
Amor terus memandangi wajah Liam yang sedang tertidur. Ia tak menyangka dengan kebenaran yang diterima olehnya. Wanita itu menarik napas panjang dan menghembuskan napasnya perlahan. Ia tak tahu bagaimana cara untuk meminta maaf kepada Liam. Bahkan ia sebagai anak angkat dan penderitaannya tidak separah Liam pun merasa sakit hati dan ingin membalas dendam.
Tapi siapa sangka Liam yang mengorbankan dirinya seolah-olah Ia adalah orang yang paling buruk di mata Amora, namun akan tetapi ialah yang membuat Amora merasa puas ketika orang yang melakukan pembantaian kepada keluarganya telah dihabisi. Walaupun juga hatinya sangat merasa sakit dengan kenyataan tersebut karena bayang-bayang masa lalu dan bagaimana baiknya tuan muda Alexander kepadanya.
Tapi siapa sangka kebaikan tersebut merupakan kejahatan yang tersembunyi. Amor terlalu lugu sehingga tidak mengetahui hal tersebut, dan hari ini ia telah menemukan fakta yang sebenarnya.
Wanita itu masih tidak menyangka bahwa orang yang ada di sampingnya ini merupakan anak kandung dari tuan muda Karel. Amor tidak pernah berharap bahwa ia akan bertemu Liam secara langsung, namun akan tetapi ia merasa bersyukur bahwa anak tuan muda Karel masih hidup sehingga ia sedikit memiliki harapan membuat tuan muda Karel merasa lebih bahagia.
"Apa yang kau lakukan? Dari tadi kau terus menatapku seperti itu, apakah ada sesuatu yang salah dariku?" tanya Liam dan meraih tangan Amor dan kemudian menggenggamnya.
Wanita itu memandang ke arah Liam dengan tetapan bahagia. Ia memeluk Liam dengan cukup erat. Saat ini pria itulah tempatnya bersandar.
"Jika aku tahu lebih dulu bahwa tuan muda Alexander lah yang telah membantai keluargaku, mungkin aku yang akan membunuh mereka," ucap Amor seraya tersenyum tipis.
Liam menggenggam erat tangan Amor. Ia pun menatap ke atas dengan pandangan kosong.
"Aku tahu jika hal ini sangat menyakiti hati mu, aku membohongi mu dan tidak berharap jika kau akan peduli kepadaku. Tapi lama kelamaan aku merasa aku harus memberitahukan mu yang sebenernya karena ini juga membahayakan diri ku sendiri." Amor teridam karena ia merasa tersindir kali ini sebab wanita itu memang sering berniat ingin mencelakai Liam.
Amor menarik tangan Liam dan berusaha untuk terlihat bahagia di depan pria itu.
"Begitu jahatnya aku kepada mu, maafkan aku telah membuat mu berpikir seperti ini. Kau pasti sangat marah kepadaku. Nanti aku akan meminta maaf dengan khusus kepada mu," ucap Amor yang mengutarakan perasaannya yang saat ini merasa sangat bersalah.
Liam menarik napas panjang dan menggelengkan kepalanya. Laki-laki tersebut memejamkan matanya dan ia tak ada memikirkan hal tersebut sama sekali karena ia berharap bahwa Amor baik-baik saja dan ia juga baik-baik saja.
Liam meletakkan tangannya ke perut Amor dan kemudian tersenyum merasakan jika setiap harinya janin mereka semakin tumbuh.
"Anak ku sehat-sehat saja, kan? Jika kau memiliki keluhan katakan saja kepada ku."
Amor tersenyum tipis. Ia meletakkan tangannya juga di perutnya. "Apakah kau tidak merasakan bahwa aku masih seorang anak-anak dan ingin memiliki anak. Ini sungguh kenyataan yang paling konyol yang pernah aku temui," ucap wanita itu seraya menghela nafas panjang.
Liam yang mendengarnya lantas tertawa. Tadi ia yang menyindir Amor sekarang saatnya lah dirinya yang disindir oleh wanita itu.
"Ya baiklah, sekarang aku marah aku kalah darimu," ucap Liam yang sudah memberikan tanda menyerah kepada wanita tersebut.
__ADS_1
Amor juga turut tertawa karena niatnya hanya ingin menghibur laki-laki itu. Mereka tampak jadi lebih dekat setelah mengetahui kebenaran yang tersembunyi walaupun Amor belum bisa menerima sepenuhnya karena ia merasa dibohongi oleh Liam.
"Kau tidak ingin mengakses kenapa kau selalu menghindar dari ku dan tidak ingin mengatakan yang sebenarnya? Aku merasa jika ada yang aneh dari mu saat dulu kepada ku."
Liam menggelengkan kepalanya, bukan seperti itu. Ia tak memberitahukan Amor yang sebenarnya karena wanita tersebut tidak memiliki kedudukan yang penting di hatinya makanya ia tidak pernah menganggap Amor dulu. Ia berpikir Amor hanyalah orang luar dan ia juga menikahi Amur karena ingin merebut hartanya yang seharusnya menjadi miliknya.
Laki-laki tersebut mengalami nafas panjang dan menatap Amor dengan pandangan yang lebih serius.
