
Kali ini Bagas tak tahu harus tinggal dimana lagi, karena rumah miliknya itu akan di sita dan ia harus pindah Minggu depan. Bagas mau tak mau meminta izin kepada mamanya agar dapat tinggal bersamanya nanti. Namun Ferdy dan istrinya tidak mengizinkan Bagas tinggal bersama mereka, Sherly istri dari Ferdy sudah pindah ke rumah itu beserta anaknya Minggu kemarin.
Kali ini Bagas benar-benar tidak di pedulikan oleh mamanya sendiri. Ternyata mamanya takut dengan Ferdy, pernah mengancam akan memberitahukan kedoknya ke Rahmat dan menginginkan harta yang di milikinya. Perkiraan mamanya akan dapat hidup nyaman dan menyenangkan bila mengikuti keinginan dan permainan mereka. Mamanya hanya ingin aman dan hidup enak, karena hanya Ferdy yang dapat menolong hidupnya, karena bila dengan Bagas akan hidup susah dan mamanya tak menginginkan itu.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Ayu kembali ke Makassar, dan ia kembali mengelola kantor cabang perusahaan di tempat ia bekerja. Setiap hari Ayu selalu memikirkan perkataan dari Dion tersebut, dan dirinya sangat bingung atas lamaran Dion. Ingin sekali ia menolak lamaran itu namun tak dapat membohongi hatinya iya masih mencintai pria tersebut. Hampir setiap malam, ketika Ayu ingin tidur masih terus terbayang wajah Dion, dan kejadian di saat Dion datang malam ke tiga hari Alm. Papanya saat itu.
Ting!" Terdengar suara pesan masuk ke ponsel Ayu.
"Kak, sudah tidur kah?"
"Rani belum bisa tidur nih, kapan kakak akan pulang lagi?"
__ADS_1
"Biar Rani gak kesepian terus, hampir setiap hari mas Dion datang mengantar makanan dari mamanya." ucap Rani.
"Dari mamanya RAN? Kok bisa mamanya baik sampai antar makanan ke rumah?" Ayu penasaran.
"Ya bisa lah kak, mamanya mas Dion kan merestui hubungan kalian."
"Dan lagi, mas Dion berani melamar kakak karena mama dan papanya mas Dion sudah mengizinkan dan memberi restu." Rani menjelaskan apa yang sudah di katakan oleh Dion kepadanya.
Ayu pun terdiam dan berpikir ulang kembali, hatinya mulai terenyuh dan memikirkan kembali perasaannya yang masih ingin bersama dengan Dion. Ayu jadi mengerti dan sekarang mencoba membuka hatinya untuk Dion. Ayu pun akan mengirim pesan kepada Dion melalui ponselnya keesokan harinya, dan mengirim alamat kantor Ayu serta memberi tahu rumahnya.
Keesokan paginya...
"Mas, Ayu akan menerima hubungan ini tetapi Ayu ingin berkomunikasi dulu dengan ke dua orang tua mas Dion."
__ADS_1
"Maaf bila terlalu banyak permintaan, tapi Ayu tak ingin ada permasalahan di saat nanti sudah jauh melangkah dalam hubungan kita." Isi pesan Ayu yang dikirimnya ke ponsel Dion.
"Baiklah Ayu, sepulang mas kerja pukul 19:30 akan mas telpon kamu." Dion membalas pesan itu setelah selesai merapikan diri karena akan berangkat kerja.
Bagas sangat bahagia, dan terlihat senang sekali pagi itu. Semangatnya dua kali lipat tak seperti biasa, mamanya sampai heran melihat anaknya yang sarapan dengan cepat dan pergi kerja dengan memeluk mamanya.
Saat memeluk, Dion memberitahu kepada mamanya tentang Ayu yang akan berbicara kepada mereka. Mamanya pun terdiam dan menepuk punggung Dion anaknya, seorang mama akan senang setelah melihat senyuman di bibir anaknya. Dion pun pergi bekerja dengan senyuman dan hati yang bergembira. Dion juga akan berencana membuka panti asuhan di sebelah sekolah itu, Dion hanya ingin bekerja mengabdikan dirinya dan dapat menolong orang lain membuatnya bahagia.
Saat ini Bagas tinggal di sebuah kamar kecil bekas gudang di rumah papanya yang berada di luar rumah itu. Kali ini ia akan berusaha dan keluar dari semua ini, Bagas akan berusaha untuk melamar pekerjaan dimana-nama, Bagas tidak ingin terus terpuruk, dan berjanji akan mengambil alih perusahaan yang sudah direbut oleh Ferdy, yang sebenarnya adalah hak untuk dirinya. Diam-dian Bagas pun akan membuktikan dirinya akan berhasil walau tanpa ada papa lagi yang memberi dukungan.
Malamnya Ayu pun ditelepon oleh dia untuk memenuhi janjinya tepat pukul 19.30 menelpon Ayu. Kedua orang tua diam juga berada bersamanya sedang duduk di ruang tamu. Jujur tak mudah bagi Ayu untuk mengatakan ataupun bertanya secara langsung kepada kedua orang tuanya Dion malam itu. Tetapi demi kebaikan, Ayu pun membicarakan semuanya dengan orang tuanya Dion.
Pembicaraan pun telah panjang dan semua sudah jelas, dari keluarga Aisyah juga sudah dari lama merestui karena memang sebuah wasiat dari Aisyah sendiri. Akhirnya Ayu membuka hati dan menerima lamaran Dion untuk melanjutkan hubungan mereka ke arah yang lebih serius lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG....