
Seminggu berlalu Vanya tidak lagi menghubungi Johari, Ia berusaha keras untuk melupakan karena tidak ingin lagi bersangkutan dengan Alvin, Tapi usahanya itu sia-sia, Karena semakin ia berusaha melupakan justru Vanya semakin merindukannya.
"Ini sudah cukup, Aku tidak tahan lagi," ucap Vanya yang segera keluar dari kamar.
Ia mencari Abrisam yang saat itu tengah berkumpul bersama Maya dan juga anak-anak. Melihat keresahan Vanya, Abrisam bangkit dan mendekatinya.
"Ada apa sayang?" tanya Abrisam lirih.
"Aku ingin bicara Ayah."
Abrisam mengangguk dan mengajak Vanya ke ruangan lain supaya tidak di dengar anak-anak.
"Ayah, Aku tidak bisa melupakan Jo, Semakin Aku berusaha, Hatiku semakin merasa sakit."
"Jadi kamu siap jika harus bertemu bahkan menjalin persaudaraan dengan Alvin?" Abrisam menjeda ucapannya.
"Bahkan bukan kamu saja, Ayah dan ibu Maya juga pasti akan sering bertemu dengan nya." lanju Abrisam lagi.
"Itu mungkin hanya pada saat acara tertentu, Tapi keseharian kita tidak Ayah, Setelah menikah Aku akan meminta Jo tinggal mandiri bersama ku dan Vanina, Jadi kami tidak akan sering bertemu."
"Baiklah, Katakan saja untuk masalah Alvin selesai, Sekarang tinggal menunggu keputusan dari Jo, Apakah dia mau menikah dengan mu atau tidak."
__ADS_1
Vanya mengangguk cemas memikirkan Jo yang pernah menolak cintanya.
"Jangan khawatir Ayah yang akan bicara dengan nya."
ā¢ā¢ā¢
Sementara di tempat lain Siska yang semula hanya berniat lebih dekat dengan Johari kini terjebak dalam permainannya sendiri, Hatinya benar-benar merasa jatuh hati pada supir pribadinya dalam waktu yang cukup singkat.
Semula Siska mencoba menepis perasaan itu karena memikirkan rasa yang masih tersisa untuk Andrie, Akan tetapi perasaan untuk Johari yang kian menggebu-gebu membuat Siska tidak bisa menahan diri untuk meluapkan perasaan pada Johari. Dan untuk mengungkapkan perasaannya itu, Siska benar-benar telah merencanakannya dengan matang. Siska meminta Johari untuk mengantarnya ke Villa dengan alasan ingin menenangkan diri karena permasalahannya dengan Andrie. Tanpa menaruh curiga, Johari pun mengantarkan Siska ke Villa. Namun setelah mereka sampai di villa dan beristirahat sebentar, Siska langsung duduk merapat kepada Johari sehingga membuat Johari merasa tidak nyaman.
"M-maaf Non, Jangan seperti ini." dengan sangat lembut, Johari menurunkan kaki Siska yang menindih sebelah kakinya.
"B-bukan begitu Non, Tapi ini tidak benar."
"Apanya yang tidak benar, Jika kamu menolak karena Andrie, Aku akan segera menceraikannya."
Mendengar itu Johari langsung berdiri menjauh dari majikannya itu.
"Apa yang Non Siska katakan?"
"Ya, Aku mencintaimu Jo, Sejak kita semakin dekat Aku merasa kenyamanan yang tidak ku dapatkan dari Andrie. Kamu itu beda Jo."
__ADS_1
"Apa yang bukan menjadi milik kita memang terlihat indah di mata, Begitu juga sebaliknya."
"Maksud mu apa Jo, Apa kamu tidak percaya jika Aku benar-benar mencintai mu?"
"Terkadang rasa itu hanya sekedar singgah sesaat untuk menguji kesetiaan dalam rumah tangga. Jadi tetaplah teguh menjaga pernikahan Non Siska sekalipun Bos Andrie masih belum sempurna."
"Jadi kamu menolak ku?"
"Maafkan saya Non. Saya sudah memiliki calon istri."
"Apa!? Aku tidak pernah melihat mu dekat dengan wanita selain Vanya. Apa itu artinya kamu akan menikah dengan Vanya?"
"Benar Non."
"Tapi terakhir kali, Kamu bilang kalian hanya berteman?"
"Maaf Non, Saya terpaksa mengatakan itu karena takut Non Siska marah, Seperti yang kita tahu, Bos Andrie kan pernah ada hubungan dengan Vanya.
Mendengar itu, Siska terdiam seribu bahasa. Dia yang semula menginginkan Johari dekat dengan Vanya untuk memanfaatkannya demi mendapatkan bayi Vanya, Kini seolah tak rela jika Johari dan Vanya benar-benar bersama.
š Testing-Testing... Masih ada yang stay gak nih, Terakhir Up udah sepi banget, Jadi Author ngumpet di Novel "Gair'ah Anak Angkat" š¤£
__ADS_1