
Liam terus menarik Amor hingga ke dalam kamar wnaita itu. Amor paling benci diperlakukan kasar seperti itu oleh Liam. Ini bukan pertama kalinya hal tersebut terjadi kepada dirinya tapi ini adalah kesekian kalinya. Perlakuan sadis yang sangat luar biasa yang membuat Amor sangat tidak tahan bersama pria itu.
Ia pun menarik napas panjang dan menatap ke arah Liam penuh dengan perlawanan. Ia tak boleh diinjak oleh orang luar begitu saja. Ia adalah bos nya di sini dan ia harus bisa mengatakan kepada pria tersebut bahwa ia bukanlah wanita bodoh.
"Kenapa kau memperlakukanku seperti itu? Apakah aku sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaanku saat ini?" Amor benar-benar sangat marah dan berusaha untuk menarik napasnya walaupun terasa sangat sesak sekali.
Sementara itu napas Liam memburu. Laki-laki tersebut diliputi dengan amarah yang sangat luar biasa. Sepertinya ia tidak bisa tinggal diam saja saat mengetahui bahwa Oliver semakin berani dari batasannya.
"Kau tidak bisa mengatur hidupmu sesuai kemauanmu, Kau harus hidup di bawah perintahku dan harus mematuhi setiap kata-kataku. Kau tidak bisa bebas seperti orang lain karena itu sudah menjadi takut di rumah saat kau memasuki keluarga tuan muda Karel. Ini semua salahmu andaikan kau tidak ikut dengannya mungkin hidupmu tidak akan seperti ini. Kau akan terus dikejar-kejar oleh musuh, dan tugasku adalah untuk melindungimu dan juga melindungi tuan muda Karel. Tentunya aku melindungimu bukan karena aku menyayangimu tapi karena untuk melindungi tuan muda Karel," ucapnya dengan sinis penuh dengan sindiran yang ditujukan kepada Amor.
Amor pun menatap ke arah Liam seakan tidak percaya. Kemudian wanita itu tertawa sumbang seolah tengah menertawakan dirinya yang begitu menyedihkan.
"Bisakah aku percaya dengan kata-katamu itu? Jika tuan muda Karel masih hidup Mungkin dia tidak akan menerima perbuatanmu terhadap anaknya," ucap Amor penuh dengan keyakinan karena ia tahu betapa tuan muda Karel sangat menyayangi dirinya dan selalu memberikan apa yang ia inginkan ketika waktu kecil.
Sementara itu wajah datar Liam yang tadi terlihat menakutkan sekarang tertawa mengejek dan tambah makin mengerikan. Amor melihat hal tersebut refleks mundur dan tubuhnya semakin terhimpit oleh pria itu sehingga ia pun dikurung dalam tubuh pria tersebut.
"Aku tidak peduli. Jika bisa aku akan menyetir tuan muda Karel dan memaksa agar mereka mengikuti kata-kata ku, tidak peduli jika Karel tidak setuju. Aku akan menjadi orang yang bisa segala perkataan ku dituruti.
Amor ya mendengar tersebut semakin ngeri kepada pria itu. Kenapa ada sosok yang begitu menakutkan di lingkaran kehidupannya. Bahkan sama sekali ia tidak bisa menghindar dari orang itu. Sepertinya Amar benar-benar terjebak yang tidak bisa keluar dari lingkaran hitam tersebut.
Menangis dan dia melihat hal tersebut lantas menghapus air mata Amor seolah-olah ia menyayangi wanita tersebut. Amar pun lantas menepis tangan laki-laki itu dan terlihat dari tatapannya ia tidak menyukai Liam.
__ADS_1
"Jangan menyentuh diriku, aku sama sekali tidak sudi disentuh olehmu."
Amor pun lantas kemudian mendorong tubuh laki-laki itu akan tetapi liang yang mudah terpaut emosi pun lantas mendorong tubuh Amar balik sehingga belakangnya membentur tembok dengan keras. Tata pendiam sangat tajam dan kemudian ia lantas mendekatkan bibirnya ke bibir wanita itu. Secara spontan Ia pun mencium Amor dengan sangat kasar hingga membuat wanita itu berteriak terkejut.
Namun beberapa titik kemudian Liam pun menjauhkan wajahnya dan ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba dirinya melakukan hal tersebut. Laki-laki itu yang merasa kebingungan terhadap dirinya sendiri lantas menjauh dari Amor dan kemudian terlihat sangat menyesali perbuatannya lalu pergi begitu saja.
Sementara itu Amor menatap kosong ke depan seakan-akan ia telah dilecehkan dan hal tersebut membuat dirinya merasa trauma berat. Kemudian wanita itu pun merasakan menangis sejadi-jadinya.
_________
Amor memberanikan diri untuk keluar dari dalam kamarnya dan kemudian menuju ke kamar Oliver secara diam-diam.
Ia benar-benar ketakutan setelah terjadi hal yang tidak ia inginkan tersebut. Amor tidak tahu kenapa hatinya benar-benar terguncang, tampaknya sebentar lagi ia akan menjadi orang yang paling stress.
Dengan terpaksa Oliver pun bangkit dari tidurnya dan kemudian menghampiri pintu dan membukanya dengan sangat kasar.
"Apa yang kau lakukan? Tidak tahukah jika sekarang sudah sangat malam?" Oliverpool membulatkan matanya saat melihat Amor yang berdiri di depan pintu kamarnya sembari menangis.
Lantas Oliver menarik tangan Amor dan kemudian menutup pintu itu dengan kasar. Ia pun membawa Amor ke ranjangnya dan menenangkan wanita tersebut yang menangis tersedu-sedu.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan mu? Katakan saja kepadaku biar aku bisa membalaskan orang yang telah membuatmu seperti ini."
__ADS_1
Amar pun menatap ke arah Oliver dengan penuh permohonan dan juga permintaan tolong yang sangat kentra. Melihat hal tersebut membuat Oliver merasa tidak tega.
"Dia benar-benar menyebalkan. Dia sering mengancam ku, dan bahkan dia melecehkan ku," ucap Amor yang mengeluarkan segala unek-uneknya sambil menangis kencang.
Oliver yang mendengar hal tersebut seakan tidak percaya dan kemudian tangannya terkepal begitu kencang.
"Dia itu adalah Liam?" Amor lantas menganggukkan kepalanya dan membuat hati Liam semakin marah dan tak bisa terkontrol. "Laki-laki asing dan sialan itu. Dia juga buruk rupa, aku tahu bahwa wajahnya tidak setampan itu tapi berusaha untuk mendekati wanita secantik mu, dia pasti memiliki maksud lain. Dia ingin mendapatkan mu, sungguh tidak baik dia adalah penjahat yang sebenernya. Aku akan melaporkannya besok ke polisi. Dia benar-benar telah mengekang kehidupanmu."
Amor pun merasa lega ketika Oliver berada di pihaknya. Wanita tersebut akhirnya memiliki sandaran yang nyaman untuknya.
"Apakah kau benar-benar akan membantuku?"
Oliver memandang ke arah Amor dan kemudian menganggukan kepalanya dengan sangat yakin. Ia akan melakukan apapun demi wanita ini. Ia kemudian membawa tubuh Amor ke dalam pelukannya.
"Selama ada aku berada di sisimu, pasti kau akan baik-baik saja dan tetap aman. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, karena aku benar-benar sangat menyayangimu." Oliver mengusap pundak Amor dengan penuh kasih sayang. Kemudian laki-laki tersebut meletakkan dagunya di kepala Amor.
"Terima kasih sudah peduli."
_________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.