
Perlahan Maya mendekati Abrisam yang masih menatap lurus kedepan Dapat di lihat dengan jelas dari wajahnya jika Abrisam begitu kecewa dengan apa yang ia dengar.
Maya pun memberanikan diri meraih tangan sang suami dan duduk di tepi ranjang.
"Apakah Mas Adi meragukan ku?"
Pertanyaan Maya mengagetkan Abrisam, Ia menatap wajah Maya dan membalas genggaman tangannya diikuti senyum tipisnya.
"Tidak, Sama sekali tidak."
"Mas percaya sepenuhnya pada ku?"
"Tentu, Kamu istri ku, Aku akan lebih percaya pada istri ku daripada orang lain."
"Tapi Vanya juga putri mu."
Abrisam terdiam sedih. Kekecewaan yang pernah Vanya goreskan di hatinya saja belum begitu kering, Kini putri kesayangannya itu kembali menoreh luka di hatinya yang membuatnya malu dan merasa gagal menjadi Ayah yang baik.
"Mas..."
"Ya..."
"Maafkan Aku jika ada ucapan ku yang membuat Mas sedih."
"Tidak, Aku hanya merasa sedih karena telah gagal mendidik putriku menjadi wanita yang baik, Yang menjaga kehormatan diri dan orang tuanya." Abrisam menjeda ucapannya karena tak tahan menahan kesedihannya.
"Bagaimana jika Aku tidak bisa menjadi Ayah yang baik untuk anak kita kelak Maya?" lanjut Abrisam di sertai dengan tetesan air mata.
__ADS_1
"Jangan katakan itu Mas... Aku yakin Mas akan jadi Ayah yang baik untuk anak kita, Sekarang pun Mas telah menjadi Ayah dan suami yang baik. Jika ternyata Vanya tidak sebaik yang Mas harapkan, itu bukan kesalahan Mas, Dia sudah dewasa, Dia sudah tau mana yang baik mana yang butuk, Jadi apa yang sekarang terjadi bukan kesalahan Mas lagi."
"Terimakasih Maya, Terimakasih telah menjadi kekuatan ku, Padahal putri ku telah menghancurkan rumah tangga dan kebahagiaan mu."
"Ya itu benar, Tapi sepertinya sekarang Aku harus berterimakasih kepada putri mu."
"Berterimakasih? Maksud mu?" tanya Abrisam bingung.
"Ya, Karena putri mu Aku jadi menikah dengan mu, Dan karena putrimu Aku bisa menjadi seorang ibu," ucap Maya tersenyum.
"Jadi sekarang kamu sudah benar-benar ikhlas melepaskan Alvin sudah tidak ingin membalas dendam terhadap mereka lagi?"
Maya tersenyum menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada yang ku inginkan lagi selain kebahagiaan dalam rumah tangga kita."
Sementara di lorong menuju ruangan Vanya di rawat, Alvin masih memikirkan kata-kata Maya yang mengatakan ia tidak bisa memiliki keturunan. Kemudian ia mengingat-ingat terakhir kali berhubungan dengan Vanya. Ia pun mengingat saat Vanya tidak pulang ke rumah.
"Astaga...!" Alvin menghentikan langkahnya ketika mencocokkan itu semua.
"Ada apa Alvin?" tanya Vena.
"E... Tidak ibu, Aku hanya..."
"Apa kamu juga mulai meragukan putriku seperti mantan istri mu dan Ayah mertua mu?"
"B-bukan begitu ibu, Aku hanya sedang memikirkan kondisi Vanya dan bayi yang ada dalam kandungannya." elak Alvin.
__ADS_1
"Oh syukurlah, Aku pikir kamu meragukan putriku, Baiklah Alvin ayo cepat kita lihat keadaan Vanya."
Alvin mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya.
Di dalam ruangan, Vanya sedang di buat resah dengan kehamilannya. Ia sendiri merasa ragu jika bayi yang ada dalam kandungannya bukanlah bayi Alvin mengingat semenjak pernikahan Ayahnya dan Maya, Mereka jarang sekali berhubungan suami-istri, Terlebih saat terakhir kali mereka berhubungan Vanya meninggalkan rumah dan terjadilah peristiwa dimana ia di tiduri oleh dua pria yang tidak ia kenal membuat Vanya semakin yakin jika bayi yang ada dalam kandungannya bukanlah bayi Alvin.
"Apakah bayi yang ada dalam kandungan ku bayi dari salah satu pria di club malam itu?" batin Vanya.
Ckleekkk...
Vanya terperanjat mendengar pintu yang tiba-tiba terbuka.
Untuk pertama kalinya ia merasa tegang melihat tatapan tajam Alvin pada dirinya. Namun perasaan tegang itu di selamatkan oleh ibunya yang langsung memeluknya.
"Sayang... Hiks... Hiks... Hiks..." isaknya.
"Ada apa ibu, Apa Ayah senang mendengar kehamilan ku?"
"Sayangnya nya tidak."
"Bagaimana mungkin Ayah tidak merasa senang dengan kehamilan ku?"
"Karena Maya bilang Aku tidak bisa memiliki keturunan." saut Alvin.
Vanya membelalakkan kedua matanya mendengar apa yang Alvin katakan. Kecurigaannya kepada dua lelaki yang menabur benih di malam itu semakin besar kebenarannya.
Bersambung...
__ADS_1
š Terimakasih atas Doa dan ucapan selamat yang luar biasa dari kalian semua gak nyangka masih banyak yang setia dan mau ngertiin keadaan Author. Gak bisa balas apa2 kecuali Doa yang sama untuk kalian semua, Semoga kalian semua juga selalu dalam keadaan sehat rezeki yang halal dan berkah š¤²ā¤ļø