Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 39


__ADS_3

Ini Sudah seminggu berlalu akan tetapi Maor terus saja memikirkan mengenai foto tersebut. Laki-laki itu juga tidak membantah bahwasanya dirinya adalah Yonatan anak kandung tuan muda Karel yang pernah hilang.


Kenapa dunia ini sangat kejam membuatnya tersesat di jalan yang buntu. Amor merasa paling hina karena tidak tahu apapun.


Merasa sangat marah dengan diri sendiri, Amor menutup jendela dan meninggalkan kamarnya. Wanita itu akan ke kamar tuan muda Karel dan meminta kepastian walaupun ayahnya tersebut belum sembuh total, setidaknya ia bisa memberikan Amora sedikit kepastian.


Wanita itu sudah memantapkan tekadnya dan kemudian masuk ke dalam kamar ayahnya. Tuan muda Karel yang tidak bisa melakukan apapun itu menatap senang melihat anaknya menemuinya kembali. Ia melihat perut Amora yang sedikit membuncit dan ingin sekali menyentuhnya menyapa cucunya tersebut.


"Papa, ada sedikit pertanyaan yang akan aku berikan kepada mu,"ucap Amor dan memejamkan matanya untuk menahan tangisan yang hendak keluar.


Tuan muda Karel keheranan dan itu terlihat dari alisnya yang berkerut. Ia menunggu Amora menceritakan segalanya seperti hari-hari biasanya.


"Apakah kau mengenali Liam? Liam adalah anak kandung Papa, kan? Dia adalah Yonatan? Makanya setipa kali kau melihatnya menatapnya dengan cara yang berbeda." Tuan muda parah aku terkejut dengan pertanyaan Amor tersebut. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Amor bertanya seperti itu.


Tapi setidaknya tuan muda Karel merasa bahagia ketika Amora mengetahui kebenarannya.


Dengan perlahan cara memberikan petunjuk kepada Amor. Amor pun menghilang nafas panjang dan menutup matanya. Tidak mungkin, semua ini terjadi dengan sangat tiba-tiba. Kenapa tidak berjalan dengan lancar, tuan muda Karel juga menatap bahagia ketika mendengar nama anaknya. Apakah pria itu tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh anaknya sangatlah kejam.


Amoremberikan senyuman lebar seolah-olah tidak terjadi apapun. Wanita itu mengusap punggung tangan ayahnya dan lalu merawatnya sebentar sebelum meninggalkannya.


Amor melihat jika ayahnya sudah tertidur kembali dan saatnya ia keluar dari dalam kamar. Setelah pergi dari ruangan tersebut Amora merosot ke lantai. Ia memeluk kedua kakinya dan kemudian menangis jadi-jadinya.


Wanita itu mengepalkan tangannya dengan sangat erat, sungguh malang nasib tuan muda Karel karena harus dikhianati oleh anaknya sendiri. Bagaimana jika tuan muda Karel mengetahui yang sebenarnya, pasti dia akan sangat kecewa berat. Maka dari itu, tuan muda Karel tidak boleh mengetahui kebenarannya. Biarlah Ia yang berjuang mati-matian di sini.


"Kenapa kau menangis di jalan? Apa yang sudahkah membuatmu sampai sesedih ini?" tanya Liam yang kebetulan lewat di jalan itu.


Tanpa mengangkat kepalanya lagi Amor sudah tahu itu adalah Liam, makanya ia makin menangis tersedu-sedu mendengar suara pria itu yang sama sekali tidak merasa bersalah.

__ADS_1


"Aku seperti ini karena mu, karena kau tega menyakiti keluarga mu sendiri."


Liam menarik napas panjang dan mengangkat tubuh Amor. Ia pun memeluknya dengan sangat erat. Bila pernah tidak tahu pasti akan menganggap jika Liam adalah salah satu suam idaman.


Padahal pria itu lebih bejat dari pada setan. Bahkan setan sendiri tidak pernah membunuh orang dan apalagi itu keluarganya.


"Seharusnya kau mencari lebih dulu kebenarannya setelah kau mengetahui bahwa orang yang ada di foto itu adalah aku bukan menyalahkan ku."


Amor menarik napas panjang dan kemudian menatap Liam dengan  serius.


"Baiklah jika seperti itu, aku akan mengerti diri mu. Sekarang jelaskan kepada ku apa alasan mu yang sebenernya. Kau tidak pernah mengatakan kenapa kau bersikap seperti itu sehingga aku terus menerus salah paham dengan mu. Kenapa? Kau tidak ingin menceritakan yang sebenarnya terjadi? Baiklah, kau memanglah bajingan sehingga tidak bisa melakukan apapun setelah kau tertangkap basah melakukan semua itu."


