
Setelah lamaran hari itu, Liam pun memberikan jari pernikahan untuk Amor. Ia akan menyunting wanita itu dengan cara yang sah walupun itu sudah terlambat tapi buktinya Amr sangat bahagia dengan hal tersebut.
Wanita itu menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Hari ini mereka sedang melakukan fitting baju pengantin. Amor tak bisa melunturkan senyumnya dan ia benar-benar bahagia dan tak ada yang bisa menampik hal tersebut.
Liam saja sampai terharu melihat Amor yang terus menerus tersenyum seperti itu. Setelah sekian lama ia menyembunyikan senyumnya dan pada hari ini ia berhasil mengukir senyum manis itu lagi. Benar-benar suatu perkara yang tak akan pernah diduga oleh Liam.
Melihat wanita itu yang bahagia seperti tersebut tunai sudah Liam membalas segala kebohongan yang ia ciptakan untuk Amor sehingga membuat wanita itu salah paham kepada dirinya.
Liam menghampiri Amor dan kemudian memeluknya dari belakang. Amor yang sedang berkaca memperhatikan gaun pengantinnya tersebut sejenak terdiam. Ia menarik nafas panjang dan kemudian meraih tangan Liam yang memeluknya itu.
"Kau benar-benar cantik dengan baju pengantin ini, siapapun yang melihatmu pasti akan iri dengan kecantikanmu dan ingin memilikinya. Aku benar-benar sangat beruntung, kan?" tanya Liam seraya meletakkan dagunya di pundak Amor.
Amor sangat terharu dengan pujian itu. Wanita tersebut hanya membalasnya dengan sebuah senyuman dan mengusap pipi Liam yang diletakkan di pundaknya. Kemudian Ia pun membalikkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya di leher laki-laki tersebut.
Mereka pun saling berpandangan dan kemudian tatapan mereka sama-sama menghanyutkan dan membuat keduanya kembali merasakan jatuh cinta yang sangat dalam. Hari yang benar-benar sakral bagi keduanya sebentar lagi akan berlangsung, Amar tidak tahu kapan ia akan bahagia ini kembali.
Wanita itu lantas memeluk tubuh Liam dengan sangat erat. Seakan-akan ia tidak rela melepaskannya karena hanya pria itu yang ada di hatinya. Selamanya nama Liam ataupun Yonatan akan tetap bersinar di lubuk hatinya.
Ia sangat bersyukur diadopsi oleh Tuan Muda Karel sehingga ia bisa bertemu dengan Liam, meskipun hubungan mereka dari awal tidak pernah baik. Namun ujungnya memiliki ujung yang baik. Tidak ada yang tidak mungkin di kehidupan ini, contohnya Liam dan Amor yang sama-sama menyimpan dendam pada akhirnya dipersatukan oleh rasa cinta dan mengenyampingkan perasaan egois keduanya.
"Terima kasih atas pujian ilmu yang sangat berlebihan itu, tapi jujur saja aku tidak merasa secantik itu." Entahlah Akan tetapi sekarang Amor benar-benar merasa insecure.
Walaupun pernikahannya dilakukan secara resmi dan berdasarkan negara tapi tetap saja Amor tak bisa menahan malu di depan khalayak ramai karena di usianya yang masih remaja ini telah memiliki anak.
Tapi Liam sama sekali tidak peduli dan meminta aga Amor tidak akan terpengaruh dengan kata-kata orang lain terhadap hubungan mereka.
Pria itu meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Amor. Kemudian ia memandang wanita tersebut dengan pandangan yang sangat dalam. Hal selanjutnya yang tak diduga oleh Amor adalah pria itu mencium bibirnya. Amor masih tidak menyangka dan menutup mulutnya.
Akan tetapi senyumnya sangat cerah menandakan bahwa ia cukup bahagia dengan perlakuan manis laki-laki itu. Melihat di Amor yang menyambutnya dengan baik membuat Liam semakin berani dan menyosor Amor.
Sontak Amor membulatkan matanya dan mendorong tubuh Liam sejauh-jauhnya. Amor mendelikan matanya tajam memperingati laki-laki tersebut.
"Apa-apaan sih kau, kita ini belum resmi menikah secara negara."
"Tapi, setidaknya kita pernah menikah," keluh Liam yang ingin meminta haknya.
__ADS_1
Amor membulatkan matanya dan kemudian menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya.
"Kau ini benar-benar sangat aneh, aku membenci jalan pikiranmu tersebut. Apakah kau sama sekali tidak tahu dengan tempat? Kau perhatikan sekarang kau ada di mana. Jangan berpikir terlalu tolol." Amor menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Liam mengerucutkan bibirnya dan berusaha meminta maaf kepada Amor. Ia lupa bahwa wanita yang ada di depannya ini adalah wanita hamil yang emosinya benar-benar tidak bisa ditebak.
Amor terus menghindar dari Liam sebagai bentuk hukuman laki-laki tersebut yang seenaknya saja. Dan pada akhirnya Liam hanya bisa pasrah membiarkan dirinya mendapatkan hukuman tersebut hingga hukuman itu berakhir. Barulah ia meminta maaf dengan tulus kepada wanita itu nanti.
