
Begitu sampai rumah, Siska langsung mencecar berbagai macam pertanyaan kepada Andrie yang hanya pulang seorang diri.
"Kok sendiri..." tanya Siska sembari celingak-celinguk ke belakang Andrie.
"Bayinya mana?"
"Tidak bisakah Aku duduk dulu? Kamu pikir ambil bayi itu mudah, Ambil boneka saja ketahuan pemiliknya, Pemiliknya pasti nangis."
"Kok kamu jadi marah sama Aku sih, Aku kan cuma nanya."
Andrie tak mempedulikan Siska dan naik ke kamarnya. Siska terus mengikuti dan tak henti-hentinya meminta penjelasan apa yang terjadi sehingga ia tidak berhasil membawa bayinya.
"Ayah Vanya bukanlah orang sembarangan, Dia tidak akan membiarkan ku membawa cucunya begitu saja, Dan apa kamu tahu jika ternyata supir kita sedang dekat dengan wanita ja*ang itu."
"Apa!? Maksud mu Johari?"
"Siapa lagi?"
"Astaga kamu benar-benar bodoh Andrie."
"Kamu berrani bilang Aku bodoh?"
"Ya kamu bodoh... Saaaangat bodoh. Jika Johari tengah dekat dengan wanita ja*ang itu kenapa tidak manfaatkan Johari untuk mengambil bayi itu?"
__ADS_1
Andrie berpikir sejenak sebelum membenarkan apa yang istrinya katakan, Tapi sayang semuanya sudah terlambat karena sikap sombong Andrie kepada Johari.
"Tapi Aku sudah menghina dan mengancam akan memecatnya."
"Apa!? Ternyata kamu lebih bodoh dari yang ku kira, Kenapa tidak menggunakan otak mu saat melakukan itu?"
"Harghhh!!! Sudahlah Siska, Aku pusing! Kamu bisanya hanya marah-marah dan menghina ku!" dengan kesal, Andrie pergi ke kamar mandi dan membanting pintu dengan begitu kencangnya.
ā¢ā¢ā¢
Keesokan harinya Johari masuk kerja seperti biasanya, Melihat Johari datang Andrie mendekat Johari dan kembali meluapkan kekesalannya.
"Masih datang kerja kamu?"
"Banyak ngomong kamu!"
Johari hanya diam, Menurutnya itu sesuatu yang biasa karena memang Andrie selalu meluapkan kekesalannya bahkan tak jarang memakinya.
"Aku tau kamu pasti mendekati Vanya hanya ingin numpang hidup darinya kan, Udah bosan jadi kacung makanya kamu bermimpi ingin menjadi Boss seperti ku, Tapi perlu kamu ingat jika kamu berhasil menikahinya Vanya itu hanyalah barang bekas, Bukan bekas dari satu dua lelaki tapi dari banyak lelaki, Bahkan anaknya itu tidak jelas siapa Ayahnya, Apa kamu tidak merasa jijik saat ingin menyentuhnya?"
"Lalu apa Boss Andrie tidak merasa jijik saat menyentuhnya?"
Seketika Andrie langsung terdiam. Ia merasa kena mental karena pertanyaannya di kembalikan kepadanya.
__ADS_1
"Bahkan pada zaman dahulu ada seorang wanita pezina diampuni dosanya hanya karena menolong seekor An*ing yang hampir mati kehausan. Jadi kita tidak pantas menilai seseorang hanya dari masa lalunya. Lagipula dalam hal ini yang berbuat dosa bukan hanya si wanita, Tapi juga si lelaki, Tapi kenapa hanya wanita yang di anggap pendosa dan menjijikkan?"
"Johari cukup! Kamu semakin lancang! Ingat posisi mu, Kamu masih supir ku!"
Mendengar keributan Siska keluar dan melihat Andrie tengah memarahi Johari, Melihat itu, Siska segera keluar dan menarik tangan Andrie masuk.
"Apa kamu lupa apa yang ku katakan semalam?"
Andrie hanya diam dengan kemarahan yang masih menguasai hatinya.
"Masih baik Jo masih mau masuk, Ini kesempatan kita untuk bersikap baik padanya dan memanfaatkan Johari yang tengah dekat dengan Vanya untuk merebut anaknya, Kenapa kamu tidak mengerti juga!?"
"Kamu tidak mengerti, Johari bukan orang bodoh yang bisa di kendalikan."
"Jadi kamu mengakui jika Jo pintar?"
Pertanyaan itu membuat Andrie semakin kesal dan meninggalkan Siska yang masih belum selesai bicara.
"Andrie... Andrie..." Siska berusaha menghentikan Andrie yang keluar dengan mobilnya.
Melihat itu Johari hanya terdiam, Karena tugas utamanya adalah menemani Siska kemanapun ia pergi.
š Mohon maaf baru di sempetin lagi, Si Baby semakin aktif, Sulit sekali di sambi š
__ADS_1