Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Extra Bab


__ADS_3

"Kalau tidak ada lagi yang Non Siska perlukan, Saya izin pulang dulu Non, Sekalian saya izin besok gak bisa masuk kerja, Saya ada janji dengan Vanya."


Seolah belum tersadar dari lamunannya, Vanya masih diam mematung tak menjawab apa yang Johari katakan. Namun Johari yang tidak mau terjebak berduaan di tengah malam memutuskan untuk tetap pergi meninggalkan villa.


Begitu mendengar suara pintu terbuka, Siska baru tersentak dan menoleh ke arah Johari yang sudah melangkah keluar, Siska segera berlari mengejar Johari dan berusaha menghentikannya. Namun Johari yang sudah masuk kedalam mobilnya mengabaikan teriakan Siska yang masih berusaha mengejar Mobilnya.


"Jo... Jo..." teriak Siska hingga nyaris tersungkur.


"Non Siska..." spontan Johari yang melihat dari kaca spionnya menghentikan mobilnya. Namun memikirkan apa yang baru saja Siska lakukan padanya, Johari memutuskan untuk kembali menjalankan mobilnya.


"Maafkan saya Non, Saya terpaksa meninggalkan Non Siska. Saya juga terpaksa berbohong pada Non Siska jika saya akan menikah dengan Vanya." batin Johari yang sesekali melihat kaca spionnya memastikan Siska baik-baik saja.


"Bareng*sek jamu Jo... Kamu akan menyesal karena telah menolak dan mengabaikan ku seperti ini!" teriak Siska yang tidak lagi di dengar oleh Johari.


Sesampainya di rumah, Andrie yang melihat kedatangan Johari langsung menghampirinya dan menanyakan keberadaan Siska.


Johari pun kembali berbohong dengan mengatakan jika Siska telah menunggunya di villa. Dengan begitu, Johari tidak akan lagi merasa khawatir jika Siska hanya seorang diri di villa yang jauh dari kota.


"Baiklah kalau begitu saya berangkat sekarang."


"Baik Boss,"


Andrie mengangguk dan masuk ke mobilnya. Sementara Johari bersiap untuk pulang ke rumah kakaknya.


•••


Ting... Tong...


"Siapa yang datang pagi-pagi begini?" sambil mengeringkan rambut menggunakan handuknya. Alvin bergegas turun.


Ting... Tong...

__ADS_1


"Iyaaa... Kenapa tidak sabaran seka..." ucapan Alvin masih menggantung begitu ia membuka pintu.


Alvin begitu terkejut melihat Abrisam mantan Bos sekaligus mantan mertuanya yang berdiri di depan pintu rumahnya.


"A-e... Tuan Abrisam...?"


"Hallo Alvin, Bagaimana kabar mu?"


"A-aku baik, Bagaimana Tuan Abrisam tau dimana Aku tinggal?"


"Jangan khawatir Alvin, Aku kesini bukan mencari mu, Aku datang untuk menemui adik ipar mu, Kemana dia, Apa dia di rumah?"


"M-maksud Tuan Abrisam Johari? Tapi bagaimana Tuan tahu jika.." Alvin menjeda ucapannya. Kemudian kembali melanjutkannya.


"Maaf Aku lupa jika Anda adalah Tuan Adiyaksa Abrisam, Tentu tidak sulit untuk Anda mencari tahu segalanya tentang ku dan keluarga baru ku."


"Siapa yang datang Mas... Kenapa tidak di suruh masuk?" tanya Jihan yang kemudian melihat Abrisam masih berdiri di depan pintu.


"Oh... Beliau..."


"Ooh... Kalau begitu silahkan masuk... Mari Tuan..."


"Mas... Kenapa masih diam saja, Ajak Bos mu masuk." lanjut Jihan yang melihat Alvin masih saja berdiri.


"E-iya... Silahkan masuk Tuan."


Abrisam pun mengangguk dan melangkah masuk mengikuti Jihan yang sudah lebih dulu masuk, Sementara Alvin dengan perasaan resah berjalan di belakang Abrisam.


"Silahkan duduk Tuan, Mau minum apa?" tanya Jihan.


"Tidak perlu repot-repot, Saya kesini ingin bertemu Jo, Kemana dia?" tanya Abrisam melihat kesana-kemari.

__ADS_1


"Oh maksud Tuan Johari?"


Abrisam tersenyum mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Johari sedang bermain dengan Tiara Putri kami, Dia kalau sedang libur bekerja begitu, Seneng banget ngajak main Tiara."


"Tidak salah lagi. Jo sangat menyukai anak-anak, Dia pasti akan menyayangi Vanina seperti anak kandungnya sendiri." batin Abrisam begitu mendengar apa yang Jihan katakan.


"Biar Aku panggilkan," ucap Alvin yang kemudian pergi memanggil Johari.


•••


Tidak lama kemudian, Alvin kembali dengan menggendong Tiara, Sementara Johari berjalan di sampingnya. Abrisam langsung berdiri melihat Alvin yang kini terlihat sudah jauh berubah dan sangat Tiara.


"Jika Alvin telah berbahagia dengan keluarga barunya, Putri ku juga berhak bahagia setelah menyadari semua kesalahannya." batin Abrisam.


"Tuan Abrisam..." sapa Johari.


"Oh... Jo, Bagaimana kabar mu?" tanya Abrisam mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Baik Tuan." saut Johari menjabat tangan Abrisam.


"Silahkan duduk Tuan, Ada keperluan Apa mencariku?"


"Pertama-tama Aku datang untuk bersilaturahmi, Kedua Aku juga ingin mengenal keluarga mu, Dan ketiga..." Abrisam menjeda ucapannya.


"Seharusnya ini tidak dilakukan oleh pihak perempuan, Tapi demi putri ku, Aku harus melakukan ini."


Johari, Jihan dan juga Alvin saling memandang mencari jawaban atas kata-kata yang Abrisam ucapkan.


"E-begini Jo, Kamu sudah tau kan jika Vanya putriku mencintai mu, Jadi maksud kedatangan ku kemari ingin menawarkan lamaran apakah kamu mau menikah dengan putriku?"

__ADS_1


Semua orang terhenyak mendengar apa yang Abrisam katakan.


Bukan hanya Alvin yang terkejut dengan lamaran itu mengingat Maya dan Vanya adalah mantan istrinya, Tapi Johari yang semalam berbohong kepada Siska jika ia akan menikah dengan Vanya merasa kebohongannya bisa saja menjadi kenyataan jika ia menerima lamaran itu.


__ADS_2