Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 53


__ADS_3

Amor menangis sesugukan dan berjuang antara hidup dan mati. Ia berusaha berteriak sekencang mungkin untuk membantu anaknya melihat dunia. Bagaimanapun juga ia harus hidup bahagia dan Amor tidak ingin anaknya kenapa-kenapa.


"Dek! Tarik napasnya lebih kencang lagi dan keluarin perlahan yah!"


Dokter membimbingnya untuk melewati proses kelahiran tersebut dengan baik. namun tetap saja Amor tidak bisa fokus karena teringat dengan ayah dan Liam.


Ia menghapus air matanya yang terus-terusan keluar. Seraya menatap ke seluruh ruangan untuk memastikan ia telah mengingatnya sebelum ia pergi untuk selamanya.


Jujur saja Amar sudah tidak sanggup karena perutnya terasa sakit belum lagi pikirannya serta hatinya. Hal itu membuatnya sangat kacau.


Sedangkan di luar sana, Oliver ditangkap oleh polisi dan diboyong keluar dari rumah sakit menuju ke kantor polisi.


Pria itu menyempatkan dirinya untuk menoleh ke arah pintu ruangan bersalin. Air matanya mengalir karena pasti menjadi Amor sangat sakit.


"Dokter saya sudah tidak sanggup lagi! Tolong, saya sudah lelah!"


"Buk bertahanlah sebentar lagi! Ayo buk tarik napasnya yang kencang!"


Amor sudah tidak sanggup mendengar intruksi yang diberikan oleh dokter tersebut. Perlahan ia memejamkan matanya dan membiarkan apapun yang akan terjadi kepada dirinya. Wanita mana yang tidak lelah ketika berada di posisinya saat ini.


"Owek! Owek!" Pada akhirnya perjuangan Amor untuk melahirkan pun berhasil.


Wanita itu melirik sebentar ke arah anaknya dengan mata yang sayu. Nafasnya tersengal-sengal dan tubuhnya sudah tidak terasa lagi Mungkin ia sudah berada di alam yang berbeda dan melihat anaknya dari situasi yang berbeda.

__ADS_1


"Selamat buk anaknya perempuan!"


Amor tersenyum tipis. Ia memejamkan matanya tapi otaknya masih bertanya-tanya bagaimana dengan Liam.


"Apakah kalian tahu bagaimana keadaan Liam?"


"Dia sedang tidak sadarkan diri dan ia dinyatakan juga bersalah sehingga harus ditahan." Suara yang entah dari mana datang membuatnya sesak hingga akhirnya menutup matanya d seluruh tubuhnya terlihat pucat.


_________


10 Tahun kemudian.


Karena terus menangis meratapi kesedihan yang ia rasakan selama hidupnya membuat Amor mengalami kebutaan.


Selama 10 tahun Liam mendekam di penjara dan saat ini hari ini pria itu akan keluar dari penjaranya dan berkumpul lagi dengan keluarganya.


Dan selama 10 tahun pula ia tidak berhubungan dengan Liam, karena dia itu sudah banyak membuat kesalahan sehingga dihukum di ruangan tertutup dan siapapun tidak boleh menjenguknya. Begitu pula dengan Oliver. Akan tetapi Oliver dihukum selama 15 tahun penjara karena itu sekalian dengan kesalahan-kesalahannya ketika di masa lalu.


Amor benar-benar merana, dan tidak memiliki tujuan hidup lagi. Di umurnya yang sekarang 27 tahun dan masih muda dia harus mengalami penderitaan yang mendalam dan kehidupan yang susah.


Karena perusahaan ayahnya dikelola oleh orang lain sehingga Yonathan dewasa. Sementara itu tuan muda Karel terbunuh dalam pembantaian tersebut. Setiap kali Amor mengingatnya dadanya terasa sesak, karena sang ayah padahal sudah semakin membaik dan ia mulai bisa berjalan, tapi ia dibunuh pada malam itu.


"Mama! Minumlah sedikit, kau dari tadi sama sekali belum ada makan."

__ADS_1


Mengambil sendok yang diberikan oleh anaknya dan memakannya sendiri. Sekarang hidupnya tidak ada arti dan semua yang ia lalui penuh dengan penderitaan yang cukup kejam.


"Apakah kamu membenci mama, Nak? Apakah kau sedih telah lahir di keluarga yang seperti ini? Aku pun sendiri sangat sedih dengan nasibku. Dari kecil aku sudah menjadi anak jalanan sehingga dipungut oleh kakek mu. Setiap hari aku harus melewati pembunuhan yang akan dilakukan oleh orang-orang kepadaku. Lalu keluargaku dibantai. Ketika aku masih muda aku diperkosa hingga hamil kamu, kapan aku akan bahagia?"


Yonathan memeluk ibunya. Ibunya terus sakit-sakitan dan juga buta akan tetapi ia menjadi pahlawan dan terus merawat ibunya dengan sepenuh hati.


"Tenang Mama, aku pasti akan berada di sampingmu sampai kapan pun."


"Aku juga." Suara itu, suara tersebut adalah milik Liam.


Amor sangat excited dan langsung berdiri dan berapa jalan untuk memeluk Liam.


"Kau sudah keluar? Nak! Ini ayah mu, peluklah dia!"


"Papa!"


"Akhirnya kita berkumpul, aku janji akan mengembalikan kehidupan kita yang dulu dan membuat mu bahagia." Liam mengecup kening Amor dan anaknya. Akhirnya mereka pun telah bersama kembali dan memulai hidup yang jauh lebih bahagia.


_________


End


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2