
Amor menatap ke arah Liam yang terus mengikuti dirinya tersebut. Ia sudah muak diikuti terus menerus seolah-olah Ia adalah seorang buronan. Setiap hari Liam terlihat sangat menyebalkan dan tidak bisa ditentang.
Seperti saat ini pria itu melarang dirinya untuk ikut kerja kelompok padahal hal tersebut sangat penting bagi dirinya, akan tetapi tidak diizinkan oleh Liam.
"Kenapa kau selalu saja menghalangi diri ku. Tidak bisa kah kau mengerti perasaanku bahwa aku tidak ingin diikuti terus menerus dan bahkan kau dengan seenak jidat mu saja melarang aku itu ini," keluh Amor yang sangat kesal sekali dengan pria itu.
Tanpa disadari olehnya Liam yang melihat hal tersebut hanya tersenyum pelan seolah-olah ada yang tengah ditertawakan olehnya. Amor sangat membenci wajah itu dan ingin sekali ia mencakar-cakar nya. Ngomong-ngomong ia belum mengetahui bagaimana rupa dari seorang Liam. Banyak orang mengatakan bahwa rupa seorang Liam sangatlah mengerikan.
Apakah benar pria tersebut seburuk itu? Jika benar maka ia berada di dalam bahaya.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Seolah-olah ada yang tengah mengganggu mu saat memandang wajah ku?" Amor pun lekas tersadar saat mendengar bahwa pria itu menegur dirinya.
"Hm? Apa? Aku memandang mu? Yang benar saja? Kau hanya kegeeran," ucap Amor dengan wajah memerah tomat karena sudah tertangkap basah telah memperhatikan wajah pria itu. Pasti dia akan berpikir yang tidak-tidak mengenai dirinya. Ia tak akan membiarkan hal itu terjadi kepadanya. Bagaimanapun juga ia harus mengantisipasi hal tersebut. "Percaya dengan ku, aku sama sekali tidak ada menatap mu seperti itu. Kau tidak boleh kegeeran."
__ADS_1
Liam pun menarik napas panjang dan menatap ke arah Amor dengan tatapan yang sukar diartikan oleh wanita itu. maka dari itu ia takut jika pria tersebut telah memikirkan hal yang memalukan tentang dirinya.
"Benarkah? Baiklah jika seperti itu. Tapi kenapa kau seperti ada yang tengah disembunyikan oleh mu? Aku tidak akan menoleransi apapun," ucap pria tersebut yang terdengar sangat mengerikan di telinganya.
"Hm," jawab Amor yang tidak tahu harus mengucapkan apa. Yang terpenting dirinya bisa mengatasi masalah saat ini.
Amor pun diam dan menatap ke arah depan jalan tersebut dengan pandangan gusar. Ia dijemput paksa oleh laki-laki tersebut saking protektifnya kepada dirinya.
"Ya aku pasti akan menjenguknya nanti. Aku akan menyiapkan beberapa keperluan yang diperlukan oleh Papa," ucap wanita itu dengan wajah sedih.
Liam menyadari kesedihan tersebut. Akan tetapi lelaki itu diam dan tak berbicara apapun. Sekelebat rencana yang sudah ia susun pun berkeliaran di kepalanya dengan manis. Ia pasti akan bisa menyelesaikan misi ini.
"Amor pergilah sekarang untuk menjenguk tuan muda Karel?" Amor pun memandang ke arah Liam tidak mengerti. Apa maksud pria itu? Kenapa sangat tiba-tiba sekali?
__ADS_1
"Kan sudah aku katakan bahwa aku akan menjenguknya nanti? Bukan berarti tidak akan menjenguknya, bukan?"
"Ya aku tahu itu, aku pasti akan memahami mu. Tapi untuk sekarang tidak, karena situasinya berbeda."
Deg
Apa maksud Liam kenapa sangat misterius sekali?
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1