Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
part 12


__ADS_3

saat bel pulang sekolah sudah berbunyi semua murid-murid SMA anak bangsa pada berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing


"el gimana kalau hari ini pulangnya aku antar" tawar adit untuk bisa mengantarkannya pulang saat mereka berjalan di lorong sekolah


"gak usah dit kan rumah kita berlawanan lagiyan rumahku kan jauh dari sekolahan, biar gue naik ojek onlaine atau angkutan"


"kalau angkutan kan kamu harus dua kali nunggu angkutan, karena gak ada angkutan yang sekali jalan menuju rumah kamu"


"gimana kalau elena ikut bareng gue aja, kan kebetulan memang rumah el satu kompleks sama gue, cuma beda gang aja" kata reza cowok yang terpopoler dan tertampan di sekolahan mereka dan yang dari tadi berjalan berada tepat dibelkang el dan radit sehingga reza mendengarkan apa yang dikatakan radit ataupun elena


"ya udah deh kamu debeng reza aja daripada naik ojek buat ku gak tenang, lagian aku tau kalau reza emang anaknya baik" saran radit agar elena mau ikut dengan reza walaupun sebenarnya radit cemburu kalau elena bisa dianterin reza karena dari dulu ŕadit sudah mengetahui kalau reza menyukai elena tetapi elena tidak menyadari kalau mereka berdua menyukai dirinya


"beneran nih gue gak papa nebeng lu, entar gue jadi grepotin elu atau bahkan malah jadi cewek lu yang marah!"


"emang lu pernah tau ada cewek yang deket sama gue" tanya reza


"gak pernah tau sih, hehheheehe" kata el sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"udah santai aja dan gue gak pernah merasa direpotin kok"


Reza pradipta dia adalah cowok yang sudah lama menyukai elena sejak pertama kali dia sekolah di Sma anak bangsa, tetapi reza tidak pernah mengukapkannya dan memilih menyukai dalam diam sehingga tidak ada yang tau kalau reza menyukai elena berbeda dengan kedua sahabatnya dan juga radit sudah mengetahui sejak awal


Reza sebenarnya anak orang kaya tetapi banyak yang tidak menetahuinya karna reza memilih mandiri dan tinggal di rumah yang sangat sederhana yang masih satu kompleks dengan elena


selama dalam perjalanan dalam mobil reza hanya ada suara lagu yang terdengar dari radio yang diputar reza karena mereka berdua sama-sama tidak ada yang ingin mengawali percakapan

__ADS_1


ciiiiitt....


suara rem mobil reza yang berhenti mendadak karena tiba-tiba ada kucing lewat begitu saja di depan mobil reza dan untung saja reza begitu cepat memberhentikan mobilnya sehingga tidah sampai menabrak kucing itu


"astagfirullah.... untung saja" kata reza da el barengan


huhh...


Dan akhirnya mereka sama sama mengeluarkan nafas lega yang membuat mereka akhirnya saling pandang


ha ha ha ha


mereka berdua akhirnya sama sama ketawa padahal tidak ada hal yang lucu


"za sebelumnya emang lu tinggal dimana sih kan saat lu baru masuk sma lu baru pindah kesitu dan sebenarnya orang tua lu kemana?, terus saudara kamu berapa? kok lu tinggal sendiri selama lu pindah kesitu" tanya elena ke reza bertubi tubi dan reza hanya tersenyum melihat elena sesaat setelah itu reza kembali fokus kedepan


"sebelumnya lu gak perlu tau sebelum gue tinggal disitu gue tinggal dimana? dan orang tua gue ya tinggal bareng saudara gue, gue cuma pengen mandiri aja gak grepoti orang tua mangkanya gue milih tinggal sendiri biar gue tau rasanya hidup tanpa tergantung orang tua


"asal lu tau el gue pindah kesitu hanya karna agar gue selalu bisa liat lu tiap hari walaupun dari jauh" batin reza


Reza sebenarnya anggota tim basket disekolah mereka yang paling tanpan diantara yang lain tetapi banyak yang tidak tertarik dengannya hanya karena semua mengira bahwa reza orang yang sangat miskin yang hidup sendirian


Dan selama dalam perjalanan itu mereka saling bercerita sehingga membuat awal mereka bisa dekat dan tak terasa mereka sudah berada didepan rumah elena


"gak mampir dulu za?" tanya elena saat akan turun dari mobil reza

__ADS_1


"gak el makasih lain kali aja, tapi lain kali gue boleh kan mampir kesini?"


"boleh aja kok, tpi asal jangan bawa bom ya, ok!" canda elena


"ha ha ha ha, ya gak lah, ngaco lu"


" ya udah, makasih ya n hati hati-hati"


"rumah gue kan di sono tuh masih kelihatan dari sini, kok bilang hati hati" sambil nmenunjuk kerumahnya


"ya kali entar lo nabrak tiang listrik ditengah situ"


"ih amit-amit, kok do'ain gue yang gak gak"


"he he he ma'af gue bercanda" ✌✌✌


"ya udah gue pulang dulu"


"ok" 👌🏻


...jangan lupa ya reader beri dukungannya pada author dengan cara jempolnya klik tombol like, dan juga jangan lupa komentar dan vote agar author tambah semangat untuk lanjutin cerita ini...


...sekali lagi jangan lupa klik tombol like like like...


...🌸🌸trimakasih🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2