
Amor menatap ke arah tangannya. Ia tak menyangka bahwa ia sudah melakukan hal tersebut. Amor pun tersenyum girang. Ia tak peduli lagi jika harus dicap sebagai tersangka karena memang dari awal nama buruknya sudah tercoreng oleh laki-laki tersebut. Ia juga merasa bangga karena telah berhasil membalaskan dendamnya. Ia berharap bahwa umur Liam tidak akan lama lagi.
"Apakah kau selama ini menganggapku gila? Menganggap diriku lemah? Menganggap bahwa aku tidak bisa melawan mu? Hari ini aku telah berhasil," ucap Amora seraya tertawa gelak.
Ia tersenyum terus menerus dan wajahnya tak bisa berhenti menunjukkan bahwa ia benar-benar sangat bahagia. Sementara itu para pengawal Liam datang untuk menangkap dirinya.
Amor sama sekali tidak melarikan diri dan menunggu mereka untuk menangkap dirinya. Amor pun membiarkan ketika tubuhnya didorong dengan sangat keras. Bahkan orang-orang tersebut tidak segan-segan memberikannya tamparan yang cukup kuat. Amar memang sangat merasa kesakitan akan hal tersebut. Namun mengingat kembali apa yang telah ia lakukan ia sama sekali tidak menyesalinya.
"Apakah kau sudah gila?"
Amar memandang ke arah orang yang baru saja berbicara dengannya tersebut. Amor menatap dengan tatapan yang menyedihkan.
"Semua orang menganggapku gila, kenapa kau harus bertanya lagi apakah aku gila? Kau pasti marah aku telah melakukan hal tersebut. Tapi aku tidak sama sekali rasa menyesalinya. Aku sangat bahagia karena telah berhasil melakukan itu. Hahahaha!" Galak tawa Amor memenuhi ruangan tersebut.
Orang-orang itu pun merasa ngeri dengan Amor. Amor memandang ke arah mereka yang dulunya adalah pengawal ayahnya namun sekarang telah berpihak kepada Liam.
"Kenapa kalian mudah sekali terpengaruh olehnya?"
"Maaf anda hanyalah anak angkat dari piramida Karel jadi anda tidak memiliki hak yang banyak."
"Tidakkah kau tahu bahwa dia hanyalah seorang bodyguard? Apakah karena dia sudah memiliki harta tuan muda Karel sehingga kalian tidak memihak ku lagi? Bagus, karena di mata kalian hanya ada uang. Kalian tidak pernah berpikir yang mana benar dan yang mana salah."
Mereka semua menundukkan kepalanya seolah-olah apa yang dikatakan oleh Amora adalah benar. Amor yang menyadari hal tersebut pun langsung merasakan jantungnya ditusuk oleh ribuan jarum. Bahkan untuk saat ini tidak ada sama sekali orang yang berpihak dengannya. Semua orang telah ditipu oleh Liam, laki-laki itu benar-benar menakutkan karena bisa menghipnotis semua orang.
Amor pun berjalan sedikit menjauh dari mereka. Tubuhnya terasa sangat lemas dan hingga Ia tersungkur di lantai. Wanita itu menangis sejadi-jadinya dan kemudian berteriak kencang.
"Memangnya aku tidak boleh untuk membalaskan dendam keluargaku? Kalian semua..." Amora menunjuk ke arah para bodyguard tersebut, "kalian semua munafik. Kalian hanya menginginkan uang dan uang."
Amora pun menghapus air matanya dengan kasar. Wanita itu berusaha untuk mencoba bangkit. Kemudian ia berjalan mundur seraya memegang vas bunga.
"Mundur kalian, jika tidak aku akan membunuh kalian dan melakukan hal yang sama dengan Liam kepada kalian!!"
__ADS_1
Para bodyguard itu sama sekali tidak berekspresi seolah-olah tengah menantang Amor. Amor tahu bahwa dirinya saat ini kalah telak karena jumlahnya yang cukup banyak. Akan tetapi wanita itu tidak peduli saat ini berapapun jumlahnya yang penting ia bisa memuaskan hatinya.
"Nona, ikutlah dengan kami. Anda harus mendapatkan keadilan dari perlakuan Anda."
