Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 39


__ADS_3

"Kenapa Papa harus marah Om? tapi papa orangnya baik kok, nggak pernah marah sama Sabrina dan mama. Bahkan Papa sangat menyayangi mama dan juga Sabrina, papa itu orangnya sangat baik dan perhatian." ucap Sabrina yang memuji papanya.


"Nah kita sudah sampai, yuk turun makan es krim bersama Om. Tidak usah bercerita lagi tentang mama dan papa kamu sekarang ini." Bagas langsung memotong pembicaraan Sabrina, iya tak suka mendengar Sabrina terus memuji Dion di depannya.


Bagas sangat kesal dan juga cemburu sebab Sabrina selalu mengatakan Dion itu adalah papanya yang terbaik. kali ini Bagas ingin membuat Sabrina selalu memuji dirinya sampai nanti anak tersebut mengatakan kepada Ayu bahwa Bagas yang terbaik daripada Dion Papanya.


****


Brem...


Ayu datang ke sekolah setelah dua jam kemudian dan keadaan papa mertuanya sudah di tangani oleh dokter kini mulai stabil. Ketika sampai ke sekolah pintu gerbang sudah di kunci, dan tak terlihat lagi ada kegiatan disana. Ayu mencoba menelpon guru yang di minta Ayu untuk menjaga Sabrina sebentar, tapi tak ada yang menjawab telpon dari Ayu saat itu. Tiba-tiba penjaga sekolah menghampiri dari depan rumahnya dan bertanya kepada Ayu pemilik sekolah sekaligus kepala sekolah disana.


Pak Yanto mengatakan bahwa Sabrina sudah pulang dan sudah ada yang menjemputnya tadi, dan guru piket serta yang lainnya juga sudah pulang dari sekolah. Ayu langsung cemas dan tak menduga Sabrina sudah pulang, Ayu juga merasa cemas dengan anaknya dan tak tahu siapa yang mengantarnya pulang ke rumah.


"Ah mbak di rumah akan saya tanya saja." ujar Ayu dalam hatinya.

__ADS_1


"Kalau begitu terima kasih pak Yanto, yang pergi dulu masih ada urusan lagi yang harus saya selesaikan." Ayu pun berpamitan dan masuk kembali ke dalam mobilnya.


Ayu menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan sambil menelpon mbak art nya di rumah, dan Ayu terkejut mendengar art nya mengatakan Sabrina sudah ada di rumah dengan keadaan sehat dan tak terjadi apa pun. Ayu menghentikan mobilnya dan melipir ke sisi jalan raya tersebut dan ingin berbicara pada Sabrina anaknya karena ia sendiri tak begitu yakin akan yang di katakan art nya kalau belum mendengar sendiri suara anaknya itu.


"Hallo ma, mama kok lama sekali pulangnya? Sabrina tadi sudah bosan di sekolah dan tidak ada teman lagi. Jadi Sabrina pulang dengan Om Bagas dan ia datang menjemput Sabrina ke sekolah." tutur sabrina yang begitu polos.


"Hah? mas Bagas yang mengantarnya pulang? Tapi...," Ayu tersadar masih berbicara pada anaknya.


"Ma, sudah dulu ya Sabrina masih ada pekerjaan dari sekolah, mama cepat pulang ya." ujar Sabrina lagi menyadarkan Ayu.


"Oke baiklah sayang. Mungkin sebentar lagi mama akan pulang segera, jadilah anak baik bersama mbak di rumah ya?" Ayu mengingatkan anaknya.


"Baik Bu, hati-hati di jalan Bu, Assalamualaikum." art itu menutup pembicaraan.


"Wa'alaikumsalam." Ayu pun sedikit lega dan ia menghela nafasnya sejenak di dalam mobil.

__ADS_1


Brem...


