Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Extra Bab


__ADS_3

Maya kembali ke kamar dan melihat Abrisam yang sudah tertidur sembari memegang tangan mungil Baby Aditya.


Sambil mengukir senyum, Maya mengusap kepalanya dan mengecup lembut ujung keningnya.


Setelah mengecup sang suami, Maya beranjak bangun. Namun baru saja ia memutar tubuhnya, Abrisam kembali menarik tangan Maya hingga terjatuh ke atas tubuhnya.


"Hah!" Maya yang mengira Abrisam benar-benar sudah tertidur begitu terkejut menatapnya.


"Apa kamu pikir setelah mencuri satu ciu'man dariku, Kamu bisa melarikan diri begitu saja?" tanya Abrisam memeluk erat pinggang Maya.


"Jadi Mas pura-pura tidur?"


"Tentu saja, Aku masih ingin menagih janji mu."


"Janji? Janji apa?"


"Jangan pura-pura lupa, Ayolah."


Maya tersenyum dan beranjak duduk lalu membuka kaos oblong yang Abrisam gunakan. Aroma maskulin khas pria dewasa langsung tercium di hidung Maya sehingga menambah gair'ah nya.


Tanpa menunggu perintah, Maya langsung menci'umi dada Abrisam yang kini di penuhi bulu-bulu halus hingga memberikan sensasi tersendiri untuk Maya.


"Oughhh... Teruskan Sayang..." ucap Abrisam meminta lebih.


Maya semakin bersemangat memberikan kecupannya. Bahkan kali ini bukan hanya kecupan, Maya juga meninggalkan tanda merah di sana serta sesekali memainkan lidahnya yang membuat Abrisam merinding geli.


"Buka Sayang, Dia juga menginginkan belaian tangan mu." ujar Abrisam memberi isyarat. Namun dengan sengaja Maya tidak mau melakukannya sehingga membuat Abrisam yang sudah tidak tahan lagi menjambak rambut bagian belakang Maya dan melu'mat bibirnya.

__ADS_1


"Eummhhh... Cup... Kamu mau main-main dengan ku?" tanya Abrisam yang sudah di kuasai kabut gair'ah. Namun hal itu tidak membuat Maya takut, Justru Maya membalas ciu'man Abrisam tidak kalah ganasnya.


"Aku suka ini, Sekarang gilirannya." Abrisam kembali memberi isyarat ke bawah yang sudah menegang sejak beberapa menit lalu. Tidak mau bermain-main lagi, Maya menurunkan celana pendek yang Abrisam kenakan. Namun baru sebatas lutut, Permainan mereka terhenti oleh tangisan Baby Aditya. Sontak hal itu membuat Abrisam kembali berbaring dengan lemas.


Maya terkekeh geli melihat reaksi Abrisam. Tanpa rasa bersalah Maya berbaring miring dan memberikan Asi untuk Baby Aditya.


"Kamu terlalu banyak main-main Maya, Aku akan membalas mu," ucap Abrisam sembari meremad kuat bulatan yang tengah terisi penuh oleh asi.


•••


Keesokan harinya Vanya yang tengah berada di perjalanan, Menghentikan mobilnya ketika merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia turun dari mobil dan melihat-lihat seluruh roda mobilnya.


Vanya menjadi begitu kesal ketika mendapati ban mobilnya kempes di saat ia harus buru-buru menghadiri pertemuan yang Ayahnya adakan setelah sekian lama ia mengambil cuti dari pekerjaannya.


"Kenapa semesta selalu ingin membuat ku terlihat buruk di dapan Ayah." ujarnya kesal.


"Anda...?" pria itu juga merasa terkejut melihat Vanya. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan wanita yang telah menabraknya.


"Kamu pria malam itu kan?"


"Benar Nona." saut pria itu dengan sangat sopan.


"Aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengan mu, Bagaimana mobil mu, Apa sudah di perbaiki?" tanya Vanya melihat kearah mobil yang ternyata mobilnya sudah berbeda dari yang ia tabrak.


"Masih di bengkel Nona."


"Katakan jika sudah selesai di perbaiki, Aku akan mengganti biaya nya."

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir Nona, Oh ya kenapa Nona berdiri di tengah jalan begini?"


"E-mm.. Ban ku kempes."


Pria itu melihat ke arah ban mobil Vanya.


"Apa Anda menbawa ban serep?"


"Ya, Ada, Apa kamu bisa menggantinya?"


"Akan ku coba." pria itu pun mengambil ban serep yang berada di jok belakang. Kemudian mulai menggantinya.


Vanya yang menatap pria itu begitu tekun dan sopan saat bicara dengannya. Menjadikan daya tarik tersendiri untuknya.


Tidak mau membuang-buang kesempatan, Vanya pun menanyakan nama pria itu.


"Siapa nama mu?"


"Aku?"


"Ya."


"Aku Johari, Panggil saja Jo."


Vanya mengangguk-angguk senang dan memperkenalkan dirinya.


"Aku Vanya."

__ADS_1


"Salam kenal Nona." ujar Johari yang terus fokus mengganti ban mobil tanpa menoleh ke arah Vanya yang terus menatapnya.


__ADS_2