"Ketika aku yang melakukan kesalahan besar barulah kalian mencari keadilan. Namun ketika aku mendapatkan masalah di mana keadilan itu? Di mana kalian yang mencari keadilan?"
Amor benar-benar tidak menyangka dengan mereka semua. Apakah semua manusia di sini sama sekali tidak memiliki hati nurani? Ia hanyalah seorang wanita dan juga dirinya masih di bawah umur.
"Nona, janganlah banyak bicara karena ini akan lebih memudahkan Anda."
Para Bodyguard itu perlahan-lahan melangkahkan kakinya mendekati Amor. Nomor pun merasa ketakutan mencoba mundur. Wanita itu memejamkan matanya dan menggenggam vas bunga tersebut dengan sangat erat.
Kemudian tanpa diduga Amor pun lantas menghampiri parabodikar itu dan memukul salah satunya dengan vas bunga. Bodyguard itu pun jatuh dan mengerang menahan rasa sakit akibat kepalanya yang pecah.
Melihat hal tersebut Amor pun tersenyum lebar. "Apakah kalian ingin terjadi hal yang sama?"
Para bodyguard itu terlihat sangat emosi. Lalu kemudian mereka pun sepakat untuk menangkap tubuh Amor.
"Lepaskan aku, apakah kau tidak tahu jika aku adalah anak dari tuan muda Karel? Kau tidak berhak melakukan ini kepadaku."
"Nona, Anda harus mempertanggungjawabkan apa yang telah anda perbuat."
"Maka Liam dan kalian juga harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kalian perbuat," balas Amor dengan sangat mantap.
Amar ketawa kelak marah tapi nasibnya yang begitu malang. Pada akhirnya ia pun diseret ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
__________
Kondisi Liam saat ini benar-benar sangat darurat. Laki-laki tersebut sedang berusaha untuk diselamatkan. Benar-benar sangat menyakitkan ketika racun itu sudah bercampur dengan darahnya dan menyebar ke mana-mana.
Untungnya diam dengan cepat dibawa ke rumah sakit sehingga pria tersebut mendapatkan pertolongan. Sementara itu, ia sedang mengkhawatirkan sesuatu. Bagaimanapun juga amoralah yang akan menjadi tersangka utama dan wanita itu akan ditangkap oleh polisi.
__ADS_1
Liam memang masih sadarkan diri karena pria tersebut tergolong cukup kuat sehingga mampu menahan racun tersebut. Hal itulah yang membuat liang masih dapat diselamatkan.
Lia menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya dengan matanya yang sudah kunang-kunang. Namun Ia terus menahannya hingga penanganannya pun selesai.
"Apakah aku bisa sembuh dalam beberapa hari Dok?"
"Liam, bahkan kau masih memikirkan itu. Seharusnya kau memikirkan bagaimana keadaanmu sekarang. Tenanglah aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkanmu."
Dokter tersebut menepuk pundak Liam. Terlihat mereka sangatlah akrab dan selama ini dokter itu pulalah yang membantu Liam menjalankan seluruh aksinya.
"Aku harap baik-baik saja dan tidak akan menghalangi langkahku."
"Tenang saja, aku juga tidak akan membiarkanmu mati sebelum kau membayar semuanya." Liam menatap ke arah dokter tersebut seraya menyunggingkan senyum miring.
"Ah iya, bagaimana kabar Amora?"
"Kau masih memikirkannya? Kau bener-bener hebat ya Liam. Aku sangat salut denganmu," ucap pria itu seraya terkekeh.
"Aku sedang serius bertanya denganmu."
"Maka akan ku katakan bahwa aku juga sedang serius menjawabmu. Dia benar-benar tidak tahu terima kasih bahwa kau selama ini sedang menyelamatkannya."
"Tidak seharusnya dia tahu, aku memang telah membunuh seluruh keluarganya. Jadi wajar saja jika dia sedang marah kepadaku. Ah iya selain itu, aku ingin memberitahukan mu agar kau mencari informasi tentang Oliver. Dia berhasil lolos dari genggaman ku. Aku khawatir dia akan kembali untuk membalas dendam."
"Apa? Jadi Oliver benar-benar berhasil kabur? Kau harus bersiaga untuk menghadapi situasi selanjutnya."
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1