Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Mantan


__ADS_3

Di jam istirahat, Vanya melihat Ayahnya yang nampak sibuk dengan ponselnya. Ia pun secara diam-diam mendengarkan apa yang tengah Ayahnya bicarakan melalui telepon.


"Siapa yang Ayah telpon, Kenapa Ayah terlihat begitu tegang?" gumam Vanya dalam hati.


"Tunggu lah sebentar, Aku akan segera sampai," ucap Abrisam yang langsung berlari meninggalkan ruangan.


Vanya yang bersembunyi di balik pintu, Mencoba berlari mengejarnya. Namun langkahnya terhenti saat Alvin tiba-tiba menarik tangannya.


"Mau kemana lagi?!"


"Alvin! Lepaskan Aku, Aku sedang tidak ada waktu untuk merdebat dengan mu!"


"Vanya, Ada apa dengan mu, Semalam kamu tidak pulang, Tadi pagi kamu tidak mau menjawab pertanyaan ku dan sekarang kamu mau pergi lagi tanpa mau menjelaskan kemana kamu mau pergi?"


"Alvin! Aku harus mengetahui kemana Ayah pergi, Jadi menyingkirlah!"


Mendengar itu Alvin membiarkan Vanya pergi, Kemudian ia ikut berlari mengejarnya. Namun karena perdebatan itu mereka kehilangan jejak Abrisam yang sudah tak lagi terlihat batang hidungnya.


"Ini semua gara-gara kamu!" ucap Vanya kesal.


"Jika kamu mau langsung menjawab tanpa berdebat ini semua tidak akan terjadi."


"E... Memangnya kemana Ayah mau pergi?" Lanjut Alvin lagi.


"Aku tidak tau, Tapi Aku curiga kalau Ayah menemui Maya."


"Kalau begitu jangan khawatir, Kita lihat di rumah orang tua Maya."


Vanya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam mobil untuk menuju rumah Maya.


Sementara di perjalanan Abrisam yang mendapat kabar Maya kurang sehat dan terus mual-mual, Melaju dengan kencang hingga hampir menabrak seorang wanita yang tiba-tiba menyebrang di depan mobilnya.


Teeeeettttttttttt....!!!!!!!!


Dengan cepat Abrisam membanting stir hingga bemper depan menabrak pembatas jalan. Abrisam yang panik angsung keluar dan melihat wanita tersebut.


"Apa Anda tidak papa?" tanya Abrisam memegang bahu wanita tersebut yang tersungkur di tanah.


Mendengar pertanyaan Abrisam, Wanita itu pun menoleh dengan mengangkat wajahnya yang sebelumnya tertunduk. Dan betapa terkejutnya Abrisam melihat wanita yang ada di depannya itu. Meskipun wanita itu terlihat begitu lusuh dan menyedihkan. Namun Abrisam dapat mengenali dengan jelas jika wanita tersebut adalah mantan istrinya yang telah ia usir beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


"Vena?" lirih Abrisam.


"Abrisam?!" ucap wanita itu yang juga tak kalah terkejutnya.


Abrisam terdiam memperhatikan penampilan Vena yang hanya mengenakan dress minim dengan luka lebam di wajahnya. Meskipun ia sangat membenci mantan istrinya itu karena perselingkuhannya dulu. Namun rasa kemanusiaannya tetap tidak tega melihat keadaan wanita yang pernah mengisi kehidupannya dulu.


"Masuklah ke mobil, Kamu harus ke Dokter," ucap Abrisam yang langsung masuk ke mobil tanpa menunggu Vena bangkit dari duduknya.


Melihat tawaran Abrisam dan melihatnya sudah siap di kursi kemudi, Vena pun bangkit dan masuk ke dalam mobil dengan duduk di sebelahnya.


Jebrettt...!!!


Begitu pintu mobil tertutup, Abrisam langsung menjalankan mobilnya tanpa menoleh apalagi bertanya lagi padanya. Namun tidak demikian dengan Vena yang terus menatap mantan suaminya itu yang terlihat jauh lebih tampan dan mapan hingga rasa penyesalan di hatinya semakin besar karena kehidupan yang begitu berbanding terbalik dengan kehidupan yang kini ia jalani.


