Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 25


__ADS_3

Liam memperhatikan Amor yang sedang berbicara dengan ayahnya. Wanita itu mencurahkan segala perasaannya kepada tuan muda Karel. Ia yang melihat hal tersebut sangat terharu dengan apa yah dilakukan oleh Amor.


Tapi seperti ciri khas seorang Liam, pria itu akan menyembunyikan segalanya dan bahkan mampu berakting seolah tidak terjadi apapun. Pria itu sungguh sangat hebat dan bahkan mampu manipulasi segalanya termasuk keadaannya.


Liam terus memperhatikan Amor.


"Papa! Apakah hari ini kau merasa lebih baikan? Dia tidak mencelakai mu kan Pa? Kau aman bersama ku."


Amor lantas memasukkan bubur yang telah ia buatkan tersebut ke dalam mulut sang ayah. Ia melakukannya sangat hati-hati takut akan membuat ayahnya merasa tidak nyaman.


"Hari ini banyak hal yang terjadi. Aku meninggalkan mu di sini sendirian Pa karena aku baru saja dipenjarakan. Mereka semua tidak adil kepada kita dan malah menganggap aku sebagai tersangka," ucap Amor yang membuat tuan muda Karel yang mendengar semuanya sangat terkejut.


Wanita itu menarik napasnya panjang dan tersenyum ke arah sang ayah. Ia pun mengerti apa yang baru saja ia lakukan itu akan membuat ayahnya sangat khawatir kepadanya.


"Tapi kau tenang saja Pa, aku berhasil keluar. Lain kali aku akan memanfaatkan peluang ku untuk membalaskan dendam. Aku tidak ingin hidup dalam kesengsaraan. Kau berhak mendapatkan keadilan, mungkin inilah cara ku berterima kasih karena kau telah menyelamatkan hidup ku."


Amor mengusap tangan sang ayah. Ia membuang pandangannya saat merasakan aliran air mata yang jatuh dari netra indahnya. Ini terlalu sulit untuk Amor dan ia berharap bisa melewati semua ini.


"Sebentar saja Pa, beri aku waktu untuk menyusun rencana."


Semua yang dikatakan oleh Amor didengar oleh Liam. Pria itu sangat merasa sedih saat mendengar betapa besar penderitaan yang dialami oleh Amor.


Ia pun menghampiri Amor dan kemudian menatap ke arah tuan muda Karel dengan tatapan sendu. Tuan muda Karel langsung berekspresi lain saat melihat Liam.


Amor yang merasa ada keanehan pada sang ayah lantas menoleh ke belakangnya. Ia terkejut melihat bahwa Liam ada di ruangan ini.


"Liam, apa yang kau lakukan di sini. Kau membuat ayahku sangat ketakutan."


Pria tersebut menghela nafas panjang dan kemudian menarik tangan Amor. Nomor tidak mengerti dan ia merasa sangat terganggu dengan tarikan tersebut. Wanita itu menghempaskan tanaman Liam dan menatapnya dengan aura permusuhan.


"Kau tidak bisa memperlakukanku seenaknya. Aku masih memiliki hak atas diri ku sendiri."

__ADS_1


"Apakah kau tahu jika tuan muda saat ini ingin beristirahat, dia tidak bisa diganggu olehmu."


Amor pun langsung marah. Apakah kali ini Liam sengaja melarang dirinya untuk bertemu dengan ayahnya. Tidak bisa dibiarkan, laki-laki tersebut semakin melonjak. Amar membenci sosoknya.


"Liam, apakah kali ini kau melarangku? Kau benar-benar keterlaluan. Kau sama sekali tidak memiliki hati nurani. Apakah kau masih pantas menyebutnya dengan tuan muda? Semenjak kau menghancurkan hidupnya ku tak pantas lagi menyebut namanya. Aku bersaksi tidak akan pernah sudi mendengar kau menyebutkan namanya lagi."


Amor pun pergi melewati pria itu dan sengaja menyenggol bahu Liam.


"Kau memang semakin berani setelah keluar dari penjara. Apalagi yang akan kau lakukan kepadaku? Memangnya semudah itu kamu melumpuhkan ku?"


Liam pun melirik ke arah tuan muda Karel yang memberikan tatapan sedih. Liam menghela napas kasar dan tersenyum pelan ke arah Karel lalu pergi.


__________


Amor terus mengurung diri di dalam kamar. Hari-harinya begitu sangat buruk dan wanita itu membenci takdirnya.


Ia menatap ke arah langit tanpa bintang. Rasanya sangat hampa. Malam ini ia berharap tidak akan bertemu dengan pria itu lagi. Semoga saja Liam memiliki pekerjaan lainnya sehingga pria itu tidak bisa datang ke tempatnya. Ia sangat mengharapkan hal tersebut.


"Ya Tuhan, tolong kabulkan permintaan ku kali ini. Apakah Kau juga ingin melihatku menderita?"


Amor pun memejamkan matanya.


Perempuan tersebut perlahan membuka matanya dan menoleh ke arah pintu kamarnya. Tampaknya itu adalah pelayan.


"Silakan masuk."


Pelayan tersebut pun masuk sembari membawa setumpuk kertas dan buku. Amor menautkan alisnya melihat semua benda itu.


Pelayan tersebut menaruh semuanya di atas meja belajar Amor. Amor berjalan tergesa-gesa ke arah meja belajarnya dan menatap ke arah pelayan menuntut penjelasan.


"Untuk apa semua ini?"

__ADS_1


"Tuan muda Karel meminta agar Anda mempelajari semuanya."


Amor menghela napas pelan dan berpikir sejenak. "Dia sangat aneh. Tapi baguslah aku bisa belajar lagi."


Amor menatap ke arah pelayan itu dengan tatapan penuh syukur.


"Nona saya pamit."


"Ya. Terima kasih sudah menganggarkan bahan untuk ku belajar."


Amor menatap semua materi dan beberapa soal yang ada di atas mejanya. Ia dengan semangat mempelajarinya dan memahaminya. Amor termasuk orang yah sangat senang belajar.


Hingga wanita itu merasa sangat lelah dan tubuhnya terasa sakit. Selain itu perutnya bergejolak dan juga kepalanya terasa pusing. Wanita itu menyentuh keningnya dan mengurutkannya pelan.


"Ada apa dengan ku? Kenapa rasanya sangat tidak nyaman sekali?"


Amor menyentuh perutnya dan berlari ke dalam toilet. Ia pun berusaha untuk memuntahkan segala yang ada di dalam perutnya. Amor memejamkan matanya menahan rasa sakit dari semua itu. Ia pun menangis karena sudah sangat tidak sanggup lagi menahannya.


"Hiks, aku sudah tidak tahan lagi. Semuanya terasa sangat sakit," ucap wanita itu meneteskan air matanya.


Amor pun jatuh tersungkur di lantai toilet. Ia bersandar pada tembok toilet seraya memegang perutnya.


"TOLONG! TOLONG AKU!!" teriaknya dengan suara serak dan seadanya.


Liam membuka pintu dengan sangat panik. "Amor, apa yang terjadi?"


Amor yang sudah sangat pucat itu menatap Liam lemah. Ia hendak mengadu mengenai rasa sakit yang ia alami, akan tetapi ia malah memuntahkan cairan dalam perutnya ke pria itu.


"What? Amor?"


_________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2