"Aku harap kau tidak akan salah paham dengan semua ini, Kau pasti mengetahuinya sendiri bahwa aku sama sekali tidak pernah menyadari dengan perasaanku dan menganggap kau hanyalah orang luar dan tidak ada kepentingan aku memberitahukan yang sebenarnya kepadamu. Hari ini aku menyadarinya memberitahukanmu adalah sesuatu yang sangat penting agar kesalahpahaman di antara kita tidak terus berlanjut. Apalagi kita perlu mendekatkan hubungan ini demi anak kita,"ucap Lia menjelaskan kepada wanita itu dan Amor pun semakin paham dengan kondisinya.
"Terima kasih kau telah mau merawatku dulu dan tetap memaafkanku walaupun aku terus berusaha untuk menyakitimu karena kesalahpahaman terus berlanjut."
Mereka pun saling berpelukan dan meminta maaf satu sama lain karena tidak jujur. Setidaknya mereka akan memulai hubungan ini dari awal dan itu semua akan mereka coba.
__________
Amor memandang Liam yang ada di sampingnya. Wanita itu memeluk tubuh liang dengan sangat erat, mereka bangun sangat kesiangan karena kegiatan malam mereka yang terus berlanjut hingga tidak mengingat waktu sama sekali.
"Hari ini benar-benar sangat menyenangkan." Amor terkejut mendengar suara pria itu tanpa ada angin tiba-tiba sudah terbangun saja. Laki-laki itu benar-benar sangat misterius.
"Kenapa kau selalu sangat misterius? Aku merasa ada yang aneh dengan dirimu, kau bisa mengetahui segalanya tentangku dan kapan aku ingin membunuhmu. Dan sekarang aku tidak menyadari bahwa kau sudah terbangun."
Liam melirik ke arah Amor dan menggelengkan kepalanya. Ini bukanlah apa-apa wanita itu tak seharusnya sampai terkejut seperti itu.
"Baiklah, aku memberitahukanmu bahwa aku memiliki indra keenam. Tidak usah terlalu serius, aku hanya berbohong saja karena aku memiliki insting yang lebih kuat darimu. Oh ya aku sudah lama tidak mengajarimu, aku harus memberikanmu pelajaran yang lebih lanjut lagi dan sebentar lagi kau akan mendapatkan ijazah resmi."
Amor memejamkan matanya karena ia lupa bahwa dirinya masihlah remaja dan seharusnya berstatus masih seorang siswi. Wanita itu berusaha untuk memberikan senyum manis kepada dirinya sendiri.
Lupakan semua itu, mungkin takdirnya tidak seberuntung itu sehingga dirinya harus homeschooling dan orang yang menjadi gurunya adalah Liam langsung. Liam tidak terlalu buruk menjadi seorang guru, memang laki-laki tersebut memiliki bakat karena ia sangat cerdas dan cara menjelaskannya pun lebih mudah dipahami.
"Apakah kau sama sekali tidak ingin mengasihiku? Lihatlah aku sudah sangat lelah dan perutku juga semakin membesar, aku membutuhkan untuk beristirahat sebentar." Liam pun membuat posisinya menjadi duduk dan menjitak kepala Amor.
"Amor, apakah kau berpikir bahwa aku akan mengasihimu karena ini semua? Kenapa tiba-tiba kau menjadi anak yang sangat pemalas, dahulu kau sangat semangat sekali saat aku mengatakan bahwa kita akan belajar."
__ADS_1
Amor menggelengkan kepalanya tidak tahu, wanita tersebut tidak mengerti dirinya sendiri karena menurutnya ia sudah melakukan hal yang semaksimal mungkin akan tetapi ia terus merasakan lelah yang luar biasa.
Mungkin Ini semua adalah efek dari kehamilannya, apalagi perutnya semakin hari semakin membesar dan ia juga susah untuk bergerak bebas.
"Jangan marah seperti itu, aku juga ingin rajin belajar lagi." Wanita itu menundukkan kepalanya dan membuat posisinya juga duduk.
Terlihat jelas bahwa Ia memang sangat bermalas-malasan untuk saat ini karena kondisi tubuhnya yang benar-benar tidak bugar.
Liam pun memutar bola matanya dan kemudian mengangkat tubuh Amor ke dalam kamar mandi.
"Kau harus mandi terlebih dahulu supaya lebih segar lagi."
Amor merasa tidak terima dengan laki-laki tersebut, karena ia tahu ujungnya akan seperti apa jika mandi berdua dengan pria itu.
"Aku akan mandi sendiri dan kau keluar terlebih dahulu," ucap Amor membuat Liam merasa sangat terganggu dengan kata-kata wanita itu. Jika mereka tidak mandi berdua maka dirinyalah yang rugi.
"Apa maksudmu dari semua ini, aku tidak ingin melakukan hal tersebut. Aku harus mandi bersamamu."
Amar menarik nafas panjang dan mencebok air lalu menyiramkannya ke wajah Liam.
"Jangan merusak mood ku, jika kau ingin mandi maka mandilah lebih dulu."
Liam terdiam, kenapa wanita ini sangat temperamental sekali. Mungkin karena kehamilannya membuat emosinya yang tidak stabil. Atau mungkin karena ia seorang wanita dan sifatnya memang seperti itu. Tapi setahunnya, dulu Amor tidak seperti ini.
"Ya Ya baiklah. Kita seperti itu kau saja mandi lebih dulu."
Amor lantas langsung mengeluarkan tubuh Liam dan kemudian ia menutup pintunya sebelum pria itu masuk kembali.
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1