
GAIRAH ANAK ANGKAT (Bab 3)
Amira tak bisa lagi menahan air mata yang sejak tadi ia tahan.
Ia terduduk lemas menyangga kepalanya dengan kedua tangannya.
Amira sama sekali tidak menyangka jika suaminya yang selama ini begitu romantis dan mengayomi dirinya sekalipun pernikahan mereka hampir berjalan dua puluh tahun tanpa seorang anak yang terlahir dari rahimnya sanggup menghianati dirinya sekejam itu.
"Setidaknya lakukan itu dengan wanita lain, Jangan dengan putri kita," ucap Amira di sela-sela tangisnya.
"Amira... Maafkan Aku, Aku benar-benar khilaf, Ntah setan apa yang merasuki pikiran ku sehingga Aku sanggup berbuat demikian kepada Sherly, Anak yang Aku rawat dengan tanganku sendiri."
"Keluar Mas!"
"Amira..."
__ADS_1
"Aku bilang keluar!"
Dengan nafas beratnya, Sofyan bangkit dan terpaksa meninggalkan Amira yang masih berderai air mata.
Setelah meninggalkan kamar Amira, Dengan ragu Sofyan melangkah ke kamar Sherly. Ia berdiri beberapa menit seolah berpikir keputusan untuk mendatangi kamar anak angkatnya setelah apa yang baru saja terjadi.
Mengingat bagaimana Amira menangis, Sofyan yang sudah memegang gagang pintu, Mengurungkan niatnya dan berbalik badan meninggalkan kamar Sherly. Namun baru beberapa langkah Sofyan berjalan. Sherly keluar dan menghentikannya.
"Ayah..."
"Ayah..." ucap Sherly lagi dengan nada yang terdengar begitu manja di telinga.
Sherly melangkah mendekati Ayah angkatnya yang hanya terdiam mematung menatapnya, Seakan bingung apa yang harus di lakukan.
"Apa Ayah marah padaku?" tanya Sherly dengan mencebikan bibir seraya memasang wajah memelas sehingga siapapun yang melihat pasti tidak akan tega memarahinya bahkan akan cenderung gemas ingin mencubit pipinya.
__ADS_1
"Tidak Sayang... Ini bukan salahmu," ucap Sofyan sesuai harapan Sherly yang langsung mencubit lembut pipi kenyalnya.
Merasakan sentuhan jari telunjuk dan ibu jari Ayah angkat yang masih di pipinya, Sherly kembali menatap nakal Sofyan, Bahkan ia langsung menjulurkan lidahnya dan memberi ji*latan pada ibu jari itu dengan tatapan yang super sensual. Membuat benda kebanggaan Sofyan tegak dengan sendirinya.
Seperti yang sudah ahli dalam bercinta, Sherly tersenyum smirk dan langsung memasukan ibu jari Sofyan ke mulutnya, Memberi esapan menggoda sehingga Sofyan tidak tahan lagi dan mendorong masuk tubuh Sherly ke kamarnya.
Tidak memikirkan lagi istri yang tengah menangis di kamarnya, Sofyan mendorong tubuh Sherly ke atas ranjang dan langsung menindih tubuh sintal sang anak angkat seperti seekor singa yang ingin memangsanya.
Dengan penuh rasa bahagia Sherly menerima setiap sentuhan Ayah angkatnya tanpa memikirkan ibu yang telah mengangkatnya menjadi putrinya memberi kasih sayang setulus hatinya serta kehidupan yang layak bahkan bisa dikatakan lebih dari berkecukupan.
Suara desa*han serta tubuh yang meliuk-liuk bak cacing kepanasan membuat Sofyan semakin bersemangat untuk menggarap tubuh Sherly yang tadi sempat tertunda karena kedatangan Amira.
Bersambung...
Buat yang suka Hottie dan menguras emosi jangan lupa mampir ke novel terbaru Author yang berjudul GAIRAH ANAK ANGKAT ya,
__ADS_1
Di tunggu kehadirannya, Terimakasih š¤ā¤ļø