Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Extra Bab


__ADS_3

Siska mendekati Johari dan menanyakan kebenaran tentang kedekatannya dengan Vanya, Lain sikap dengan Andrie Siska justru menunjukkan sikap bijaksananya demi kepentingan pribadinya.


"Aku tidak masalah jika memang kamu menyukai Vanya, Aku hanya merasa sedih kamu akan berhenti bekerja dengan ku," ucap Siska memasang wajah sedihnya.


"Non Siska tenang saja, Aku tidak akan berhenti kerja dalam waktu dekat, Lagipula Aku dan Vanya hanya teman biasa."


Mendengar itu Siska tersenyum. "Setidaknya untuk saat ini Johari masih berpihak kepada Aku." batin Siska.


Melihat Johari yang melempar senyum padanya, Siska pun membalas senyuman itu. Ia jadi memiliki ide untuk lebih dekat dan memanfaatkan Johari tanpa perlu melibatkan Andrie suaminya.


"Non Siska hari ini ada acara?"


"E-ya... Hari ini Aku ingin belanja bulanan, Tunggu sebentar ya."


Johari menganggukkan kepalanya. Sementara Siska masuk ke rumahnya.


•••


Sementara Vanya meminta izin untuk tidak bekerja beberapa hari karena ingin lebih fokus menemani putri kecilnya. Setelah kejadian kemarin Vanya jadi menyadari jika kehadiran Vanina sudah menjadi bagian dari hidupnya yang tidak bisa di pisahkan. Ia benar-benar merasa takut kehilangan Vanina untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Melalui Maya Ibu tirinya, Vanya mulai mau belajar banyak hal tentang mengurus Vanina. Seperti anak kembar Aditya dan Vanina di pakaikan baju dengan motif yang sama namun sesuai gender mereka.


Vanya pun begitu merasakan kebahagiaan yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan, Bahkan ketika Maya pergi ke kamar mandi, Vanya mulai bisa menjaga adik dan anaknya secara bersamaan. Maya pun yang telah kembali dari kamar mandi langsung mengabadikan momen itu secara diam-diam dan mengirimkannya ke Abrisam.


Ting...


Abrisam yang mendengar pesan masuk langsung membukanya dan senyumnya langsung terukir ketika melihat video tersebut.


"Akhirnya Ayah bisa melihat ini dari mu." batin Abrisam.


Kemudian Abrisam mengingat bagaimana tatapan mata Vanya kepada Johari yang penuh harap. Abrisam pun langsung menduga perubahan sikap Vanya tak lepas dari Johari. Mengingat sikap Johari yang begitu baik, Abrisam pun tersenyum dan sama sekali tidak merasa keberatan, Justru ia memiliki ide untuk menjodohkan mereka.


Sementara Siska terus meminta di temani oleh Johari memilih berbagai macam bahan makanan yang ia butuhkan, Tidak seperti biasanya yang hanya di suruh menunggu di dalam mobil, Kali ini Siska meminta Johari untuk terus mendampinginya. Bahkan di sela-sela belanja Siska mengajak Johari makan bersama dalam satu meja membuat Johari canggung dan menolak ajakan itu.


"Biar Aku berdiri saja Non."


"Kok berdiri sih, Gak enak dong, Masa Aku makan, Kamu cuma berdiri lihatin."


"Tapi gak enak Non kalau di lihat orang, Lagian saya cuma supir."

__ADS_1


"Jo... Maaf jika selama ini sikap ku kurang baik kepada mu, Tapi Papa dan Mama benar. Tidak seharusnya Aku menganggap mu rendah hanya karena kamu bekerja menjadi supir ku."


"Tidak papa Non. Saya tidak pernah mengambil hati."


"Kamu bener-bener baik Jo, Sekali lagi Aku minta maaf."


"Iya Non."


"Baiklah jika kamu benar-benar telah memaafkan ku, Maka sekarang duduklah."


Johari masih nampak ragu dengan tawaran Siska, Bahkan ia melihat kesana-kemari takut ada seseorang yang mengenali mereka dan membuat kesalahpahaman.


"Baiklah jika kamu tidak mau memaafkan ku, Aku tidak jadi makan, Ayo kita pulang saja."


"Jangan Non, Nyonya besar bilang, Non Siska tidak boleh telat makan."


"Tapi Aku tidak mau makan sendiri sementara kamu hanya berdiri menatap ku, Kamu itu bukan pelayan ku."


"Baiklah Non, Sekarang Non Siska duduklah, Aku akan menemani."

__ADS_1


Mendengar itu, Siska tersenyum bahagia dan kembali duduk. Kemudian ia memanggil pelayan dan meminta Johari memesan makanan apapun yang dia inginkan.


__ADS_2