
Wanita itu menarik napas panjang dan menatap semua soal-soal yang diberikan oleh Liam. Ia memang ingin sekolah lagi tapi bukan pria itu yang mengajarkannya. Namun apalah daya dirinya yang sekarang kehamilannya semakin terlihat.
Amor tidak bisa berbuat apapun dan semuanya dibawah pengawasan Liam. Bahkan ketika pria itu menjadi gurunya sungguh sangat mengerikan ketika memberikan tugas sekolah untuknya.
Memang Liam sangatlah pintar dan sukar sekali menandingi kepintaran pria itu. Namun, ia tak seharusnya ketika Amor salah menjawab harus diberikan hukuman. Ia harus melayani pria itu dan dirinya sangat ogah sekali untuk melakukannya.
"Kenapa dia sangat kejam sekali? Apakah orang itu tak memiliki hati nurani? Bagaimana pun juga saat ini aku tengah mengandung dan aku harus mendapatkan istirahat yang lebih baik lagi," ucap Amor dalam hatinya.
Yang jelas wanita itu sangat terpukul sekali dengan tugas-tugas ini. Tapi jika ia tidak belajar maka dirinya akan ketinggalan dan menjadi orang bodoh. Apalagi dia home schooling, gurunya bukan orang lain tetapi Liam sendiri.
Ia mikir dulu orang yang akan mengajarnya adalah seorang guru wanita yang sangat baik.
Tapi dugaannya salah besar dan sama sekali tidak seperti itu.
"Nona, jika anda sudah tidak sanggup lagi maka saya akan mengatakannya kepada Tuan. Saya mengerti dengan perasaan anda Nona," ucap Mila dengan sangat hati-hati dan berharap bahwa majikan ia ini tidak tertekan saat mengerjakan tugas amanah itu akan membahayakan bagi kandungannya.
Amor tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya. Ia harap bisa menyelesaikan semua tugas ini dengan sangat baik dan tidak akan mengecewakan Liam. Walaupun ini sangat membuat dirinya tertekan tapi semuanya juga untuk kebaikannya.
"Aku mengerti niat baikmu, akan tetapi aku bisa mengerjakannya sendiri. Kau tidak usah khawatir kepadaku, karena semua ini pasti untuk kebaikanku. Jika aku mengelus terus menerus mataku akan tertinggal lebih jauh lagi daripada temanku."
Berbicara tentang teman, Amor sudah lama tidak bertemu dengan teman-temannya yang di sekolah. Pasti mereka berusaha sebisa mungkin untuk menghubungi Amor setelah tragedi malam itu. Namun Amor belum membuka ponselnya berbulan-bulan karena disita oleh laki-laki tersebut.
Laki-laki itu juga tidak memberikannya ponsel baru, Ia pun juga tidak bisa membelinya karena selalu dihalangi oleh Liam. Tampaknya Liam tahu bahwa sosial media akan sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka. Lagi pula Amora bisa menyusun strategi ketika ia bermain sosial media. Karena itulah pria tersebut sengaja menghindari dari dirinya.
Awalnya Amor tidak bisa hidup tanpa adanya sosial media. Akan tetapi lama-kelamaan ia pun menjadi terbiasa.
"Mila, di mana Tuan? Apakah selama hari ini kau ada melihatnya?" Mila menggelengkan kepalanya.
Amor pun meletakkan penanya di atas tumpukan kertas. Sejenak ia berpikir sangat keras dan menggigit bibirnya. Ada yang aneh dengan pria itu karena tidak biasanya ia seperti itu. Laki-laki tersebut pasti akan pergi jika ada urusan penting, maka Jika seperti itu ada sesuatu yang telah terjadi di luar sana.
Amora pun langsung tertarik dengan topik ini. Wanita itu menjadi sangat semangat dan kemudian meninggalkan ruang belajarnya.
"Aku akan mencarinya sendiri."
Mila pun kejutan berusaha menahan Amor.
__ADS_1
"Nona, anda tidak perlu mencari Tuan. Mungkin Tuhan ada urusan penting di luar sana," ucap Mila yang menahan tangan Amor.
Amor melepaskan tangan Mila dan menatapnya sangat tajam sehingga membuat Mila langsung melepaskan tangannya dan menundukkan kepalanya karena takut dengan majikannya tersebut.
"Nona maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk menyinggung Anda," mengejar wanita itu seraya menanggung rasa gugup yang tak terhingga.
Jika sudah seperti ini maka dia pun akan berpura-pura menjadi orang yang sangat tidak memiliki hati.
"Lain kali kau jangan seperti itu, membuatku muak saja. Awas aja kau masih melakukan hal yang sama kepadaku nanti-nanti. Karena bagaimanapun juga kau adalah bawaanku kan dan kau tidak pantas melakukannya kepadaku." Mila harus diperlakukan seperti itu dahulu agar tidak menghalangi pergerakannya.
Dalam hati wanita tersebut tersenyum miring karena telah berhasil menyingkirkan Mila yang selalu mengintilinya kemana pun ia pergi. Ia sendiri menjadi kehilangan ruang bebas.
