Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 11


__ADS_3

Amor membuka matanya dan tak menyangka bahwa hal yang pertama kali yang ia lihat adalah sosok itu. Amor tidak tahu akan lari ke mana akan tetapi hidupnya tampaknya tidak akan bisa jauh-jauh dari hal yang sangat keji. Amor menarik napas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Kali ini ia harus hidup agar bisa bertahan dan membalaskan dendam lamanya. Wanita itu tersenyum miring sebelum akhirnya senyum itu lenyap seketika saat ia mendengar suara kasur yang bergerak di sampingnya. Amor memandang ke arah orang itu dan seketika wajahnya langsung berubah merah padam. 


Kenapa harus ada pria itu di sini. Ia sangat membenci sosok pria yang tidak memiliki perasaan sama sekali itu. Dalam hidupnya berharap bahwa ia tak akan pernah melihat pria tersebut lagi. Tapi mau bagaimana lagi takdir yang begitu kejam kepada dirinya dan tak membiarkan ia untuk keluar dari lingkaran menyedihkan walau hanya sebentar. Seolah-olah hidupnya hanya untuk merasakan kesedihan yang tiada henti.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apalagi tapi Aku sangat membencimu. Bahkan dalam hidupku aku tidak ingin melihatmu lagi. Karena ini benar-benar sangat menyakitkan bagiku."


Amor semalem menampilkan senyum palsu saat mengatakan hal tersebut. Jujur saja perasaannya sangat terluka dan ia tak bisa memberikan senyum tulus seperti dulu lagi. Apalagi sekarang pria itu adalah suaminya. Bayangkan dirinya menikah sehat pembunuh keluarganya.


"Aku tahu kau snahat membenci ku. Tapi Aku juga tidak melarang hal itu dan membiarkan mu terus merasakan kesakitan yang luar biasa, karena ini adalah cara ku untuk balas dendam. " Kemudian pria itu dengan sangat mengejutkan mendekatkan wajahnya ke arah Amor dan hal itu sontak saja membuat Amor terkejut dan berusaha untuk mundur. Akan tetapi tubuhnya terasa sangat lemas hingga ia pun dengan mudahnya ditangkap oleh Liam


Liam hanya terkekeh saat melihat ekspresi Amor yang sangat ketakutan tersebut. ia paling menyukai melihat orang yang memiliki ekspresi seperti itu. Entah kenapa ori menjadi hal yang paling menyenangkan untuk dirinya.


Amor yang melihat hal tersebut merasa sangat ngeri. Ia berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Liam yang ada di pergelangan tangannya. Wanita itu berteriak histeris dan berusaha untuk melepaskan diri walaupun itu sangat sulit untuknya.


"Lepaskan aku Liam," pintanya dan hampir hendak menangis. Liam yang melihat hal tersebut menghela napas panjang. Pria itu pun berusaha untuk tak tertawa karena melihat Amor yang seperti ini malah menjadi sangat menggemaskan di matanya.


"Memangnya kenapa? Aku menyukainya, " ucap pria itu dengan entengnya dan kemudian mendekatkan wajahnya kepada wanita tersebut hingga membuat Amor terbelalak.


Tidak, tidak mungkin kan pria itu akan melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan. Apalagi mereka adalah pengantin baru dan orang yang ada di sampingnya ini adalah pria dewasa yang memiliki nafsu besar. Amor pun berusaha melepaskan tangannya namun hal tersebut malah membuatnya makin terperangkap kepada pria itu.


Amor sangat ketakutan apalagi mengingat bayang-bayang Liam yang kemarin menciumnya. Amor menarik napas panjang dan menutup matanya.


"Tidak perlu takut. Aku memang akan melakukan itu kepada mu, tapi mungkin tidak sekarang. Ada saatnya nanti aku akan meminta hal tersebut dari mu."

__ADS_1


Amor menatap myalang ke arah Liam. Tidak, ia tidak akan may walaupun hal tersebut ditunda.