Ayu kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit untuk mengecek lagi kondisi papa mertuanya disana. Dion yang mendapat kabar dari mamanya besok akan segera pulang dan langsung ke rumah sakit saat itu juga. Ayu sudah mengatakan ke mertuanya kalau Sabrina sudah ia antar ke rumah dan sekarang sedang bersama art mereka di rumah. Ayu tak mengatakan apa pun tentang kejadian Sabrina tadi ke mertuanya, karena tak ingin membuat panik mertuanya tersebut. Ayu pun menutup mulutnya dan hanya akan membicarakan pada anaknya saja nanti, Ayu bermaksud akan menanyakan kejadian yang sebenarnya ke Sabrina.


"Sabrina tidak kamu bawa ke sini kan Ayu? mama gak mau ia harus melihat Opanya sakit terbaring, apa lagi pasti ia capek baru pulang sekolah." Mertuanya langsung bertanya tentang cucunya.


"Tidak ma, Sabrina katanya mau membuat tugas sekolahnya di rumah dan ingin istirahat karena sudah lelah menunggu mama katanya. Jadi Sabrina tidak Ayu bawa ke sini, ia juga tidak tahu kalau Ayu ke rumah sakit untuk melihat keadaan Opanya." Ayu menggenggam tangan mertuanya.


Ayu dan Oma saling tersenyum, keadaan Opa masih harus di bantu pernafasannya dengan selang dan jantungnya masih terus di pantau oleh tim dokter yang menangani. Ayu memberikan sebungkus makanan untuk mertuanya, karena dari tadi belum makan siang dari rumah. Ayu takut akan terjadi sesuatu bila mamanya telat makan, karena mama mertuanya memiliki riwayat sakit lambung saat ini. Ayu selalu perhatian pada mereka berdua orang tua Dion, sebab Ayu sudah tak memiliki orang tua lagi. Dan ketika mamanya dulu sakit Ayu tak bisa menjaganya karena selalu Bagas melarang untuk sering ke rumah mamanya.


Hari sudah malam Ayu pun pulang ke rumah karena khawatir dengan Sabrina anaknya, dan Dion sudah menelpon Ayu untuk lebih memperhatikan putrinya saja. Dion ternyata berangkat pulang malam itu juga dan besok pagi akan sampai ke rumah sakit untuk melihat orang tuanya.


Ketika Ayu sampai di rumah, Sabrina sudah tidur di dalam kamarnya, dan ia tak sempat bertanya ke Sabrina tentang Bagas yang mengantarkannya pulang ke rumah. Ayu berpikir akan menanyakannya keesokan paginya saja saat mereka pergi ke sekolah bersama. Dan Ayu berencana akan mengatakannya ke Dion mengenai hal itu, karena Ayu sedikit cemas dengan Sabrina, dan Bagas yang tiba-tiba mendekat dengan Sabrina putri mereka.


Hari sudah malam dan Ayu pun sudah merasa lelah ia langsung membersihkan dirinya dan tidur di dalam kamarnya. Hari ini Ayu tidak memakan makanan cepat ia tidak ingin memakannya karena nafsu makannya secara tiba-tiba hilang ketika terus memikirkan tentang Sabrina dan juga Bagas. Hatinya merasa tak tenang dan tugas khawatir akan kedekatan mereka berdua, hati seorang ibu yang lebih sensitif dengan keluarga kecilnya dan itu dapat menjadi nyata dengan khawatirannya.

__ADS_1


Dalam perjalanan ion terus memikirkan kedua orang tuanya dan juga istri serta anaknya yang sudah dua hari ia tinggal. Tetapi ia lebih sangat mengkhawatirkan papanya yang sekarang sudah sering keluar masuk rumah sakit saat ini. Bahkan kesadaran papa sering menurun, ingatannya juga sudah mulai berkurang. Dion pun mewanti-wanti kesehatan mamanya yang memang sudah lanjut usia, dan semua Dion upayakan agar tetap bisa sering berkumpul dengan mereka. Setiap weekend mereka sekeluarga pasti mengunjungi orang tua dan mengajak Sabrina bermain dengan mereka, Dion ingin mereka dapat menikmati waktu lansia dengan bahagia bersama cucu ke sayangannya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2