
Dia pun memberitahu kepada mamanya bahwa sampai saat ini belum menunjukkan hasil dan ia masih terus berusaha, tak lupa Dion mau minta doa kepada mamanya agar ia segera cepat bertemu dengan Ayu dan membawanya pulang kembali ke Jakarta. Kedua orang tuanya pun hanya bisa pasrah dan berdoa, karena setelah Aisyah meninggal, Dion menjadi murung dan juga pendiam, ia sangat bingung untuk mengambil keputusan hidupnya saat Aisyah sudah meninggalkannya.
Sehingga orang tuanya pun bertanya kepada Dion dari hati ke hati, Dion pun bercerita dan berkata jujur kepada kedua orang tuanya saat itu. Akhirnya kedua orang tuanya pun mengatakan bahwa Dion boleh berjuang untuk hidup dan meraih kebahagiaannya bersama wanita yang sekarang ada di dalam hatinya. Dan ketika kata-kata itu keluar dari mulut kedua orang tuanya, dia pun mulai berubah jadi mulai semangat hidup dan semangat menjalani hari-harinya.
*****
Keesokan harinya...
Dion datang lagi ke rumah makan itu untuk makan siang kembali, Dion datang lebih awal ke sana agar dapat bertemu dengan wanita tersebut. Sesampainya disana, warung itu sudah ramai dengan pengunjungnya, namun Dion tidak mengetahui dimana wanita itu berada. Dion pun sudah menikmati makan siangnya, bahkan waktu jam makan siang sudah berakhir dan warung kembali sepi. Wanita itu tidak di temukannya juga, di saat Dion akan membayar dan pergi pulang, Dion bertanya kepada pegawai kasir itu, langsung mengatakan kalau wanita itu sudah pergi tidak menyewa lagi di tempatnya.
Dion pun paham dan ia segera pergi dari tempat makan itu, kembali hari ini sangat kecewa tidak dapat menemukannya di Makasar. Dion pun mengepak semua barangnya ke dalam koper, dan besok siang Dion akan berangkat pulang ke Jakarta lagi.
Sedangkan Ayu sudah menempati rumah yang khusus untuk karyawan di perusahaan mereka yang merantau dan tidak ada tempat tinggal di sana.
Tring...
Tring...
Ponsel genggam Ayu berbunyi, segera wanita itu mengambil ponselnya dan menekan kata jawab yang tertera di layar ponsel.
__ADS_1
"Assalamualaikum, kak Ayu..." Rani menelpon Ayu saat itu.
"Wa'alaikumsalam RAN...?"
"Tumben kamu menelpon kakak? Ada apa nih Rani?" Ayu becanda mengatakan hal itu.
"Bukan apa-apa mbak, ada yang mau Rani sampaikan dan ini mengenai mas Dion." ujar Rani.
"Mas Dion pernah datang ke rumah, ia bertanya kepada Rani dimana kakak Ayu."
"Pada saat itu kakak baru saja pergi ke Makasar dan itu yang Rani sampaikan ke mas Dion saat itu." Rani pun mengatakan semuanya ke Ayu sepupunya itu.
****
Bagas dan Dina...
Sudah lama bersama dan menikah namun Dina tak juga, mamanya Bagas pun juga selalu menanyakannya. Dina tak ingin selalu ditanya mengenai kapan ia akan hamil, karena Dina memang tak ingin mengandung dan menyebabkan tubuhnya menjadi melar tak cantik lagi.
"Mas?! Tolong jangan terus-terusan mendorong ku!"
__ADS_1
"Terutama mama mu mas..?!"
"Mama mu terlalu sibuk bertanya tentang kapan aku akan hamil." ujar Dina yang berbicara dalam nada tinggi.
Bagas hanya diam saja, dan ia frustasi setiap saat harus bertengkar dengan Dina dan keluarganya.Dina wanita yang tak ingin hidupnya di kekang, dan menuruti perkataan suaminya. Bagas benar-benar tak tahan akan hal itu, disaat Bagas melihat keluarga kecil yang cukup bahagia dengan anaknya hatinya sangat menginginkan hal itu. Namun Dina tak ingin melakukannya, sejak awal Dina sudah memasang alat pencegah kehamilan tanpa sepengetahuan Bagas suaminya.
Tetapi sekarang Bagas sudah mengetahui kalau Dina tidak menginginkan kehamilan dalam hidupnya. Kini Bagas pun dalam tekanan dari keluarga Dina, sungguh impian Bagas terlalu tinggi dan berharap kepada keluarga Dina, yang berpikiran perusahaan itu akan menjadi miliknya. Ternyata semua itu salah, mereka ingin mencuri data kerja sama dari kantor papanya Bagas dan ingin merusak kerjasama perusahaan itu dengan yang ada di Singapura.
Bagas Pun tak mengetahui hal itu, Dina dengan mudah keluar masuk di kantor itu saat menjadi kekasih Bagas. Dan papanya Dina sudah mendapatkan yang di inginkan, makanya saat itu papanya Dina setuju bila Dina menikah dengan Bagas yang sudah bersuami. Padahal papanya Dina sudah memiliki calon yang sangat pantas menurutnya dengan anaknya itu.
Bagas hanya terdiam dan setiap malam pergi ke bar untuk minum serta ciptakan kesenangan dari dirinya sendiri. Bagas teringat akan Ayu, istrinya yang dulu menikah dengannya karena mereka di jodohkan.
"Apa ini sebuah karma untuk ku?"
"Kenapa hidup ini sangat tak adil pada ku saat ini."
"Aku juga ingin bahagia...!" Bagas mengamuk di dalam bar itu.
Beberapa orang mengamankan dirinya dan mencampakkan keluar dari bar tersebut, Bagas pun pulang dengan taksi dan lupa untuk membawa mobilnya pulang kembali. Saat sampai di rumah Dina tak ada disana, wanita itu pergi kerumah mamanya dan menginap di sana. Akhirnya Bagas pun sendirian di rumah itu, berjalan menuju ruang kerjanya teringat saat Ayu membangunkan dirinya. Air mata itu jatuh menetes dan tubuhnya roboh terbanting kelantai seketika. Bagas pun pingsan dan tertidur disana sampai keesokan harinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....