Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Extra Bab


__ADS_3

Andrie menemui Vena yang masih mendekam di penjara.


Dengan sikap lembutnya, Andrie memberikan makanan kesukaan Vena. Andrie yang cukup lama menjadi simpanan Vena masih ingat jelas apa saja yang disukai dan tidak disukai Vena.


Melihat sikap manis Andrie, Vena yang masih belum bisa melupakan Andrie sepenuhnya menjadi berbunga bahagia, Mengira Andrie telah menyadari kesalahannya dan berniat kembali padanya.


"Andrie... Kamu masih ingat makana favorit Tante?"


"Tentu saja Tante, Aku tidak akan pernah melupakan apa yang Tante sukai dan tidak Tante sukai."


"Sikapmu manis sekali Andrie, Apa kamu kesini karena menyesal dan ingin memperbaiki hubungan kita?"


Mendengar pertanyaan Vena yang begitu percaya diri, Andrie merasa begitu muak pada wanita yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu. Namun ia harus menahan diri demi tujuannya.


Dengan sangat terpaksa, Andrie tersenyum meng-iyakan pertanyaan Vena.


"Ya itu betul Tante."


"Benarkah Andrie?" tanya Vena memastikan.


"Iya, Aku menyesal karena sempat tidak mengakui bayi yang Vanya kandung."


Mendengar itu Vena langsung terdiam. Hatinya benar-benar kecewa Andrie lebih menyesal karena pernah menyia-nyiakan Vanya daripada dirinya.


"Jadi kamu menyesal karena Vanya, Bukan diriku?"

__ADS_1


"A-e... Begini Tante... Sebenarnya, Aku tidak peduli dengan Vanya, Tapi Aku menginginkan putriku."


"Jadi...?"


"Jadi maksud ku, Aku butuh bantuan mu untuk mendapatkan putri ku."


"Jadi kamu hanya ingin memanfaatkan ku?"


"Bukan begitu Tante, Begini Tante, Usia Tante kan sudah tidak lagi muda, Tante tidak mungkin punya anak, Jadi untuk kelangsungan hidup kita, Aku ingin merawat putriku."


"Maksud mu merawatnya dengan ku?"


"Ya..."


Mendengar itu Andrie terdiam, Jika harta saja yang ia inginkan, Tentu ia tidak akan repot-repot mencari cara untuk merebut putrinya dari Vanya. Toh Vanya juga tak kalah kaya nya. Tapi ia terlalu mencintai Siska sekalipun Siska tak bisa memberinya keturunan.


"Andrie kok kamu diam? Jangan-jangan kamu sedang berpikir untuk menikahi Vanya dan mencampakkan ku lagi?"


"E... Bukan begitu Tante, Aku sedang berpikir dimana Aku bisa menemukan putriku."


"Keluarkan Aku dari sini Andrie, Maka Aku akan mempermudah rencana indah ini."


"Tante yakin bisa membantu ku?"


"Andrie, Vanya putriku, Aku tau bagaimana cara membujuknya."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, Aku akan urus kebebasan Tante sekarang."


Andrie pun menghubungi pengacaranya untuk membebaskan Vena dari penjara. Setelah itu Andrie meminta izin pergi dan berjanji akan menjemputnya besok.


Di kediaman Abrisam, Maya dan Abrisam tengah bermain dengan Aditya dan Vanina, Usia mereka yang sudah lebih dari tiga bulan membuat kedua bayi itu senang sekali di ajak bicara.


Maya bersama Aditya sementara Abrisam bersama Vanina cucunya.


Mengangkatnya tinggi-tinggi, Mengajaknya bicara layaknya berbicara dengan bayi sambil sesekali saling berpandangan melempar senyum.


"Ini sangat membahagiakan sekali bukan?" tanya Abrisam.


"Sangat." saut Maya tersenyum.


"Sayang sekali Vanya tidak mau menikmati momen ini." ujar Abrisam.


"Biarkan saja ia menghibur diri dengan bekerja dan melakukan aktivitas yang ia senangi, Lagipula Aku juga tidak ada pekerjaan jika tidak mengurus mereka berdua."


"Kata siapa kamu jadi tidak ada pekerjaan? Kamu sudah tiga bulan ini tidak mengerjakan tugas mu sebagai seorang istri?"


"Maksud Mas Adi?"


"Mayaaa... Kamu sudah tidak memberiku jatah selama tiga bulan ini..."


Mendengar itu Maya terkekeh, Itu memang benar, Karena kesibukan Abrisam di kantor dan kesibukan Maya mengurus anak dan cucunya membuat ia mudah sekali tidur ketika malam tiba. Bahkan terkadang Abrisam belum pulang pun Maya sudah tidur.

__ADS_1


__ADS_2