
Amor kembali masuk ke ruangan Liam. Ia ingin mencaritahu lebih dalam lagi mengenai foto itu dan mungkin saja ia menemukan petunjuk baru. Wanita itu mendorong pintu ruangan kerja Liam dengan cara perlahan dan berharap ketahuan di sini.
Mendorong pintu ruangan tersebut Amar bisa bernafas dengan lokal dan cepat-cepat menutupnya kembali lalu menghampiri meja kerja suaminya. Ia pun mencari-cari foto yang kemarin ditunjukkan oleh Liam.
Ia tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mendapatkan foto tersebut. Amar pun mencoba-coba mengingat sesuatu ketika melihat foto itu dengan seksama.
"Apakah aku benar-benar pernah melihatnya? Apakah ini hanya persangkaanku saja?" Amora dengan susah payah untuk mengingatnya kembali walaupun itu sangat menyakitkan kepalanya.
Merasa muak dengan pikirannya sendiri yang tidak bisa menebak apapun akhirnya Amora pun mengelilingi ruangan tersebut, barangkali ia bisa menemukan sesuatu yang tidak pernah ia duga.
Benar saja ketika ia berkeliling tak sengaja menemukan sebuah bingkai foto. Terlihat dari pengemasannya bingkai foto tersebut sangat diperhatikan oleh pemiliknya. Amora meraih bingkai foto itu dan membalikkan fotonya. Wanita itu segera menutup mulutnya seketika melihat hal yang benar-benar tak terduga.
"Kenapa? Kenapa bisa ada papa di juga di sini, di sini juga ada Mama." Amar benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat baru saja.
Bingkai foto itu seperti sebuah foto yang sangat berharga bagi Liam. Ia memperhatikan foto riam kecil dengan foto tersebut di mana Di tengah-tengahnya ada anak laki-laki yang masih kecil.
"Apa maksud dari semua ini? Jadi Mama dan Papa sudah mengenal Liam sejak ia kecil? Sebenarnya apa hubungan mereka?" Amor pun menggigit bibirnya kebingungan dengan konspirasi yang tidak bisa dipecahkan dengan mudah tersebut.
Kepalanya sendiri sampai-sampai pusing memikirkan masalah ini saja. Wanita itu pun meraih bingkai foto tersebut dan membawanya ke tempat duduk Liam. Kemudian ia menatap foto tersebut dan membandingkannya.
"Apakah aku sebodoh ini sehingga tidak mengetahui apapun?" tanya amal kepada dirinya sendiri dan merasa kecewa dengan ketidaktahuannya.
Ia pun memutuskan untuk membawa bingkai tersebut dan menanyai dengan pekerja yang sudah lama bekerja di tempat ini.
Amor pun sempat berpikir bahwa salah satu tukang kebunnya adalah seorang pekerja yang sudah lama mengabdi dengan keluarganya. Amar memutuskan untuk mencarinya barang tahu dia mengetahui mengenai foto ini.
Wanita itu bergegas untuk meninggalkan ruangan tersebut tanpa meninggalkan jejak yang akan membuat Liam nantinya marah dengannya.
Ia harap pria itu tidak cepat datang hari ini agar dirinya bisa menjalankan misinya kali ini. Amor lantas berlari ke luar rumahnya dan mencari-cari tukang kebunnya.
"Apakah kalian mengetahui tukang kebun yang di sini bapak Mike, apakah dia hari ini datang?" tanya Amor kepada para tukang kebun yang lainnya.
Para tukang kebun pun menghampiri Amor dan kemudian menunjuk ke arah yang tidak jauh dari tempatnya di mana Mike sedang membersihkan kebun tersebut.
Amar mengagukan kepalanya dan penuh dengan ucapan terima kasih. Kemudian wanita itu menghampiri Mike.
"Berapa tahun sudah kau mengabdi di keluarga ini?" Mike sangat terkejut dengan kehadiran Amora yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Nona, ada apa Anda mencari saya tiba-tiba?" Amor pun menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, ia tidak boleh cukup dan harus lebih fleksibel lagi.
"Bapak, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu." Mike pun semakin menjadi heran. Namun Ia hanya mengganggukan kepalanya karena juga tidak berani menolak nonanya.
Amor kemudian membawa Mike ke tempat yang lebih sepi. Mike hanya mengikuti Amor dengan pasrah.
"Apa yang ingin anda tanyakan kepada saya?"
Amor lantas mengeluarkan foto tersebut dan menyerahkannya kepada Mike. "Apakah Bapak mengenal mereka? Aku dengar Papa sudah bekerja cukup lama dengan papa saya."
"Foto ini, di mana anda mendapatkannya?"
"Tidak penting di mana Aku mendapatkannya Aku hanya ingin bertanya denganmu apakah kau mengenalnya?"
Tukang kebun itu menghela nafas sejenak dan kemudian menatap foto tersebut dengan sangat sedih.
"Apakah kau tidak tahu jika semua orang di foto ini telah menjadi korban dari pembantaian tersebut."