"Liam aku tidak akan pernah ikhlas." Tentu saja ia tak akan pernah ikhlas karena hal ini sangat berharga untuknya dan ia tak mungkin menyerahkannya secara cuma-cuma kepada pria itu. Pria yang telah menghancurkan kehidupan keluarganya. Adakah orang yang lebih kejam lagi dari pada pria itu? Ia rasa Liam lah yang paling kejam dalam hidupnya.


"Liam aku tidkaai menyerahkannya."


Liam yang mendengar hal itu tentu saja menjadi gelap mata dan memandang Amor dengan intimidasi penuh.


"Suka tidak suka kau harus menyerahkannya. Ah iya yang paling benar adalah memang merebutnya secara paksa dari mu. Mungkin itu lebih baik lagi dan akan membuatmu tersadar dengan balas dendam ku."


Amor sontak saja mundur dan kali ini Liam membiarkannya begitu saja dan melepaskan tangan Amor. Amor yang melihat hal tersebut sangat bersyukur.


Ia dengan kelas bangkit dari ranjang laknat itu dan berlari ke kamar mandi. Kemudian di dalam kamar mandi itu ia menutup pintunya dengan sangat rapat agar tidak ada orang yang bisa masuk ke dalam kamar mandi itu.


________________


Seperti biasanya Amor akan mengenakan pakaian sekolahnya di setiap hari senin. Tidak peduli bahwa ia telah menikah tapi rutinitas hariannya harus berjalan seperti biasanya.


Liam yang hendak pergi ke kantor menatap ke arah Amor dam kemudian menarik napas panjang.


"Kau ingin bersekolah?"


"Aku tidak akan mengizinkannya."

__ADS_1


Amor yang mendgegra pernyataan tegas dari Liam tersebut langsung membuatkan matanya. Yang benar saja ia akan menghentikan sekolahnya hanya karena pernikahan sialain ini? Apakah pria itu juta ingin menghancurkan masa depannya?


"Liam? Apa maksud mu dengan semua ini? Bagaimana jika aku tidak menyetujuinya? Kau memberikan perintah mu dengan semena-mena tanpa memikirkan bagaimana aku yang akan menjalaninya? Tidak, aku tidak mau. Aku ingin sekolah bagaimana pun caranya," ucap wanita itu dengan snahat marah kepada pria terendam.


"Bukan aku melarang mu untuk bersekolah lagi. Tapi musibah ini baru saja terjadi dan saat ini polisi sedang menyelidiki kasus ini. Kau ingin dikejar oleh wartawan? Jika ingin seperti itu silakan saja Terelbih lagi kondisi di luar sana belum stabil."


Amor yang mendengar hal itu terkekeh. Ia tak bisa membayangkan wajah iblis laki-laki ini akan ketakutan. Kita lihat bagaimana ia akan menghindari semua ini.


"Kenapa memangnya? Apakah kau sedang ketakutan saat ini? Lebih baik aku sekolah dan menghadapi wartawan itu dan mengatakan bahwa kau adalah yang membunuh keluarga ku."


Liam pun mulai mengerti dengan pemikiran wanita tersebut. Ia lantas tersenyum miring dan akan meladeni Amor yang saat ini sengaja tengah menantang dirinya.


"Kau ingin melawan ku? Silakan saja. Jika begitu pergilah dari rumah ini jika kau bisa. "


Amor menatap ke sekeliling rumahnya yang penuh dengan penjagaan para polisi. Selain itu ia menyadari bahwa pria tersebut tengah merencanakan hal buruk untuknya.


Amor refleks mundur dan kemudian pria itu semakin mendekat ke arahnya hingga pada akhirnya Amor ditangkap dan kemudian dibawa ke kamar pria itu.


"Liam baiingan lepaskan aku!!!! "


____________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUNYA YANG TELAH MEMBACA.


__ADS_2