hal itu sangat langka baginya, apa lagi pagi ini ia dapat melihat Ayu yang semakin hari bertambah cantik dengan balutan hijabnya yang menjulur kebawah.


Tambah membuat Ayu terlihat semakin Soleha sebagai ibu dari seorang putri yang manis pula. Bagas semakin ingin berbalikan dengan Ayu kembali, dan hidup bersama Ayu serta Sabrina menjadi satu keluarga bahagia. Semua sudah di bayangkan oleh Bagas, ia sangat ingin Ayu dan Sabrina bersamanya menjadi keluarga yang utuh. Apalagi Bagas sudah di vonis tidak dapat memiliki anak lagi bila ia menikah, sebab kecelakaan itu ia sudah tak dapat memiliki anak. Itulah sebabnya Bagas sangat ingin kembali bersama Ayu yang sudah memiliki anak dan ia malah merasa Sabrina adalah putrinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2