
Sekujur tubuh Amor merasa sangat tidak enak. Seolah-olah ada sesuatu yang terjadi. Tingkah Liam pada hari ini juga sangat berbeda. Setiap katanya yang ia ucapkan seolah-olah mengandung makna yang sangat dalam. Ia tak mengerti sama sekali apa itu.
Apalagi jantungnya saat ini berdetak sangat cepat dan hebat tidak seperti biasanya. Amor tidak tahu kenapa hal semacam ini bisa terjadi kepada dirinya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku merasa sangat tidak nyaman sekali? Apakah sesuatu yang janggal telah terjadi di rumah? Tidak-tidak, tidak mungkin hal tersebut terjadi. Mungkin aku yang sudah salah berpikir."
Amor pun mencoba untuk menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Ia pasti bisa melawan situasi tersebut dan membuat dirinya tenang seperti sedia kala.
Akan tetapi tetap saja tidak semudah itu. Amor pun berusaha untuk kuat dan lalu mengepalkan tangannya.
Tiba-tiba dering ponsel milik dirinya mengejutkannya Amor benar-benar terkejut dan hampir saja jantungnya copot dari tempatnya. Tapi untungnya dirinya kemudian kembali tenang saat melihat siapa yang telah menelpon dirinya. Itu adalah Sasa yang merupakan teman sekelasnya.
"Iya halo Sa? Ada apa kau menelponku?Apakah telah terjadi sesuatu?" tanya perempuan tersebut kepada orang yang ada di seberang sana.
"Amor aku hanya ingin bertanya apakah kau telah siap PR untuk besok?"
__ADS_1
"Ya sudah siap, kenapa memangnya? Apakah kau ingin mencontek milikku?" Dasar tertawa jenaka di seberang sana dan kemudian seolah-olah tengah memberikan kode kepada Amor.
Amor hanya menghela nafas panjang dan kemudian tersenyum lebar. Wanita itu juga tidak perlu berpikir dua kali lagi ia mengerti maksud dari Sasa tersebut.
"Ya baiklah sebentar." Amor seakan lupa bahwa dirinya tengah berada di rumah sakit dan tidak sedang berada di rumahnya.
Saat hendak mencari buku itu barulah Amor tersadar. Wanita tersebut menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.
Terlihat jelas bahwa Amor saat ini tengah menunjukkan ekspresi yang sangat menyesal.
"Maafkan aku, Sasa. Sayang sekali aku sedang tidak berada di rumah. saat ini aku sedang berada di rumah sakit menjaga ayahku. Apakah tidak apa-apa?"
"Lalu kapan kau akan pulang?" tanyanya penuh harap bahwa Amor akan segera pulang dan lalu kemudian membawakan buku untuk dirinya.
"Mungkin sebentar lagi, karena kau sangat menginginkan buku itu maka aku akan pulang segera."
__ADS_1
"Aaaaa terima kasih Amor sayang. Kau memang sahabat ku yang paling terbaik. Aku merasa tidak sia-sia berteman dengan mu," ucap wanita itu dengan sangat gembira.
"Ya baiklah. Aku memang sahabat terbaikmu, tapi bagiku kau adalah bagiku kau adalah....."
"Sudah jangan diteruskan, cepat pulanglah. Aku menunggu mu."
Amor lantas menarik napas gusar dan kemudian menganggukan kepalanya.
__________
Amor membuka pintu sangat hati-hati. Entah kenapa kali ini rumah terasa sangat sepi tidak seperti biasanya. Rasa gugup pada dirinya pun semakin bertambah. Amor juga tidak berani menerka-nerka dan ia hanya bisa berharap bahwa tidak terjadi apapun di rumah ini.
Lantas Amor membuka pintu dan mendorongnya perlahan. Kemudian wanita itu pun masuk dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat sesuatu yang ada di depannya. Sangat mengerikan bahkan dirinya tidak bisa berkata-kata.
________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.