Amor keluar dari dalam kamarnya dan langsung menuju ke dalam ruang kerja Liam. Pasti laki-laki itu akan meninggalkan suatu petunjuk di situ. Amor harus bisa mendapatkan hal yang lain yang cukup menarik di sana.
Tibalah ia di depan ruangan kerja Liam. Kemudian ia membukanya perlahan. Terlihat jelas bahwa ruangan itu sangat gelap. Sementara itu di luar sana Mila terus memperhatikannya. Wanita itu menjadi sangat risih ketika Mila seperti asisten pribadinya saja.
"Kenapa ia selalu mengikuti ku ke mana pun? Aku sudah sangat lelah dengan ini," ucap wanita itu dalam hati dan kemudian menatap penuh intimidasi ke arah wanita tersebut. "Mila pergilah! Aku tidak ingin kau selalu ada di sisi ku. Terserah mu ini disuruh oleh Tuan atau tidak akan tetapi aku sungguh tidak senang," ucap wanita itu.
Mila yang tertangkap basah langsung pergi dengan ketakutan setelah ditegur oleh Amor.
Kemudian ia pun langsung menuju ke meja kerja laki-laki tersebut dan mencari skalar lampu. Ia meraba tembok dan kemudian tersenyum senang saat merasakan adanya skalar di tangannya. Ia lantas langsung mengkliknya dan dalam sekejap mata lampu pun bersinar.
Ruangan itu menjadi terang dan Amor bisa melihat tempat kerja pria yaitu yang ada di depan matanya. Amar menghadiri nih meja kerja milik Liam dan kemudian mencari sesuatu yang sangat penting.
Ia mendapatkan beberapa dokumen-dokumen yang sangat penting menurutnya yang ada di atas meja laki-laki tersebut. Namun ia berpikir kembali jika dokumen itu penting kenapa Liam menaruhnya dengan sembarangan.
Akibat rasa penasaran yang sangat menggebu-gebu Amor pun membuka dokumen-dokumen itu dan ia melihat beberapa laporan mengenai Oliver.
Sejenak Amor langsung menerawang saat ia pertama kali membuka kamar Oliver. Ia pun baru ingat bahwa pria itu tidak ditemukan dan polisi juga telah mengatakannya. Apakah Oliver berhasil melarikan diri? Jika benar seperti itu maka dirinya masih memiliki sosok kerabat. Apalagi Oliver sangat baik kepadanya.
Almer pun tersenyum bahagia dan ia tidak tahu seperti apa akan tetapi saat ini dirinya yang tak bisa menahan air mata kebahagiaan. Akhirnya Oliver masih hidup, pasti laki-laki tersebut berusaha mencari wanita dan ingin membunuh pria tersebut.
Tidak, Amor harus bisa menemukan Oliver lebih dulu dari pria itu. Ia kita akan membiarkan Liam menyakiti Oliver, karena hanya pria itulah yang tertinggal.
"Di mana ia sekarang? Aku harus menemukannya."
__ADS_1
Amor pun mendapatkan dokumen-dokumen yang telah Ia bongkar. Kemudian ia menyusunnya dengan sangat rapi, setelah itu ia hendak beranjak pergi. Namun langkahnya langsung berhenti menyadari bahwa dirinya kenapa tidak mencari sesuatu yang sangat penting lagi yang bisa membuat dirinya memiliki power melawan dan mengancam pria itu.
Amor pun menggeladani isi ruangan kerja milik Liam. Ia mendapatkan sertifikat rumah dan surat perjanjian saham. Tapi semua itu baru disadarinya hanya berupa fotocopy an.
"Aku tahu kau pasti akan kemari. Bagaimana? Apakah kau menemukan sesuatu?" Amor langsung berhenti membuka dokumen. Ia pun membalikkan tubuhnya perlahan.
Oh Tuhan, kenapa pria itu kembali.
"Ada apa?"
"Jangan berpura-pura tidak tahu."
Amor lantas menarik napas dengan perasaan jengkel. Ia pun memandang Liam dengan sangat berani.
"Kenapa memangnya? Aku tidak boleh melihatnya."
"Kau boleh saja, tapi aku ingat bahwa kau memiliki rencana buruk makanya aku sangat khawatir dengan beberapa barang berharga yang aku miliki."
"Terserah." Tidak, Amor tidak harus memberitahukan bahwa ia telah mengetahui jika Oliver melarikan diri.
Untuk menghindari kecurigaan Liam pun Amor cepat-cepat pergi dari ruangan tersebut.
_____
Amor meletakkan kedua tangannya di dada. Rasanya sangat gugup saat ia tertangkap basah tapi untungnya pria itu masih bisa mengampuni perbuatannya, jika tidak ia pun tak tahu nasibnya nanti akan seperti apa.
Tidak penting lagi apakah saat ini Liam tengah curiga kepadanya karena telah menemukan bukti bahwa Allah terkabul atau tidak yang penting ia bisa menghindari pria itu saat ini.
Ia harus bisa mencari cara agar bisa menemukan Oliver secepatnya sebelum pria itu menemukannya. Mungkin setelahnya bisa bertemu dengan Oliver maka ia bisa memiliki rencana untuk melawan pria itu bersama-sama.
"Oh Tuhan, selamatkan Oliver karena dia hanyalah satu-satunya keluargaku."
__________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.