Liam tidak tahu harus menceritakan ini dari mana terlebih dahulu. Pria itu menarik napasnya panjang dan berpikir bahwa ia harus menenangkan Amor terlebih dahulu karena wanita itu terus-menerus menangis dan itu tidak baik.


"Hey tenanglah. Aku pasti akan menceritakan semuanya kepada mu." Amor memandang ke arah Liam dengan mata berbinar.


"Ya. Mungkin nanti aku akan menceritakannya karena aku ingin kau beristirahat terlebih dahulu dan ceritaku tidak akan membuatmu terganggu."


Amar setuju dengan hal tersebut dan kemudian ia mematuhi setiap perkataan Liam. Tidak tahu apakah cerita yang akan diberikan oleh Liam nanti benar adanya atau ia hanya mengarang saja, tapi ia ingin mendengar versi dari mulut Liam sendiri dan alasan pria itu.


__________


Amor yang sudah membuka matanya melihat Liam yang masih berkutat dengan laptopnya di sampingnya tersebut lantas mendorong pelan bahu pria itu. Ia ingin menagih janji Liam.


"Kau sudah berjanji akan menceritakan kebenarannya kepadaku. Aku tidak mau tahu kau harus mengatakannya sekarang juga. Sekarang tidak ada alasan apapun kau tidak ingin menceritakannya."


Liam yang mendengar suara Amor yang sudah bangun pun menatap ke arah wanita tersebut dan mengusap kepalanya dengan sangat lembut. Memang apa yang dilakukan oleh Liam mengundang perasaan yang sangat dalam apalagi melihat wajah pria itu yang sangat tampan.

__ADS_1


"Jika kau ingin tahu maka duduklah dengan benar. Jika kau seperti itu akan membuat tubuhmu sakit dan anak kita terganggu."


Amar menghembuskan nafasnya kesal dan kemudian mengubah posisinya menjadi duduk yang benar.


"Sekarang ceritakanlah, aku ingin tahu."


"Singkatnya Aku adalah anak dari tuan muda Karel yang hilang. Kau sendiri ayahku memiliki banyak musuh, sehingga keluargaku pun terancam. Aku diculik, tapi untungnya aku bisa melarikan diri. Bertahun-tahun aku hidup di jalanan dan mengalami banyak hal. Lantas aku yang remaja  bertekad ingin kembali ke keluargaku dan membalaskan semua dendamku. Aku tahu jika ayahku telah mencariku, tapi aku tidak bisa menemuinya karena pasti akan sangat berbahaya. Setelah itu aku terus berlatih hingga Aku berusaha mendekati keluarga ayahku, aku mencari tahu segalanya dan karena itu pulalah aku mengenakan topeng agar tidak ada yang mengenali ku, sehingga pada akhirnya aku memiliki kesempatan untuk menjadi asistenmu."


Amor tercengang mendengar cerita versi Liam tersebut. "Lalu setelahnya bagaimana?"


"Setelahnya aku menjadi assisten mu dan aku tidak menyangka setela malam itu aku kehilangan segalanya. Ibu, pap, mati di depan ku dan aku hanya bisa menyelamatkan mu dan itu rasanya membuat ku paling menyesal dan setelah itu aku membenci diri ku sendiri. Aku berusaha mencari tahu siapa dalang dari semua ini sehingga aku menemukan sesuatu yang pastinya kau sendiri tidak akan menyangka. Namun aku, tidak terlalu terkejut saat mengetahuinya sebab aku sudah menduga bahwa orang tersebut adalah keluarga Alexander, adik ayah ku sendiri."


"Apa!!" Amor terkejut dan tubuhnya bergetar saat mendengar bawa Alexander lah yang membunuh keluarganya.


Liam tersenyum miring melihat ekspresi Amor. "maka dari itu dia ingin merawatmu dengan sebaik-baiknya, karena ia tahu bahwa harta warisan semua itu masih berada di tangan mu dan mereka tidak bisa mengganggu gugatnya sebelum kau dewasa. Sebelum semua itu terjadi dan mereka bisa menguasai harta ayah ku maka aku akan membunuhnya terlebih dahulu. Alexander dan keluarganya akulah yang membunuhnya, karena aku sudah lama ingin membunuh mereka," ucap Liam dan Amor menjadi orang yang paling pendiam.


Liam juga bisa merasakan getaran tubuh Amor itu artinya wanita itu sok berat mengetahui kenyataan.


"Liam katakan kau hanya mengarang, aku tidak percaya, kau penuh dengan tipu daya."


Liam menarik napasnya dan mengusap pipi Amor.


"Terserah kau ingin percaya atau tidak." Kemudian Liam pun mengecup bibir Amor.


________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2