Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 49


__ADS_3

Saat ini Amor sedang mengerjakan kandungannya ke rumah sakit. Ia perlahan-lahan mulai rutin melakukan check up, di mana awalnya memang Amor sempat menolak untuk melakukan check up karena ia takut mendengar vonis dokter.


Melihat kehamilannya sendiri ia saja yang sangat ketakutan, apalagi mendengar jika terjadi sesuatu kepada kandungannya. Itulah alasan kenapa Amor selalu menghindar saat ia hendak dibawa ke rumah sakit.


Namun sekarang karena mendengar bahwa anaknya yang ada di dalam kandungannya tersebut sangat baik dan aktif membuatnya bisa menarik nafas dengan lega. Selama ini Liam memang selalu berdiri di sampingnya untuk memberikan support kepadanya.


Ia sendiri sungguh tidak menyangka dengan kebaikan yang diberikan oleh Liam itu. Akan tetapi Amar sangat bahagia ketika perlahan-lahan hidupnya mulai menemukan titik terang yang selama ini ia cari.


"Kau dengarkan apa yang dikatakan dokter tadi, kau harus rutin memakan bubur dan susu ibu hamil. Apalagi kau ini hamil di usiamu yang sangat rentan, ini memang berbahaya dan aku juga tidak bisa menyalahkan orang lain karena akulah penyebabnya. Untuk membayar semua ini, aku akan berusaha memperlakukanmu dengan baik," ucap laki-laki tersebut seraya menjalankan mobilnya.


Perkataan Liam memang sangat manis, tapi Amor sama sekali tidak menyukainya. Wajahnya menjadi cemberut dan air matanya mengumpul.


"Apa yang kau maksud? Jadi jika bukan karena ingin membalas kesalahanmu di masa laluku tidak akan berbuat baik kepadaku?" Ada yang salah, diam pun memandang ke arah Amor dan menang saja ia melihat wajah wanita itu memerah dan matanya berkaca-kaca.


Liam pun menelan ludahnya dengan susah payah karena pasti membujuk Amor akan sangat sulit. Salahnya yang tidak bisa mengontrol ucapannya apalagi wanita ini sedang hamil dan emosinya tidak terkontrol.


Merasa bingung dengan diri sendiri, liang pun mengusap kepala bagian belakangnya dan berusaha untuk memikirkan cara meminta maaf kepada wanita itu. Pasti tidak akan segampang itu meminta maaf karena Amor akan mengungkit segala kesalahannya di masa lalu.


Liam meraih tangan Amor, wanita itu langsung menarik tangannya ketika Liam mencoba untuk merayu dirinya. Saat ini posisi Liam benar-benar sangat serba salah.


Tidak ada sama sekali yang bisa membantu dirinya untuk keluar dalam situasi ini. Mengalihkan pembicaraan pun itu tidak akan mempan, karena pasti Amor lagi-lagi akan mengembalikan ke topik awal.


Dan pada akhirnya, Lia pun memutuskan untuk pasrah dengan dirinya sendiri dan tidak meminta maaf kepada wanita itu dan tetap menjalankan mobilnya.


Amor merasa sangat tak dihargai. Padahal sengaja iya bersikap jutek karena ingin diberikan perhatian yang lebih dari Liam, dan rupanya laki-laki tersebut sama sekali tidak peka dengannya.


Hatinya benar-benar sakit saat ini. Tidak ada alasan lain untuk menahan air matanya, dan cairan tersebut mengalir begitu saja.


Liam tidak berani menolehkan kepalanya sama sekali karena Ia tidak ingin hatinya tersentuh dan pada akhirnya berdebat di tengah jalan.

__ADS_1


Namun membiarkannya sama sekali tidak akan membuat hatinya tenang. Pada akhirnya Liam pun memutuskan untuk menghentikan mobilnya di tengah jalan.


"Hey Amor, aku benar-benar minta maaf. Aku sama sekali tidak seperti itu, jadi tolonglah mengerti."


