Menikahi Ayah Pelakor

Menikahi Ayah Pelakor
Extra Bab


__ADS_3

Dengan menggendong Vanina, Johari mengulurkan tangannya pada Vanya. Membuat Vanya yang sedari tadi terpaku menatap Johari tersentak menatap uluran tangan itu.


"Hati-hati," ucap Johari.


Mendengar itu Vanya tersenyum dan meraih tangan Johari, Vanya terus menatap Johari yang juga melempar senyum padanya.


Sepanjang melangkah ke ruang tamu, Vanya tak hentinya menatap Johari yang mengajak bicara Vanina, Sebuah perlakuan seperti Ayah kepada putrinya sendiri. Hal itu membuat Vanya semakin memimpikan keluarga yang harmonis untuk dirinya dan juga putrinya yang tidak di akui Ayah kandungnya. Namun seketika khayalan itu buyar ketika suara seorang wanita memanggil namanya.


"Vanya..."


Vanya dan Johari secara bersama-sama menatap kearah pintu.


"Ibu..." lirih Vanya.


Keterkejutan Vanya semakin menjadi, Ketika melihat pria yang muncul di belakang ibunya.


"Andrie..."


"Boss..." lirih Johari.


"Jo?!" sama halnya Vanya dan Johari, Andrie juga begitu terkejut melihat supir pribadinya itu berada di rumah Vanya. Namun rasa penasarannya harus ia tahan ketika Vena mendekati Vanya.


"Vanya..."


"Ibu... Sejak kapan ibu bebas?"


"Ibu baru saja bebas Sayang berkat Andrie." ujar Vena sembari meraih Vanina dari gendongan Johari.


"Cucu Nenek sudah besar," ucap Vena yang membuat bayi itu langsung menangis. Hal itu membuat semua orang resah kecuali Johari yang bersikap tenang dan kembali meminta Vanina dari gendongan Vena. Namun hal itu di hentikan oleh Andrie.

__ADS_1


"Jo! Apa kamu lupa siapa diri mu?!"


Pertanyaan itu membuat Vanya dan Johari terkejut.


"Kamu hanya supir, Sementara Tante Vena adalah ibu dari Nyonya rumah ini, Dan bayi ini adalah cucunya. Lalu siapa kamu berrani meminta kembali Vanina dari gendongannya?"


"Dan lalu siapa dirrri mu berrrani mengatur dengan siapa Vanina di gendong? Apa salahnya jika Jo menggendong putriku, Lagipula dia juga menangis di gendong ibuku?"


"Kamu mempertanyakan Aku siapa? Apa kamu lupa jika Aku adalah Ayah dari putri mu!"


Semua orang terkejut tak terkecuali dengan Abrisam dan Maya yang baru keluar dari kamarnya dan melihat pertengkaran itu dari tangga.


"Apa, Jadi Boss Andrie Ayah dari anak Vanya?" batin Johari.


"Anak? Sejak kapan kamu mengakuinya sebagai anak mu, Dan darimana kamu tau jika Vanina adalah putri mu, Bukankah kamu menolak untuk melakukan tes DNA?"


Tanpa membantah Vena mengangguk menuruti perintah Andrie tanpa mempedulikan perasaan Vanya.


"Ibu... Jika ibu masih menyayangi ku, Aku mohon jangan bawa Vanina." Vanya memegangi tangan ibunya yang terus mendekap erat Vanina yang terus menangis kencang.


"Tante Vena jangan percaya air matanya, Apa Tante lupa saat Tante di penjara? Vanya tidak peduli Tante... Jika Aku tidak mengeluarkan Tante dari penjara, Sekarang Tante masih ada di penjara."


"Tapi ibu jangan lupa jika Andrie juga yang memenjarakan ibu." timpal Vanya.


"Tante... Sekarang tentukan pilihan Tante, Mau ikut dengan ku atau ikut dengan Vanya yang mungkin setelah ini akan kembali membuang Tante ke jalanan karena Ayah nya tidak mungkin membiarkan Tante tinggal bersama mereka."


Atas provokasi Andrie yang terus menerus, Akhirnya Vena memutuskan untuk menyingkirkan tangan Vanya dan melangkah mengikuti Andrie. Vanya pun terus berusaha mempertahankan bayinya dan memohon untuk tidak membawanya.


Melihat hal itu Johari berusaha membantu Vanya dan menanggung resiko karena melawan Bossnya sendiri.

__ADS_1


"Jo! Jangan ikut campur, Apa kamu mau di pecat?"


"Ibu... Jangan bawa anaku Aku mohon." tangis Vanya.


"Vena!!!" triak Abrisam yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka.


Semua orang pun menoleh ke arah Abrisam yang berjalan menghampiri mereka.


"Berraninya kalian berdua datang ke rumah ku dan mrmbuat keributan!"


Melihat ketegasan Abrisam Andrie menciut.


"Kau! Apa kau tidak ingat bagaimana kamu menolak bayi ini saat putri ku minta dirimu melakukan tes DNA?"


Andrie hanya diam menundukkan kepalanya.


"Dan kau!" Abrisam menunjuk ke Vena mantan istrinya.


"Apa kau tidak punya malu kemari dengan peliharaan mu dan ingin membawa cucumu dengan paksa? Jika kamu tidak bisa menjadi istri dan ibu yang baik, Setidaknya jadilah Nenek yang baik!"


Vena tidak bisa berbuat apa-apa ketika Abrisam merebut Vanina dari tangan Vena.


"Sekarang pergi dari sini dan bawa laki-laki tak berguna ini dari rumah ku!"


Andrie begitu kesal mendengar hinaan demi hinaaan yang Abrisam lontarkan. Namun ia merasa tak cukup berdaya untuk melawan Abrisam yang lebih segalanya dari segi apapun.


Akhirnya dengan terpaksa ia pergi dengan tangan kosong. Di ikuti oleh Vena yang juga merasa sudah kehilangan segalanya dan tak memiliki harapan apapun kecuali Andrie yang menjanjikan hubungan mereka akan kembali seperti dulu.


šŸ“Œ Testing Testing... Masihkah ada yang memantau? šŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2