Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 47


__ADS_3

Amor menghela napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Sebentar lagi ia pasti akan mendapatkan ijazah karena pria tersebut memberikannya beberapa ujian yang harus ia selesaikan sebelum mendapatkan ijazah tersebut.


Liam juga memberikan janji bahwa ketika ia tamat nanti akan mengundang teman-temannya untuk merayakannya bersama. Liam sengaja melakukan hal tersebut agar Amor tidak kehilangan kesan sekolahnya.


Apalagi wanita itu sangat berharap ada kesan baik dalam perpisahannya nanti. Tak disangka-sangka keinginannya itu dikabulkan oleh Liam. Amor bahagia ketika pria itu mulai memperhatikan dirinya.


"Kapan kau akan melaksanakan acaranya?"


"Diamlah dan kerjakan itu, aku tidak ingin fokus mu terganggu."


Amor mengejutkan bibirnya dan kemudian mengerjakan soal ujian tersebut. Liam sudah bekerja sama dengan pihak pendidikan agar memberikan ijazah resmi untuk Amor. Wanita itu cukup senang ketika ia bisa melakukan homeschooling karena di luar sana sudah pasti dirinya tidak akan mendapatkan tempat yang baik apalagi dalam kondisi sedang mengandung.


Waktu terus berjalan dan amal akhirnya bisa menyelesaikan semua soal-soal ujian tersebut. Itu adalah soal terakhir yang harus ia kerjakan dan ketika selesai itu artinya ujiannya pun selesai.


Liam mengambil jawaban milik Amor dan langsung memeriksanya saat itu juga. Amor mengintip ketika Liam memeriksa jawabannya tersebut.


Wanita itu mengerucutkan bibirnya melihat Liam yang menyilang jawabannya. Bahkan ia sedikit bingung kenapa jawabannya tersebut bisa salah.


"Kenapa kau menyilang jawabannya itu, coba kau perhatikan lagi bisa saja jawabanku benar."


Liam menyentil kening Amor, "seharusnya kau yang memperhatikannya lagi."


Amor pun memperhatikan jawabannya tersebut kembali. Setelah diteliti memang jawabannya itu salah karena ia salah mengali. Wanita itu menepuk jidatnya dan mengumpati diri sendiri.


"Bagaimana? Apakah kau masih ingin tetap kekeh menyalahkan ku?"


"Ya ya aku salah." Kemudian Liam menjitak kepala Amor membuat wanita itu semakin kesal.


Ia melihat Liam terus menilai jawabannya. Paska tadi ia menjadi tidak ingin melihat jawabannya salah atau benar. Lebih baik ia berdoa agar jawabannya tidak salah lagi.

__ADS_1


"Tidak usah gugup, kau tetap saja lulus. Karena kau memang pintar. Lihat kau cuman salah satu." Amor menoleh ke arah wanita itu dan terkejut melihat jawabannya selebihnya yang salah tadi semuanya benar.


"Apaan, aku ingin betul semuanya."


Liam menghembuskan napas kesal dan kemudian membiarkan wanita itu mengeluh dan tak pernah bersyukur sama sekali.


Liam mengangkat tubuh Amor dan mendudukkannya ke kasur mereka. Liam mengusap kepala Amor dengan memberikan semangat kepada wanita itu.


"Tidak usah kau pikirkan lagi. Yang penting kau lulus dengan nilai yang sempurna. Nanti besok aku akan mengadakan acara untuk merayakan kelulusan mu itu. Jadi jangan bersedih lagi. Jika kau terus-menerus mengurung seperti ini maka aku tidak akan jadi merayakan kelulusan mu."


Amor langsung membulatkan matanya dan menggelengkan kepalanya sekencang mungkin. Ia harus merayakan kelulusannya agar dirinya tidak merasa begitu tertekan ketika harus putus sekolah.


Liam pun menganggukkan kepalanya bahwa ia akan tetap memenuhi janjinya tersebut. Namun sebelum itu ia mengusap kepala wanita itu memberikan kasih sayang yang sangat cukup untuk wanita tersebut.


"Sekarang kau sudah mengerti bukan? Tidurlah terlebih dahulu karena aku akan mengurus ijazahmu."


Amor yang melihat Liam pergi itu merasa sangat bahagia karena sebentar lagi ia sudah tamat dari SMA dan ia akan masuk kuliah. Setuju atau tidak setuju tapi dirinya ingin melanjutkan kuliahnya. Walaupun itu gep year karena kehamilannya tersebut.


_________


"Amor! Aaaa!! Aku tidak menyangka kau akan lulus juga."


Andini datang-datang langsung memeluk tubuh Amor. Namun liang langsung berdahem untuk memperingati Andini bawa istrinya tersebut tengah mengandung.


Andini lantas langsung melepaskan pelukannya dan tersenyum ketar-ketir ke arah pria tersebut. Bukan maksud dirinya untuk membuat Amor kesakitan.


"Amor maafkan aku, aku tidak bermaksud ingin memelukmu sekencang itu sampai membahayakan kandunganmu," ujarnya penuh dengan rasa bersalah.


Amor menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak masalah dengan itu, lagi pula dirinya sekarang baik-baik saja.

__ADS_1


"Jangan terlalu takut kepada dia, aku tidak apa-apa."


Amor menyambut teman-temannya yang datang satu persatu. Mereka sangat bahagia bisa berkumpul lagi dengan anggota kelas yang lengkap.


Berbagai acara mereka lalui, dan bahkan Liam langsung mewisuda Amor dan memberikan ijazah kepada wanita itu.


Amor mengambil ijazahnya dan menatap hasil kerja kerasnya tersebut dengan perasaan bangga. Air matanya jatuh karena tak bisa menahan rasa terharunya. Apalagi teman-temannya tidak ada yang menghakiminya dan semuanya memberikan support untuknya.


"Wah selamat Amor! Kau lebih dulu mendapatkan ijazah daripada kami."


Mereka pun tertawa konyol. Setelah itu, mereka pun langsung berfoto bersama. Sebagai kenang-kenangan setelah berpisah.


"Amor, kau jangan membuat ku merasa iri karena keuwuan kalian." Amor menatap ke arah Liam yang ada di sampingnya. Benarkah teman-temannya merasa iri karena ia telah menemukan pasangan yang tepat.


Amor tertawarannya dan memberikan beberapa persepsi kepada teman-temannya tersebut bahwa hubungannya dengan Liam tidak semudah itu. Sampai ke titik ini penuh dengan perjuangan.


Lian tidak mudah untuk meyakinkan Amor bahwa dirinya melakukan tindakan kejahatan tersebut bukan semata-mata karena ia seorang penjahat. Sementara itu Amor juga berjuang untuk mempercayai Liam dan meninggalkan dendamnya.


Hubungan mereka berawal dengan penuh dendam, bahkan anak yang sedang didekandungnya juga berawal dari kebencian. Sampai ke titik Ini adalah sebuah pencapaian yang tidak mudah bagi mereka.


"Ini benar-benar membuatku mengingat kembali bagaimana hubungan kami di awal. Kalian semua juga pasti tahu bagaimana hubungan kami yang sangat rumit ini. Jadi hubungan kami tidak semudah itu."


Mereka menatap ke arah Liam karena hanya mereka yang tahu bahwa Liam lah yang telah membunuh keluarga Alexander. Tubuh mereka langsung bergetar dan bertatapan satu sama lain.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2