Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 36


__ADS_3

Amor menderita. Tapi ia tak bisa berbuat apapun dalam hidupnya karena ia tak akan pernah menyangka bahwa Liam akan memiliki semua yang tak pernah ia dapatkan. Pria itu sangatlah kuat dan memiliki strategi yang sangat matang membuat Amor sangat tidak percaya bahwa hidupnya akan seperti ini.


Keanehan segala keanehan pun semakin membingungkan Amor. Ia merasa seperti susah sekali menjangkau informasi mengenai Liam walaupun hanya sedikit. Seakan-akan orang-orang yang ada di sekitarnya telah bekerja sangat lama dengan Liam.


Tapi kenapa ia baru mengetahui hal tersebut baru-baru ini. Apakah seluruh penghuni rumahnya dari dulu menganggap dirinya bodoh karena tidak bisa mengetahui hal yang sudah mereka ketahui lebih dulu.


Terlebih lagi Amor setelah melihat foto yang ditunjukkan oleh Lia membuatnya sangat penasaran dan ia rasanya pernah melihat foto itu sebelumnya. Sampai sekarang Amur tidak bisa menemukan ingatannya di mana ia melihat foto tersebut sebelumnya.


Apakah ia pernah mengenal seseorang dahulu di masa lalu yang pernah menunjukkan foto pria itu? Jika pernah maka kaitannya kalian dengan orang tersebut seperti apa?


Amor pun menghembuskan nafasnya dengan perasaan gusar. Wanita itu memejamkan matanya dan kemudian mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Amor tahu bahwa dirinya harus lebih tenang untuk menghadapi segala masalah yang akan menimpa dirinya tersebut. Wanita itu melirik ke dalam kaca yang ada di sampingnya dan melihat perutnya yang sudah membesar. Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan kejadian itu telah berbulan-bulan. Sampai sekarang ia tidak bisa mencari Oliver karena ketahuan oleh Liam bahwa ia ingin menyelamatkan pria itu. Hanya saja Liam tidak pernah mengatakannya dan pria itu juga tidak ingin mengungkit-ungkit hal yang tidak seharusnya dikatakan kepada Amora.

__ADS_1


Terkadang Amora lemah di situ karena ia merasa bahwa Liam sangat abai kepadanya karena berkali-kali ia ingin mencoba kabur dan membunuh pria itu namun sampai sekarang laki-laki tersebut tidak pernah membencinya.


Hal itulah yang membuat Amor merasa goyah. Wanita itu terombang-ambing dalam kebingungan yang sangat nyata. Tapi ia berusaha sebisa mungkin agar tidak terpengaruh oleh pria itu dan hidup dalam pendiriannya.


"Nona, di luar ada seseorang yang tengah mencari Nona." Amar pun menyatukan alisnya bingung karena tidak seperti biasanya ada orang lain yang datang ke rumah mereka dan mencari dirinya.


Apakah itu Oliver? Jika benar itu adalah pria tersebut maka Amor harus segera menemuinya. Tanpa merapikan penampilannya terlebih dahulu Amor langsung keluar dari dalam kameranya dan memasuki lift. Ia sungguh tidak sabar ingin melihat pria itu. Semoga saja Oliver baik-baik saja.


"Nona akan tahu jika anda menemuinya."


Amar pun menganggukkan kepalanya dan tak lama pintu lift pun berbunyi lalu setelahnya terbuka. Amor keluar dari dalam lift dan menuju ke ruangan utama.


Akan tetapi matanya kian membelalak saat melihat bukan Oliver lah yang datang melainkan teman-teman sekelasnya. Apakah dia tidak salah lihat? Itu benar-benar Oliver, Amor pun menggigit bibirnya dengan perasaan kalut.

__ADS_1


"Aku tidak tahu jika itu kalian, kenapa kalian bisa ada di sini?"


Teman-temannya tersebut dengan sangat bangga menyambut Amor.


"Amor kami merindukan mu."


"Aku juga."


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2