Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Extra Bab


__ADS_3

Abrisam pun mencari tahu rumah Johari tanpa sepengetahuan Vanya, Abrisam ingin mengutarakan niatnya langsung kepada Johari sebelum memberi tahu Vanya. Abrisam tidak ingin jika sampai Johari menolak dan membuat Vanya patah hati. Oleh sebab itu Abrisam ingin memastikan jawaban Johari terlebih dahulu.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya Abrisam menemukan alamat rumah Johari. Dan tanpa menunda waktu lagi, Sepulang kantor Abrisam langsung menuju ke alamat yang ia dapatkan.


Sekitar satu jam perjalanan akhirnya Abrisam sampai di rumah tersebut. Abrisam membuka kaca mobil dan menatap rumah dua lantai yang sederhana. Terlihat juga mobil keluaran tahun 2000an terparkir di depan rumahnya yang tidak memiliki garasi. Tapi semua itu tidak membuat Abrisam mengurungkan niatnya untuk menjodohkan Johari dengan putrinya.


Dengan penuh keyakinan, Abrisam melepas sabuk pengamannya dan bersiap turun dari mobil. Namun baru satu kaki yang menapak di tanah, Abrisam begitu sangat terkejut dengan sosok pria yang keluar dari rumah itu.


"Alvin...?" lirih Abrisam yang bergegas kembali masuk ke mobilnya.


Abrisam menutup kaca mobilnya dan mengamatinya dari dalam.


Terlihat Alvin keluar sambil menggendong gadis kecil di ikuti wanita berhijab. Kemudian sampai di depan mobil, Alvin memberikan gadis kecil itu kepada wanita berhijab yang kemudian menjabat tangan Alvin dan di balas kecupan mesra di keningnya.


Tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Abrisam pun menelpon anak buahnya.


"Apa kamu tidak salah memberikan ku alamat Johari?"


"Tidak Tuan, Aku membuntuti Johari dari tempat kerjanya sampai masuk ke rumah itu, Jadi Aku tidak mungkin salah."

__ADS_1


"Tapi bisa saja kan Johari hanya berkunjung?"


"Tidak mungkin Tuan, Johari pulang larut malam dari kerjaan dan tidak mungkin kan orang berkunjung di larut malam menjelang dini hari."


Mendengar itu, Abrisam buru-buru menutup ponselnya ketika di saat bersamaan melihat Alvin telah pergi meninggalkan rumah tersebut.


Abrisam pun segera turun dari mobil dan berlari memanggil wanita berhijab itu yang hampir menutup pintunya.


"Permisi..."


Wanita itu pun kembali membuka pintunya dan menatap Abrisam dengan penuh tanda tanya.


"Maaf mengganggu, Apakah benar ini rumah Johari?"


"Saya... E-saya... Saya ingin menawarkan pekerjaan padanya."


"Pekerjaan? Jo sudah bekerja, Dia tidak pernah cerita kalau keluar dari pekerjaannya. Apa dia yang mencari pekerjaan?"


"Tidak, Sebenarnya... Ahh ya sudah lupakan jika memang Johari masih bekerja, Kalau boleh tau Anda siapanya Johari?"

__ADS_1


"Saya Kakaknya."


"Kakak?"


"Ya."


"Dan laki-laki tadi?"


"Dia suamiku."


Abrisam langsung merasa sesak begitu mendengar jika Alvin mantan menantunya, Mantan suami Vanya adalah kakak ipar Johari, Pria yang Vanya idamkan, Pria yang di anggapnya mampu membawa Vanya ke jalan yang lebih baik.


"Ada apa ya Pak?"


"A-e tidak, Baiklah terimakasih, Selamat sore."


"Selamat sore."


Di dalam mobilnya, Abrisam menarik nafas dalam-dalam. Ia yang sebelumnya begitu bersemangat menjadikan Johari menantunya, Kini merasa bimbang setelah mengetahui jika Alvin adalah kakak ipar Johari.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin Aku menikahkan mereka, Alvin bukan hanya saja mantan suami Vanya, Tapi dia juga mantan suami Maya. Hubungan ini akan menjadi rumit ketika Aku meminta Johari menikah dengan Vanya."


Abrisam kembali ke rumah dengan lesu. Ia tidak tahu apakah harus menceritakan tentang Alvin kepada Maya dan Vanya atau tidak. Apalagi melihat Vanya yang semakin hari semakin terlihat bahagia mengurus putrinya, Membuat Abrisam tidak sampai hati menceritakan apa yang baru saja ia ketahui.


__ADS_2