"Maksud bapak?" Amat semakin tidak sabar ingin mendengarkan suatu fakta yang mungkin saja ia tidak ketahui.
Amor tiba-tiba menjadi sangat lemah. Wanita itu sungguh tidak menyangka bahwa foto anak kecil yang ada di dalam sini adalah Yonatan. Seingatnya Liam mengatakan jika foto tersebut adalah dirinya.
"Tidak, aku sungguh tidak percaya. Tidak mungkin dia, jika benar dia kenapa ia ingin membunuh keluarganya sendiri? Pasti dia berbohong kepadaku dan ingin mencari dukunganku." Amor menjadi tidak percaya bahwa orang yang ada di dalam foto ini adalah Liam dan pria tersebut hanyalah mengada-ngada.
Tukang kebun itu tidak mengerti kenapa nomor bertanya demikian dan setelah mendengar kenyataannya wanita itu menjadi sangat gugup.
"Kenapa Anda sampai seperti itu? Tapi Nona, setelah aku melihat foto ini entah kenapa aku merasa jika tuan muda terlihat seperti Liam." Amar memandang ke arah foto tersebut dan benar saja wajah Lia memang sangat mirip dengan anak kecil di dalam foto itu.
Amor menjadi sangat lemah dan kemudian meninggalkan tukang kebun begitu saja. Jika benar diam adalah anak kandung dari tuan muda Karel kenapa ia harus membuat ayahnya sampai seperti itu. Amor tidak masalah jika mengambil semua hartanya karena memang seharusnya milik Liam.
"Liam kau benar-benar tidak terduga. Aku sungguh tak menyangka jika itu adalah kau. Kenapa kau melakukannya?"
Amor kembali ke ruangan kerja Liam. Ia harus mengetahui petunjuk lainnya. Amor secara perlahan-lahan ia sudah mulai mengetahui apa masa lalu diam yang sehingga membuat dirinya sampai ke tahap ini.
Wanita itu menghembuskan nafasnya pasrah dan meletakkan foto itu kembali ke tempatnya. Kemudian ia keluar dari ruangan kerja milik Liam.
"Apa yang sudah kau lakukan di dalam sana?" Entah dari mana pria itu berasal namun tiba-tiba ada di depannya.
__ADS_1
"Tidak ada apapun, Aku hanya ingin mencari tahu mengenai foto itu."
"Oh foto itu, rupanya kau memang benar-benar bertekad ingin mencari kebenarannya." Amor menganggukkan kepalanya lemah. Iyan pun mengerutkan keningnya melihat Amor yang tidak berdaya. "Ada apa denganmu? Apakah kau sudah menemukannya? Aku melihatmu kau sama sekali tidak bersemangat. Apakah kau sudah mengetahui kebenaran foto itu."
Amor melirik ke arah Liam dan kemudian menatapnya dengan sangat tajam. Wanita itu yang sudah terliputi rasa emosi yang sangat dalam lantas menarik dasi Liam.
"Ya aku mengetahui kebenaran foto itu, itu adalah kau kan. Kau sebenarnya anak kandung dari tuan muda Karel."
Liam pun terdiam dan menarik dasinya kembali. Ia menghembuskan napas kasar dan membuang wajahnya.
"Sekarang kau sudah mengetahuinya."
Palkk
Amor meneteskan air matanya dan mengepalkan tangannya. Sedangkan Liam terkejut ketika mendapatkan tamparan keras dari wanita itu. Ia menyentuh bekas tamparan Amor.
"Lalu, kenapa kau membunuh keluarga mu juga? Kakak sama sekali tidak memiliki hati sehingga harus menghancurkan kehidupan keluargamu."
Liam pun menghilang nafas panjang dan meninggalkan Amor.
"Kau tidak mengetahui kebenarannya. Lebih baik kau tenangkan diri mu dan biarkan aku mengurus semua masalah ini. Aku padahal ingin kau tidak terlibat pada masalah ini. Aku sengaja menyuruhmu hari itu ke rumah sakit untuk menjaga Ayah agar kau tidak pulang tapi tak disangka kau pulang ke rumah dan melihat Aku melakukan semuanya. Andai saja hari itu kau tidak akan pulang."
"Aku benar-benar beruntung karena memutuskan untuk pulang hari itu, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan lagi. Mungkin aku terus berada di dalam dunia hitam milikmu. Kau adalah orang yang paling bejat karena telah membunuh keluargamu sendiri, dan sekarang kau menyalahkan Oliver sebagai tersangka."
Liam memandang tajam ke arah Amor.
"Tutup mulut mu! Kau tidak tahu apapun."
Liam mendorong wajah Amor sehingga membuat itu terdiam. Ia melihat punggung Liam yang meninggalkan dirinya. Sementara itu ia terduduk dengan tidak berdaya melihat Liam yang sangat jahat kepadanya dan keluarganya.
"Padahal aku anak angkat di sini, tapi kenapa aku yang lebih terlihat menyayangi keluarganya? Hiks, dia tidak tahu diri." Amor menyentuh dadanya yang sakit.
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA
__ADS_1