Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 27


__ADS_3

Bagas merasa menyesal dan dari pembicaraan yang sekarang ini Ia menginginkan untuk kembali kepada Ayu sekali lagi. Bahkan Bagas berjanji akan membahagiakan Ayu dan tidak akan mengulangi kesalahan di saat ia dahulu pernah menjadi suami. Namun Ayu dengan tegas dan secara cepat ia mengatakan tidak dapat menerima Bagas kembali di dalam kehidupannya. Ayu juga memberitahu bahwa dirinya akan dilamar dan dijadikan istri oleh seorang pria yang ingin bertanggung jawab dan meraih kebahagiaan bersamanya. Bagas pun terdiam di hatinya ada sedikit rasa sedih karena ditolak langsung oleh Ayu saat itu juga, tetapi biar bagaimanapun itu merupakan hak Ayu untuk tidak kembali lagi bersamanya.


****


Ayu dan Dion menikah...


Bulan depan Ayu kembali ke Jakarta, dia akan menyambut kedatangan kedua orang tua Dion untuk secara langsung melamar Ayu di rumah orang tua Ayu. Rani juga sudah kembali dan sekarang ia di promosikan menjadi manager di perusahaan tempatnya bekerja. Ayu dilamar oleh Dion di dampingi oleh ayahnya Rani dan beberapa saudaranya yang lain dan para tetangga yang ikut membantunya.


Lamaran telah terlaksanakan dengan lancar, saat itu Bagas datang berencana untuk main ke rumah Ayu sekedar bersilaturahmi. Tetapi hatinya kecewa melihat Ayu saat itu dilamar oleh Dion dan Bagas tak jadi masuk ke dalam rumah itu. Semua orang pada menatap ke arah Bagas, mereka berbisik-bisik bagi yang mengenali Bagas saat itu. Bagas sungguh masih berharap dan teramat ingin menjadi suami Ayu kembali.


Akan tetapi hatinya telah dipatahkan oleh acara lamaran itu, kini Dion lah yang dapat memenangkan hati Ayu. Bagi Ayu, Bagas hanyalah masa lalu yang membuatnya sedikit trauma untuk membuka hatinya kembali sebelum Dion hadir kembali di dalam hatinya.

__ADS_1


Rani sangat bahagia melihat Ayu sekarang ini, wajah Ayu tampak berseri dan semangat dalam merajut masa depannya kembali. Rani tanpa sengaja melihat Bagas yang pergi dari depan rumah, bunga yang ia bawa di hempaskan ke lantai teras rumah Ayu. Rani pun mengerti dengan keadaan perasaan yang Bagas rasakan sekarang. Bagas masih berharap bisa kembali bersama lagi, dan Bagas telah menyesal melepaskan Ayu saat itu.


"Ternyata aku telah melepaskan sebuah mutiara yang sangat bernilai saat itu."


"Kini aku menyesalinya, karena sudah menyia-nyiakan Ayu begitu saja." Bagas merasa seperti orang yang sangat bodoh, karena telah melakukan kesalahan yang fatal.


Bagas pun teringat akan perkataan Alm. Papanya yang dulu pernah mengatakan, bahwa dirinya pasti akan menyesal karena sudah meninggalkan Ayu. Pada saat itu Bagas dengan bangganya tidak percaya akan hal itu, Bagas malah menertawakan papanya yang menasehati dan mengingatkannya.


Tin, tin, tin...!"


Suara klakson begitu keras bunyi dari belakang motor Bagas tersebut, Bagas pun mencoba untuk menepi motornya dan berjalan lebih pinggir lagi di jalan tersebut. Namun mobil yang berada di belakang motor Bagas masih tetap membunyikan klaksonnya dengan kasar. Bagus pun mulai menepi dan memberhentikan sepeda motornya di pinggir jalan, ia ingin membiarkan mobil yang berada di belakang motornya berjalan duluan melewati dirinya. Tetapi setelah mobil itu sejajar dengan motor Bagas, malah berhenti dan ikut menepi disana.

__ADS_1


Kaca pintu mobil pun terbuka, terlihat jelas dari arah luar siapa yang berada di dalam mobil tersebut. Bagas langsung mengenali seorang wanita yang ada di balik kaca jendela pintu mobil itu. Wanita itu langsung menertawakan Bagas, ia bersama seorang pria tampan yang sedang menyetir di sebelahnya. Bagas hanya diam saja ketika wanita itu tertawa dan mengatakan sesuatu yang tidak mengenakkan pada dirinya.


"Ke mana mobilnya Mas kenapa sekarang malah naik sepeda motor butut Begitu? Hahaha..." Wanita itu mengolok-olok Bagas.


Ia mengatakan kata-kata yang tidak pantas dan merasa dirinya paling hebat saat ini. Ternyata Ia adalah Dina Mantan istrinya yang dahulu, Dina sengaja melakukan semua itu untuk mendapat kesenangan dan memamerkan kekasihnya yang sekarang ini kepada Bagas. 


"Sekarang sudah jatuh miskin ya mas..?" 


"Kerja lebih giat lagi mas, agar ada wanita yang mau sama kamu lagi." Dina mengolok dan langsung pergi begitu saja.


Bagas sangat kesal dengannya, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, Bagas hanya menguatkan tekadnya agar dapat merebut kembali perusahaan milik papanya itu dari tangan Ferdy. Sekarang Bagas melanjutkan perjalanannya dengan motor itu, dan ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya. Bagas masih belum bisa melupakan Ayu dan ingin sekali kembali menjadi suaminya lagi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2