"Wanita memang sangat sulit untuk dimengerti."
__________
Hai pernikahan itu pun akhirnya tiba. Semua orang berkumpul di depan altar ingin menyaksikan pemberkatan pernikahan Amor tersebut. Ayahnya berusaha sebisa mungkin untuk mengantarkannya ke depan altar.
Liam melihat Amor yang tampil cantik membuatnya tak bisa menelan ludahnya. Seluruh tubuhnya bergetar dan saat ini keadaan jantungnya benar-benar tidak aman untuknya.
"Amor, aku benar-benar tak bisa berkedip saat ini," ucapnya dalam hati dan tak bisa berkata-kata lagi. Hanya bisa berbicara dalam hati berapa cantiknya istrinya ini.
Liam menyombongkan dirinya di depan orang ramai bawa istrinya sangat cantik dan bahkan membuat banyak orang iri dengan kecantikan sang istri. Apa ia bilang dan Amor masih saja tidak percaya dengan hal tersebut.
Ia menarik napasnya panjang saat melihat tangan ayahnya yang menyerahkan Amor kepadanya. Baru kali ini Liam merasakan tubuhnya bergetar dan tangannya sama sekali tak berdaya untuk menyambut tangan Amor.
Pernikahan itu pun berlangsung dengan hikmat. Hingga pernikahan tersebut ditutup dengan ciuman keduanya.
_______________
Liam mengurut keningnya yang berdenyut hebat. Akhir-akhir ini ia sedang dipusingkan dengan perusahaannya. Tidak tahu kenapa namun semakin hari semakin banyak kejanggalan yang ia temui. Tidak mau berpikir buruk, Liam pun berusaha mengatasi semua masalah perusahaan, mulai dari pencabulan, korupsi, suap, dan gaji serta pesangon yang tidak dibayarkan.
Beberapa skandal pun terjadi membuatnya kurang tidur. Namun Liam tetap mengatasinya dengan baik dan melawan pihak-pihak yang ingin merebut kejayaannya.
Liam pun menelpon Youvie untuk membantunya menyelesaikan semua kasus yang terjadi. Tak lama Youvie pun datang dan menyerahkan beberapa penemuan yang ia temui.
Liam meraih berkas dan juga laptop milik Youvie. Bukti-bukti yang dilampirkan oleh Youvie membuat dirinya tak bisa menampik lagi bahwa sebenarnya orang yang melakukan semua ini adalah Oliver. Rupanya laki-laki tersebut masih hidup dan tidak berada di luar kota.
Liam meremas berkas itu dan mengepalkan tangannya lalu emosinya tidak bisa terkontrol hingga ia meratakan barang-barang yang ada di ruangannya tersebut sembari berteriak marah.
__ADS_1
"Kenapa orang ini tidak tertangkap juga?"
"Tuan, saya tidak tahu namun saya akan berusaha untuk melawannya kembali."
Napas Liam tersengal-senga dan ia memandang ke arah Youvie sambil berharap lebih bahwa pria itu tidak akan mengecewakannya lagi.
"Kau tangani semua ini dan aku tidak ingin terjadi sesuatu lagi. Segera beritahu polisi di mana keberadaan Oliver dan buat pria itu seolah-olah menjadi tersangka."
"Baik Tuan, saya pasti akan melaksanakannya sesuai dengan perintah Anda."
Kemudian Youvie pun meninggalkan Liam dan membiarkan laki-laki itu sendiri di ruangannya. Pada saat Youvie membuka pintu dan ia melihat Amor yang sedang berdiri di depan pintu tersebut.
Youvie menelan ludahnya dengan susah payah dan menganggukkan kepalanya untuk menyapa Amor.
Amor membalas senyum Youvie dengan tipis. Setelah itu barulah pria itu pergi untuk melaksanakan tugas yang seperti dikatakan oleh Liam tersebut.
Amor mengintip ke dalam dan melihat kondisi Liam. Ia menghela napas dan menjatuhkan air matanya. Liam, ia tak bisa berpihak di mana pun namun ia tetap berada di belakang Liam dan mendukung pria itu.
"Aku yakin kau pasti kuat menyelesaikan semua ini."
Kemudian Amor pergi meninggalkan ruangan tersebut karena ia yakin Liam pasti ingin membutuhkan waktu untuk sendiri.
Amor menghapus air matanya dan mengusap perutnya yang tinggal menghitung hari akan melahirkan. Namun dalam kondisi seperti ini masih saja banyak masalah yang terjadi. Amor tidak ingin pada saat hari melahirkannya terjadi suatu petaka yang sangat besar.
Amor membuka jendela kamarnya untuk melihat keindahan alam yang begitu luar biasa dan sedikit dapat menghibur Amor. Pada saat termenung tiba-tiba ada batu yang dilemparkan ke arah dirinya. Hal itu membuat Amor sangat terkejut dan memandang ke arah bwah.
"Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?" Matanya membeo saat melihat Oliver di bawah sana. Tubuhnya bergetar bukan main saat laki-laki tersebut melambaikan tangannya ke arah dirinya.
"Tenanglah aku pasti akan membawa mu dari sini!!!"
Deg
Jangan-jangan.....
_________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.