Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Penyesalan


__ADS_3

Venya menjatuhkan diri ke lantai dengan lemah. Setelah tinggal jauh dari Ayahnya. Kini ia juga kehilangan Alvin yang selama ini selalu mematuhi apapun yang ia ucapkan. Belum lagi dengan bayi yang ia kandung, Yang belum jelas siapa Ayahnya, Membuat Vanya semakin merasa frustasi di buatnya.


Dalam kesedihannya, Vanya di kagetkan oleh dering ponselnya.


Vanya yang melihat nama ibunya tertera di layar ponselnya tak mau mengangkat panggilan darinya karena kekesalannya yang belum mereda.


"Kemana dia, Kenapa tidak mengangkat ponselnya," ucap Vena kesal.


"Bagaimana Bu, Jangan mengulur-ulur waktu kami," ucap penyidik.


"Beri saya sedikit waktu Pak," tawar Vena.


"Baiklah lima menit lagi."


Vena pun menjadi panik dan mengirimkan pesan kepada Vanya untuk membebaskan dirinya dari ancaman penjara yang sudah di depan mata.


"Vanya Sayang... Tolong ibu nak, Ibu sedang di kantor polisi, Karena kesal, Ibu memukul Andrie menggunakan botol sampai dia pingsan, Ibu tidak tau keadaannya sekarang, Tapi sekarang ibu terjerat pasal penganiayaan berat, Dan kamu tau Sayang.... Ibu terancam pidana sampai lama 8 tahun. Bahkan jika sampai Andrie meninggal, Ibu bisa di penjara selama 10 tahun."


Vanya yang membaca pesan itu langsung menelfon ibunya.


"Hallo..."


"Akhirnya kamu menelfon ibu Sayang..."


"Sebenarnya apa hubungan ibu dan Andrie?"


"A-a-apa yang kamu katakan Sayang, Tidak ada hubungan apapun diantara kami, Ibu marah dan memukulnya karena dia sudah berani mempermainkan mu."


"Benarkah begitu?"


"Itu benar Sayang, Ibu tidak pernah berbohong."

__ADS_1


"Baiklah, Lalu apa yang ibu inginkan dariku?"


"Carilah pengacara yang terbaik untuk membebaskan ibu Sayang, Ibu tidak ingin di penjara."


"Lalu bagaimana dengan Andrie?"


"Aku tidak tau Sayang, Tapi kepalanya berlumuran darah, Semoga dia selamat, Jika tidak, Tamatlah riwayat ibu." tangis Vena pecah bebarengan dengan panggilan teleponnya yang berakhir.


"Bagaimana jika Andrie benar-benar Ayah dari bayi ku? Aku tidak akan membiarkannya tiada dan menjadikan bayiku lahir tanpa seorang Ayah." Vanya kembali meninggalkan rumah untuk mencari tahu keadaan Andrie tanpa mempedulikan malam yang sudah begitu larut.


•••


Pagi hari.


Maya mengerjakan rutinitas seperti biasanya seperti menyiapkan pakaian kerja karena hari ini Abrisam akan kembali ke kantor. Setelah itu, Maya menyiapkan sarapan dan menghidangkannya tanpa meminta asisten rumah tangganya yang melakukan.


Di tengah-tengah sarapan mereka, Bel pintu berbunyi, dan tak lama kemudian asisten rumah tangga datang mengatakan jika Alvin lah yang datang.


"Alvin?" tanya Maya dan Abrisam bebarengan.


Mereka melihat Alvin yang berdiri begitu lesu dan lusuh seperti orang yang tidak mengganti pakaiannya beberapa hari. Di wajahnya juga menyiratkan kesedihan yang tengah hatinya rasakan.


Maya dan Abrisam kembali saling menatap sebelum akhirnya Abrisam melangkah mendekati Alvin.


"Alvin... Ada apa, Kenapa kamu terlihat sedih?"


"Semua sudah berakhir Tuan."


"Berakhir, Apa maksudmu?"


"Ya, Istri Anda benar, Aku tidak bisa memiliki keturunan, Dan bayi yang ada dalam kandungan istri ku bukanlah anak ku."

__ADS_1


Abrisam cukup di buat sesak dengan apa yang ia dengar. Kekecewaannya kepada Vanya semakin bertambah dengan kehamilan Vanya.


"Tuan... Maafkan Aku, Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ku dengan putri mu, Bukan Aku tidak ingin menerima anak tidak berdosa itu, Tapi apa yang di lakukan putri mu, Sungguh menyakiti perasaan ku."


"Ya, Aku tau... Dan Aku tidak akan memaksamu untuk menerima putri ku, Kamu bebas mengambil keputusan apapun yang kamu inginkan."


Alvin mengangguk kecil dan melangkah ke hadapan Maya.


"Nyonya Abrisam, Aku minta maaf atas semua kesalahan yang pernah ku perbuat kepada mu, Meskupun Anda tidak berhasil membalas Apa yang ku lakukan kepada mu, Tapi Tuhan sendiri yang menghukum ku."


"Alvin... Jangan katakan itu,"


"Tidak Nyonya, Aku pantas menerima ini."


Maya hanya bisa terdiam menatap Alvin yang meminta izin untuk pergi.


Bersambung...


šŸ“Œ Baca juga Novel terbaru Author "Buka Niatku Selingkuh"


Bukan CEO, Bukan Mafia, Bukan juga kisah pria kaya raya yang menikahi gadis biasa. Hanya menceritakan tentang kisah cinta orang biasa, Yang tidak jarang kita temui di kehidupan sehari-hari sekitar kita.


Shanti tidak pernah berpikir untuk membagi cintanya kepada lelaki lain selain suaminya (Farhan), Terlebih kepada adik iparnya sendiri (Farzan). Namun peristiwa semalam yang terjadi di antara Shanti dan Farzan membuat perasaan keduanya berubah.


Akankah Shanti mempertahankan rumah tangga yang telah ia bina hampir sepuluh tahun?


Atau justru Shanti memilih adik iparnya yang selalu ada untuk dirinya?


Baca cerita selengkapnya dan masukan ke daftar favorit kalian šŸ¤—


Follow IG @_itsmenoor

__ADS_1


Add FB I'tsmenoor


Terimakasih šŸ™


__ADS_2