Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 7 A


__ADS_3

Liam menatap gelas wine yang verada do tangannya. Tatapan pria itu sangat tajam namun terlihat sangat kosong. Pria tersebut menarik napas panjang dan mencoba untuk menghentikan fokusnya tersebut. Segala rencana buruk telah terpikirkan di benaknya namun ka berusaha menahannya karena belum waktunya ia harus melakukan hal tersebut.


Tapi yang terpenting adalah dirinya harus bisa membalaskan dendam yang melekat pada dirinya dari kecil. Menyerang keluarga Oliver tentunya tidak semudah itu dan membutuhkan banyak rencana.


Akan tetapi umpannya sekarang tidak sejalan dengannya dan sukar untuk dikendalikan tidak seperti dulu lagi. Hal semacam itulah yang membuat emosi Liam saat ini tengah meledak-ledak hingga membuat dirinya berada di tempat ini sekarang.


Liam pun mencengkram gelasnya tersebut dengan kencang dan kemudian menarik napas panjang lalu melemparkan gelas itu ke tembok dengan emosi penuh. Napas pria itu tidak beraturan dan dipenuhi dengan kegelapan.


"Kau sama sekali tak bisa diandalkan, wanita itu apakah aku harus menyingkirkannya agar tidak menghalangi jalan ku? Dia benar-benar pembawa petaka," ucap Liam yang tak bosa menahan mulutnya lagi.


Mungkin makian tersebut sudah sangat lama ya ingin katakan kepada Amor namun tidak bisa terucapkan sama sekali karena tuntutan amanah yang diberikan oleh tuan muda Karel.


"Jika bukan karena tuntutan dari tuan muda mungkin aku sudah lama membunuh mu, kau masih sangat berharga untukku karena tuan muda karena mewariskan hartanya kepadamu dan itu artinya aku harus bisa mengendalikanmu," ucap Liam yang sudah tak memiliki perasaan lagi dan kemudian tertawa terbahak-bahak seolah menertawakan dirinya dan dengan mengancam kehidupan Amor secara tidak langsung.

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa keluar dari sini dengan selamat, kau harus membayar semua yang telah kau lakukan ini, tidak ada satu orang pun yang akan aku ampuni di rumah itu, Aku harus bisa membunuh kalian semua, hahaha!!" gelak tawa yang dipenuhi dengan aura hitam tak kasat mata.


Begitu mengerikan seorang Liam akan tetapi tak ada yang menyadari bahwa dirinya adlsha villain di dalam tokoh ini. Bersembunyi dan berusaha untuk mencari keselamatan dengan bertahan hidup sebagai seorang yang memiliki identitas baru tentunya tidak akan mudah.


Liam pun menghela napas panjang dan kemudian meninggalkan ruangannya tersebut dan berjalan ke ruangan Amor.


Ia membuka kamar wanita itu dan sama sekali tidak mendapatkan wanota tersebut di sana. Wanita itu, apakah ia sudah semakin berani kepadanya? Dibiarkan bergaul dengan keluarga Oliver adalah kesalahan yang paling fatal.


Liam mencengkram tangannya dengan kuat hingga membuat telapak tangannya terluka. Ia pun menutup kamar Amor dengan sangat kencang hingga suaranya memenuhi ruangan tersebut.


Liam ampun menarik nafas panjang dan kemudian meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang membara tak bisa tertahankan lagi. Sementara itu bertepatan Oliver datang dan menghadang jalan Liam.


Oliver menyeringai ke arah Liam dan kemudian menatap mata pria itu dengan tatapan menantang.

__ADS_1


"Kau mencari Amor? Sangat disayangkan sekali Amor tidak ada berada di dalam kamar. Karena Amor sedang berada di dalam kamarku, tidak perlu khawatir karena aku akan melindungi dari setan jahat seperti mu."


Wajah Liam tampak biasa saja akan tetapi tidak dengan hatinya. Kemudian laki-laki tersebut balik menyeringai ke arah Oliver seolah-olah memenuhi tantangan yang diberikan oleh Oliver.


"Aku pasti akan membawanya ke kamarku," balas Liam dengan tegas dan secara tak langsung memberitahukan bahwa Amor adalah miliknya.


"Amor tidak akan pernah sudi tinggal bersama orang seperti mu, apakah kau tak tahu sama sekali bahwa dia adalah orang yang sangat baik hati dan tidak seperti mu yang sangat misterius dan berusaha untuk mencelakakan dirinya?"


Kemudian Oliver pun berlalu begitu saja dan Liam mengepalkan tangannya.


__________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA


__ADS_2