"Apa yang terjadi?"


Pertanyaan singkat Abrisam membuat Vena tersentak dan memalingkan wajahnya.


"Apa lagi," ucap Vena tersenyum getir.


Abrisam yang bertanya tanpa melihat mantan istrinya itu terus fokus menyetir tanpa bertanya lagi.


"Sampai seperti ini hanya untuk sekedar makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari." lanjut Vena.


"Mungkin bukan kebutuhan, Tapi lebih ke gaya hidup yang biasa kamu jalani." timpal Abrisam yang terus menatap lurus kedepan.


"Terserah apa penilaian mu, Mungkin ini hukuman akibat dari dosa-dosa ku kepada mu." Vena kembali menatap Abrisam yang terap dingin meskipun ia memasang wajah ibanya.


"Dalam hatimu pasti sedang menertawakan ku melihat kondisi ku seperti ini kan?" lanjut Vena memasang wajah sedihnya dengan harapan Abrisam iba dan bersimpati padanya.


"Aku bukan tipe orang yang suka tertawa diatas penderitaan orang lain, Semua orang menanggung akibat dari perbuatannya sendiri."


"Ya kamu benar dan sekarang Aku tengah memetik buah dari perbuatan ku kepada mu."


Perbincangan mereka berakhir dengan sampainya mobil di depan sebuah klinik kesehatan yang tak jauh dari lokasi mereka bertemu.


"Cepatlah keluar, Aku sedang buru-buru," ucap Abrisam sembari membuka sabuk pengaman tanpa mau melihat wajah mantan istrinya tersebut.


Vena mengangguk dan bersiap turun dengan membuka sabuk pengamannya.

__ADS_1


Setelah mereka turun, Abrisam yang melihat penampilan Vena yang begitu terlihat tidak pantas, Langsung membuka jas dan memberikan kepadanya.


"Pakailah," ucap Abrisam singkat.


Vena mengambil jas tersebut dan memakainya.


Setelah itu Abrisam mengeluarkan beberapa lembar uang untuk Vena.


"Ambilah, Aku rasa ini cukup untuk mengobati luka mu."


"Apa kamu sedang menghina ku?" tanya Vena yang merasa tersinggung.


"E... Bukan begitu, Tapi Aku sedang buru-buru, Istriku sedang menunggu ku, Jadi kamu..."


"Istri?!" tanya Vena yang nampak begitu terkejut.


"Ya istriku, Ibu dari calon anak ku."


Sekali lagi Vena di buat terkejut oleh perkataan Abrisam.


"Jadi Vanya sudah memiliki ibu baru?"


"Ya, Bahkan dia akan segera memiliki Adik."


Vena terdiam, Rasanya mendengar semua itu hati nya tidak terima karena posisinya telah tergantikan oleh wanita lain.


"Baiklah, Aku pergi." Abrisam langsung masuk ke mobil tanpa mempedulikan Vena yang masih terpaku menatapnya.


Diperjalanan, Abrisam mengingat Maya yang terakhir kalinya menelfon dirinya dengan memberikan kabar jika ia kurang sehat dan terus mual-mual. Namun beberapa kali ia mencobanya, Naya tidak juga mengangkat panggilan darinya.


"Dimana Maya, Kenapa tidak mengangkat telponnya," ucap Abrisam sembari menatap layar ponselnya.


"Aku harap tidak terjadi apapun pada Maya, Jika terjadi sesuatu padanya, Aku tidak akan pernah memaafkan diri ku." Abrisam langsung mempercepat laju mobilnya agar segera sampai ke rumah barunya.


Bersambung...


šŸ“Œ Maaf dah lama gak Update, Selain badan kurang sehat, Ibu ngedrop, Di rumah juga ada hajatan, Jadi makin gak sempet nulis, Terimakasih untuk yang masih setia menanti dan tidak Unfavorit dan buat yang tidak sabar, Saya tidak bisa memaksa šŸ™


Doa terbaik untuk kalian semua šŸ˜˜ā¤ļø

__ADS_1


__ADS_2