Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 13


__ADS_3

Liam menatap ke arah tuan muda Karel yang saat ini telah membuka matanya setelah sekian lama. Pria tersebut tersenyum lembut ke arah tuan muda Karel seraya menahan sesuatu yang ada di dal dirinya. Seolah banyak yang ia ingin katakan namun semuanya tertahan dalam suaranya.


Tuan muda Karel yang sudah lama tak melihat Liam sangat terkejut ketika menyadari bahwa Liam tumbuh begitu cepat dan bahkan anak itu yang ia temui di jalanan sekarang sudah besar. Tuan muda Karel berusaha menahan perasannya tersebut seraya mencengkram tangannya.


Ia tak bisa membuka suaranya dan mulutnya terasa sangat berat ketika ia hendak mengucapkan barang sepatah kata pun. Laki-laki tersebut menahan napasnya saat menyadari tragedi yang sudah lama berlalu namun rasanya sangat membekas.


"Aku tahu kau sangat sedih saat ini karena aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. Tapi kita tidak boleh berlebihan merasa sakit hati dan cukup dikenang karena semuanya sudah berlalu."


Tuan Muda Karel hanya tersenyum mendengar ucapan dari Liam yang seolah tengah memberikannya semangat. Mungkin ia tak akan menyangka bahwa Liam pula lah yang telah membunuh adiknya, Alexander yaitu keluarga kandungnya satu-satunya.


Jika ia mengetahui hal tersebut serta alasan Liam mungkin ia tak akan pernah memaafkan Liam dan menganggap bahwa Liam adalah penjahat yang tidak pernah bisa dimaafkan olehnya. Pria itu terlalu berlebihan untuk dimaafkan karena perbuatannya sangatlah sadis.


Sedetik kemudian apa yang dilakukan oleh pria itu benar-benar di luar prediksi. Bagaimana tidak, Liam membuka topengnya yang selama ini selalu menemaninya dan tak pernah dibukanya di depan orang lain. Ia memperlihatkan wajahnya setelah sekian lama kepada publik. Tentu saja hal tersebut sangat membuat Karel terkejut apalagi saat ia melihat wajah pria itu perlahan membuatnya hendak jantungan. Matanya membulat dan kemudian ia pingsan seketika seakan ia telah melihat sesuatu yang sangat mengerikan dan membuat rasa trauma yang selama ini ia tahan kambuh kembali akibat luka kelam masa lalu.


Liam yang minat hal tersebut pun memberikan senyum miringnya. Mimik wajahnya yang seakan sangat peduli seketika berubah. Pria itu menarik napas kasar dan kemudian pergi untuk memanggil dokter.


Liam meninggalkan ruangan tersebut dan tak lama Amor datang karena mendengar bahwa orang tuanya semakin membaik. Ia sangat bahagia dan tak sabar ingin bertemu ayahnya dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi kepada ayahnya. Ia sempat hendak siuman tapi oleh Liam dibuat pingsan kembali.


Amor pun masuk ke dalam kamar inap sang ayah dengan penuh semangat. Wanita itu juga membawa bunga baru untuk diletakkan ke vas bunga dan mengganti bunga yang lama dan sudah layu. Bunga itu adalah bunga mawar hitam karena ayahnya tersebut sangat menyukai bunga itu.


Namun pada saat ia hendak masuk terkejut melihat Liam yang keluar dari ruangan itu dengan langkah yang terburu-buru. Amor pun merasa sangat gugup dan takut jika terjadi sesuatu kepada ayahnya.


Lantas wanita itu terburu-buru lari ke dalam kamar inap ayahnya dan melihat sang ayah saat ini detak jantungnya semakin melemah. Menyadari hal tersebut tubuh Amor pun menjadi bergetar. Dadanya saat ini benar-benar gugup dan tidak bisa berekspresi apapun selain tercengang sembari mengeluarkan keringat dingin. Seolah-olah saat ini Amor sedang mengalami syok berat.


________

__ADS_1


Saat ini detak jantung Karel sudah mulai stabil. Laki-laki tersebut pun menjalankan serangkaian pemeriksaan. Dan dinyatakan bahwa Mungkin beberapa jam lagi ia akan siuman.


Tentunya Amor yang mendengar kabar itu sangat bahagia. Perempuan tersebut sungguh tidak sabar menunggu ayahnya kembali siuman dan dia berharap kali ini Ayahnya benar-benar bisa diobati dan kembali berkumpul dengan keluarganya.


Amar sungguh merindukan masa-masa di mana semua masalah ini tidak datang ke dalam kehidupannya. Perkumpulannya dengan saya serta ibunya membuat Amor selalu merasa sedih dan ingin kembali ke masa-masa itu. Tapi ia tersadar semua itu hanyalah masa lalu dan ia tidak bisa mengulanginya untuk sekian kalinya. Semua itu terjadi karena ulah pria yang ada di dekatnya.