Amor membuang wajahnya, terlambat untuk Liam mengatakan hal tersebut. Dan sekarang hatinya benar-benar sudah sangat mantap untuk melupakan laki-laki itu sejenak.


Tin


Tin


Tin


Mobil lain yang ada di belakangnya mendemo dirinya karena berhenti di tengah jalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Tahu dengan kesalahannya, akhirnya Liam pun menjalankan mobilnya.


Untuk sementara waktu ia akan memikirkan cara bagaimana untuk membujuk Amor.


_________


Hari ini ia telah memberikan kejutan untuk Amor, tinggal menunggu wanita itu melihat kejutannya.


Lia masuk ke dalam kamarnya begitu saja dan melihat Amar yang menutup tubuhnya dengan selimut. Ia pun menghampiri wanita itu dan kemudian meraih tangannya.


Amor langsung menarik tangannya tersebut dari Liam. Ia belum sudi untuk perbaikan dengan laki-laki tersebut. Entahlah kenapa Amor menjadi sangat baperan seperti ini padahal Liam mungkin tidak bermaksud seperti itu namun hatinya benar-benar sangat sakit sehingga membuatnya marah sampai seperti ini. Mungkin karena efek kehamilannya membuat hormonnya sedikit berbeda pada saat sebelum mengandung.


Liam tidak menyerah sampai di situ saja, lagi-lagi laki-laki tersebut meraih tangan Amor dan menggenggamnya. Amar pun merasa marah dan memandang ke arah laki-laki tersebut dengan tatapan tajam.


"Apa yang ingin kau katakan? Kenapa menarik tanganku? Tidak tahu kah tindakanmu ini sungguh tidak sopan," omel Amor.


Liam memberikan senyum hangat kepada Amor. Tampaknya pria itu sudah mengetahui senjata yang sesungguhnya untuk membuat Amor luluh. Lihatlah saat ini Amar sama sekali tidak bisa menolak pesona Liam.

__ADS_1


Laki-laki itu memang sangat berkarisma dan karena wajahnya yang sangat tampan pula lah membuat dirinya perlahan bisa merasakan cinta. Tidak ada yang bisa menampik bahwa wajah tampan atau good looking bisa membuat seseorang mencintai.


"Hm baiklah. Katakan apa yang kau ucapkan. Aku akan mendengarkannya."


Liam menarik nafas panjang dan kemudian membantu Amor untuk duduk.


"Ada suatu kejutan yang telah aku siapkan untukmu." Amor mengerutkan keningnya. Ia pun menjadi sangat penasaran kejutan seperti apa yang telah disiapkan oleh Liam.


"Kejutan semacam apa?"


"Ikutlah denganku, karena ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan kepadamu."


Amor menganggukkan kepalanya setuju. Melihat wanita itu perlahan-lahan mulai luluh, Liam menyunggingkan senyum yang sangat manis.


Laki-laki tersebut mengambil penutup mata yang akan dikenangkan Amor. Karena ini adalah kejutan maka Amor harus menutup matanya.


Wanita itu menautkan alisnya. Untuk apa ia mengenakan penutup mata jika nanti ia juga harus membuka penutup mata tersebut ujung-ujungnya ia juga akan melihat kejutan itu.


"Tidak perlu menggunakan penutup mata, nanti juga aku pasti akan melihatnya. Jadi kau tak perlu repot-repot sampai seperti ini."


Liam menggelengkan kepalanya, jika menurunkan apa yang diucapkan oleh Amor maka ini tidak akan menjadi kejutan lagi untuknya. Oleh karena itu pria tersebut tetap kekeh menginginkan mata Amor ditutup.


"Ck, pakailah ini, karena ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Ayolah kamu menurutku padaku, sekali Ini saja."


Amor pun meraih penutup mata itu dengan kasar dan mengikatnya sendiri ke matanya. Liam perlahan tersenyum dan kemudian menuntun Amor ke tempat yang ingin ia tunjukkan kepada wanita itu.


"Memangnya tempat seperti apa sih?"


_________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2