
Setelah selesai berbelanja, Andrie dan Siska pergi ke dokter kandungan. Ini sudah yang kesekian kalinya ia berkonsultasi dengan Dokter berbeda-beda. Namun hasilnya tetap sama, Siska tidak dapat mengandung karena faktor gaya hidupnya yang terlalu sering Merokok dan minum minuman beralkohol hingga menghambat terjadinya kehamilan. Bahkan bayi tabung yang mereka jalani pun selalu gagal hingga membuat keduanya merasa putus asa karena syarat mereka mendapat kekuasaan penuh atas perusahaan keluarga hanya jika mereka telah memiliki anak. Namun berbagai macam cara mereka lakukan untuk mendapatkan momongan tidak juga kunjung terwujud.
"Tidak ada cara lain lagi." ujar Siska begitu keluar dari ruang Dokter.
"Apa?" tanya Andrie.
"Lakukan tes DNA pada bayi wanita itu, Jika terbukti itu bayi mu maka bawa kehadapan Ayah ku."
"Apa!? Apa kamu gila?"
"Aku tidak gila, Tapi inilah jalan satu-satunya, Aku tidak ingin perusahaan di hibahkan begitu saja karena Aku tidak memiliki anak, Aku tidak ingin hidup susah."
"Lagian aneh banget sih Ayah kamu, Apa dia tidak menyayangi mu sehingga ingin menghibahkan seluruh hartanya jika kamu tidak memiliki anak?"
"Justru karena mereka sangat menyayangiku, Mereka ingin keluarga kami memiliki generasi, Tidak berhenti hanya pada diriku."
"Ya tapi tidak juga membawa anak wanita itu, Kita bisa adopsi anak lain kalau hanya untuk memenuhi syarat."
"Aku tidak ingin anak yang tidak memiliki hubungan darah dengan kita, Jika benar anak wanita itu anak mu, Setidaknya dia masih ada darah mu."
__ADS_1
"Lalu bagaimana kita akan menjelaskan, Apa keluarga mu akan menerima anak dari wanita lain?"
"Aku akan mengatakan jika Aku tidak bisa mengandung dan mengharuskan kita menyewa rahim orang lain untuk mengandung anak kita, Dan jika mereka tanya kenapa tidak mengatakan itu sebelumnya, Kita bisa menjawab kalau kita tidak ingin mereka kecewa jika ini gagal, Jadi lebih baik memberitahu setelah bayi lahir dengan selamat."
"Kamu sudah merencanakan ini dengan sangat matang."
"Ya, Sekarang giliran mu mencari gadis itu dan lakukan seperti yang ku perintahkan."
Andrie mengangguk setuju dan langsung menghubungi Johari untuk mengantarnya mencari Vanya.
"Baiklah, Kamu pulang saja, Aku akan langsung mencarinya."
"Andrie!"
"Jangan mengambil kesempatan di belakang ku, Tugas mu hanya menemukan wanita itu, Dan memastikan bayi itu anak mu atau bukan!"
Andrie hanya mengangguk kecil dan bergegas menuju mobil begitu melihat Johari datang.
Jebrettt...
__ADS_1
Andrie menghelai nafas panjang seolah baru terlepas dari tekanan sang istri.
"Sekarang kita mau kemana Pak?"
"Ke club' deh, Pusing..." ujar Andrie sembari menyandarkan kepalanya serta memijat pelipisnya.
Tidak membantah, Johari langsung melajukan mobilnya menuju club' biasa yang Andrie datangi.
Sepanjang perjalanan Andrie memikirkan kemana ia akan mencari Vanya sementara ia tidak tahu menahu tentang wanita itu.
"Rio?" Andrie jadi kembali teringat pada Rio yang terakhir kali bertemu ketika pertengkaran di rumah sakit saling menyalahkan atas bayi yang Vanya kandung.
"Aku akan menghubunginya, Siapa tau dia memiliki informasi tentang gadis itu." batin Andrie sembari mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Tuuuttt.... Tuuuttt... Tuuuttt....
Berkali-kali Andrie mencoba, Namun Rio tak juga mengangkat ponselnya. "Arrrgh sialll...!!! Dia benar-benar tidak mau mengangkat panggilan dari ku." gumam Andrie kesal.
Setelah terdiam beberapa menit, Andrie teringat akan Vena yang masih di penjara.
__ADS_1
"Ya... Vena, Yesss... Akhirnya Aku menemukan kunci dari semua masalah ku." Andrie bersorak dalam hati, Dan meminta Johari mengubah tujuannya dari club' ke rutan.
š Maaf baru di sempetin Up lagi, Fokus untuk Novel Layunya Bunga Desa yang sedang Ongoing, Yang belum mampir, Mampir yah š¤