Bahkan pria tersebut pun sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan itu. Terlihat dari wajah Liam yang sangat santai.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan tersebut dan hanya menyisakan antara dirinya dan liang serta ayahnya yang belum sadarkan diri. Amor hanyalah anak yang baru saja memasuki usia 17 tahun. Ia dipaksa dewasa oleh keadaan. Apalagi ia menikah di saat umurnya belum legal untuk menikah. Wanita yang mana bisa kuat berada di posisi Amor saat ini.


"Kau memang hebat Liam. Aku curiga dengan mu, aku pikir kau tahu itu."


Liam menatap ke arah Amor dan pria itu sama sekali tak berbicara. Amor hanya tertawa hambar seolah mengatakan jika saat ini hatinya benar-benar sangat sepi dan perasaanya kalut.


"Ya aku menyadari tatapan curigamu itu. Tapi aku tidak peduli karena aku juga tidak perlu berbohong kepadamu bahwa akulah yang telah membuatnya pingsan." Amor yang mendengar pengakuan pria itu yang blak-blakan sungguh terkejut.


"Kau mengatakan bahwa orang tuamu juga mengalami penyerangan seperti ini. Biar aku simpulkan bahwa orang yang melakukan penyerangan tersebut adalah keluargaku sehingga membuatmu merasa sangat dendam, kan? Namun yang aku tidak habis pikir adalah rupanya kau sendiri sengaja kan menikahiku karena kau ingin menguasai harta tuan muda Karel yang diwariskan ke aku. Kau memang sangat pintar."


Liam pun menyeringai. Laki-laki tersebut seakan bangga bahwa Amor menebaknya dengan sangat tepat.


"Kau tidak perlu tahu apa alasanku sebenarnya. Tapi benar aku memang ingin menguasai hartamu dan mengalihkan semua aset-aset dan perusahaan kepada atas namaku. Karena harta itu memang tidak seharusnya menjadi milikmu. Harta itu adalah milikku," ucap laki-laki tersebut dan Amor menatapnya dengan sangat penuh kebencian.


"Kau adalah penjahat yang paling mengerikan. Kau sengaja mengurungku di rumah dan tidak membiarkanku keluar rumah agar polisi tidak bisa mengintrogasiku dan juga wartawan tidak bisa mengejar-ngejar ku. Kau memang hebat Liam, bahkan kau berhasil membuat para petugas itu tak menyadari bahwa pelakunya adalah kau! Kau menahanku, dan tidak membiarkan aku bertemu dengan mereka semua. Liam aku sudah lama tidak bersekolah."


Liam pun menatap ke arah Amor dengan tatapan yang sulit untuk diartikan namun tatapan tersebut tentunya merupakan simbol bahwa bahaya semakin mendekat.

__ADS_1


"Kenapa kau sangat keras kepala sekali?" tanya Liam kepada wanita itu. "Apakah aku harus menggunakan sebuah cara agar bisa membuatmu diam? Baiklah, mungkin aku akan memperkosamu dan kemudian menghamilimu sehingga kau tidak bisa keluar lagi."


Mendengar hal tersebut tentunya Amor sangat marah dan tidak terima. Wanita itu maju dengan sangat beraninya lalu mendorong tubuh Liam dengan sangat kasar. Mendorong pria itu tentunya tidak akan cukup baginya, kebetulan sekali ya melihat ada bisa bekas memotong buah lantas Amor mengambilnya dan menusukkannya ke lengan pria itu.


Sayang sekali tampaknya Liam sudah kebal dengan tusukan tersebut. Laki-laki itu hanya mendesis pelanan kemudian menata kamar dengan dingin.


"Kau tidak akan bisa melawan ku, bahkan tusukan mu ini sama sekali tidak berguna." Liam dengan terang-terangan menyindir Amor.


Amor pun hanya terdiam dan menghela nafas panjang. Mungkin kali ini ia memang kalah dari pria tersebut.


"Namun luka ini cukup membuatmu menahan rasa sakit. Ini hanyalah ancaman kecil dariku nanti aku akan menusukmu dengan pisau yang lebih besar daripada ini."


"Lakukan saja karena kau tidak akan pernah berhasil untuk melakukannya."


Amor pun menarik napas panjang. Benar, pria ini memang hebat darinya akan tetapi dia tidak akan kalah mental dari pria tersebut. Orang seperti Liam seharusnya berada di dalam penjara.


"Apakah dengan kau menahanku kau sudah merasa menang? Tidak Liam, aku akan memikirkan cara bagaimana polisi bisa menangkap mu."


Kali ini Amor benar-benar sudah di luar prediksinya.


Liam pun menahan napasnya dan diam-diam tersenyum.


"Ya lanjutkan lah. Memang seharusnya kau mencintai tuan muda karir dengan setulus hatimu dan membalaskan dendamnya, serta dendam putranya yang terdahulu."


________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2