
Tok... Tok... Tok...
Abrisam mengetuk pintu kamar yang tertutup rapat karena sang istri ngambek karena keinginannya tidak terpenuhi.
Ia berusaha membujuknya dengan sabar agar bisa menundanya sampai besok pagi.
Setelah membujuknya hampir tiga puluh menit akhirnya Maya membukakan pintu dan menyetujui untuk mencari kedondong besok pagi.
Ckleekkk...
Abrisam merasa lega karena Maya telah membukakan pintu untuknya. "Bisa beri Aku makan sedikit saja?" Dengan wajah memelas Abrisam menunjukkan jika ia begitu lapar karena sejak siang ia belum makan.
Melihat hal ekspresi wajah suaminya, Maya merasa kasihan dan juga menahan tawanya. Kemudian ia menggandeng tangan sang suami untuk turun ke dapur.
"Duduklah, Aku sudah menyiapkan begitu banyak makanan untuk mu," ucap Maya sembari memegang kedua pundak suaminya untuk duduk menyantap makanan yang sudah ia hidangkan.
"Kamu menyiapkan begitu banyak makanan tapi kamu menunggu ku meminta makan pada mu?"
"Maafkan Aku, Aku ingin segera mengatakan jika Aku begitu ingin makan asinan kedondong sehingga Aku tidak meminta mu untuk makan terlebih dahulu."
"Baiklah tidak masalah, Kamu hanya meminta kedondong dan sepertinya itu tidak sulit, Besok kita bisa pergi ke pedesaan untuk mencari pohon kedondong."
Mendengar hal itu, Maya bersorak kegirangan dan mengalungkan kedua tangannya di leher Abrisam sembari mengecup pipinya dari belakang.
__ADS_1
Abrisam pun terdiam menatap Maya yang terlihat semakin menunjukkan rasa sayang nya terhadap nya. Namun tak juga sekalipun mengatakan cintanya hingga detik ini.
Melihat tatapan Abrisam, Maya langsung melepaskan tangannya dan menjadi salah tingkah.
"E... Akan ku bereskan," ucap Maya yang langsung membawa piring kotor untuk menghindari perasaannya yang tak menentu.
ā¢ā¢ā¢
Keesokan harinya Abrisam yang sudah mencari informasi kepada supir kantor, Mengajak Maya ke salah satu kota pinggiran Jakarta Selatan untuk menemukan pohon kedondong seperti keinginan Maya.
Setelah menelusuri beberapa kilometer dari pusat kota akhirnya ia menemukan kebun kedondong yang cukup luas.
"Akhirnya..." ucap Abrisam menghentikan mobilnya dan langsung melepaskan sabuk pengaman dengan penuh semangat.
"Ya, Tentu saja, Aku ingin melihat bagaimana Mas Adi naik keatas pohon mememetiknya langsung."
"Kamu masih tidak mempercayai ku?" tanya Abrisam tertawa.
Maya hanya tertawa. Kemudian mereka turun bersama-sama.
"Kita temui pemiliknya untuk meminta izin jika istri ku sedang ngidam kedondong yang langsung dari pohon," ucap Abrisam mencubit gemas pipi Maya.
Maya tersipu malu dan mengikuti Abrisam yang menggandeng tangannya untuk menemui pemilik kebun.
__ADS_1
Setelah mendapat izin dan mencapai kesepakatan harga, Abrisam mengajak Maya untuk mencari pohon kedondong yang paling banyak berbuah dan tidak terlalu tinggi.
"Tunggulah disini, Aku akan mengambilkannya untuk mu," ucap Abrisam yang tak lupa mengusap pipi Maya dengan penuh kasih sayang.
"Hati-hati..." ucap Maya yang merasa sedikit khawatir karena tidak yakin jika Abrisam bisa naik pohon yang tingginya mencapai lebih dari 20 meter tersebut.
"Apa kamu meragukan suami mu?" tanya Abrisam yang mulai menaiki pohon tersebut.
Maya tersenyum tipis dan terus menatap sang suami yang semakin tinggi menaiki pohon. Rasa khawatir dan deg-degan begitu Maya rasakan mengingat pohon kedondong yang masih sedikit basah karena matahari belum menampakkan sinarnya.
Satu persatu Abrisam berhasil meraih buah yang sering di sebut sebagai lambang kemunafikan karena luarnya yang halus namun dalamnya penuh duri.
"Sayang... Aku berhasil." triak Abrisam sembari menunjukkan buah kedondong di tangannya.
"Mas Adi hati-hati...!" triak Maya yang menjadi panik melihat Abrisam yang hanya berpegangan pohon dengan satu tangan.
"Tenanglah Sayang, Aku akan mengambilkan banyak buah untuk... Aaaaaa.....!!!"
"Mas Adiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...!!!" triak Maya yang melihat Abrisam terpeleset dan kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dari atas pohon.
Bersambung...
š Bab santuy dulu yah, Namanya orang ngindam ya macam-macam, jangankan dunia halu, Dunia nyata aja ada yang katanya ngidam vila mewah, Mobil mewah, Tas Mewah dll, Ntah itu ngidam apa memfitnah anak yang masih ada dalam kandungan š¤£
__ADS_1