Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 50


__ADS_3

Liam pun melepaskan penutup matanya, Amor terkejut dan menutup mulutnya yang menganga melihat pemandangan di depan. Ia tak menyangka bahwa laki-laki itu akan menyiapkannya sampai seperti ini.


Dekorasi yang sangat mewah dan megah, sama seperti dekorasi pesta. Tiba-tiba lampu menjadi redup digantikan dengan lampu hias. Kemudian ada suara musik-musik dan biola yang mengalun.


Amor menatap ke sekitarnya di mana Liam menghadirkan pemusik dan juga beberapa atraksi untuk menghibur Amor.


Amor mendengar lagu kesukaannya mengalun. Ia memandang ke arah Liam dan rupanya laki-laki tersebut tengah memberikan satu persembahan lagu untuknya.


Amor menjadi terharu dan air matanya menetes. Effort laki-laki ini memang pantas untuk diacungin jempol.


Wanita itu mengusap air matanya menggunakan punggung telapak tangannya.


Liam memberikan tangannya untuk Amor dan wanita itu menyambutnya dengan ramah. Kemudian mereka pun menyanyikan lagu tersebut bersama-sama.


Kedua sejoli tersebut sangat menikmati lagu itu. Mereka seperti orang yang baru saja jatuh cinta dan saat ini tengah menikmati perasaan masing-masing.


Lagu itu akan berakhir, sebelum puncak dari lagu tersebut tiba-tiba suasana menjadi hening. Amar mengerutkan keningnya melihat situasi yang langsung berubah.

__ADS_1


"Ada apa ini? Apa yang sedang terjadi?" Amor memandang ke sekitarnya dan tidak melihat ke depannya bahwa Liam telah berlutut seraya mengeluarkan cincin.


Pada saat ia hendak bertanya kepada pria itu ia menoleh ke depan. Melihat Liam yang berlutut di depannya seraya memberikan cincin untuknya membuat Amor tersedak liurnya sendiri. Wanita itu menelan ludahnya dengan susah payah dan air matanya yang tadi sudah kering kini kembali basah.


"Liam apa yang kau lakukan?"


Liam tersenyum, "aku sama sekali belum pernah melamarmu. Aku yakin kau ingin merasakan kejadian seperti ini, makanya hari ini dengan secara resmi aku ingin mengikatmu. Amora Dwi Hauria, Will you merry me?" tanya Amor kepada wanita itu dan sejenak Amor lupa bagaimana caranya bernapas.


Para hadirin yang berkumpul di situ bersorak dengan serentak agar Amor menerima saja lamaran tersebut. Amor menarik napas panjang, lagi pula tidak ada alasan lain untuk dirinya menolak Liam karena mereka sudah menjadi suami istri.


Dengan senyum dan perasaan yang sangat terharu, Amor lantas menganggukkan kepalanya. Wanita itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ini adalah hidup yang baru.


Wanita itu menatap ke arah jari manisnya yang sudah terpasang cincin pengikat di antara mereka. Hari ini benar-benar sakral bagi dirinya. Mungkin hari ini adalah hari yang di mana ia benar-benar merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Tak hanya melihat paduan suara akan tetapi amal juga melihat di antara barisan tersebut terdapat sang ayah menggunakan kursi roda. Amor menghampiri ayahnya setelah tangannya dipasangi cincin.


Wanita itu sangat sedih sekali melihat kondisi ayahnya tersebut. Akan tetapi ia sangat bahagia ayahnya yang saat ini tengah tersenyum bangga kepadanya.

__ADS_1


"Papa, apakah kau ingin melihat kebahagiaan putrimu juga?"


"Aku memang tidak setuju dengan Yonatan yang melakukan semua ini, karena kau adalah putri kecilku dan masih menjadi kesayanganku. Kau masih sangat muda, dan memang tidak seharusnya kau malah mendapatkan dia yang memperlakukan mu dengan buruk." Amor menganggukkan kepalanya. Memang seharusnya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi karena cinta mengalahkan segalanya dan membuat orang buta dengan realita.


Liam yang mendengar ayahnya mengatakan hal itu sedikit cemburu. Ayahnya tampak sangat menyayangi Amor.


"Papa, apa yang kau katakan. Jangan sampai karena perkataan mu dia menolak ku," ucap Liam seraya memeluk Amor dari belakang.


Ayahnya tersebut menarik napas panjang dan menatap Liam dengan tatapan tajam.


Ia meraih tangan Amor dan juga tangan Liam lalu dipersatukan. Melihat kedua anaknya bahagia ia juga turut bisa merasa lebih tenang sekarang.


"Jagalah Amor baik-baik. Papa mempercayakan kepadamu dan jika anak Papa kau sakiti maka aku tak akan membiarkan kau mendapatkan dia lagi."


"Baik Pa, Yonathan pasti akan menjaganya dengan baik dan sepenuh hati." Amor dan Liam saling memandang dan melempar senyum kebahagiaan.


_________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2