Menikahi Bodyguard Buruk Rupa

Menikahi Bodyguard Buruk Rupa
Part 12


__ADS_3

Amor menarik napas panjang dan kemudian menatap ke arah ayahnya dengan tatapan sedih. Gara-gara tragedi itu ayahnya harus menderita lumpuh dan hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar rumah sakit. Bagaimana tidak rasa dendam ini terus menggebu-gebu di dadanya.


"Ayah, dunia ternyata sangat kejam kepada kita. Mereka bahkan sama sekali tak pernah berpihak kepada kita. Kau sudah dibohongi ayah, bodyguard yang kau bawa ke rumah itu sama sekali tidak berpihak kepada mu. Dia berbohong dan alih-alih berpihak kepadamu tapi dia malah melawan balik keluarga kita." Amor setelah itu hanya bisa tersenyum dengan simpul seakan ia ingin mengatakan kepada dunia bahwa ia adalah orang yang sangat menderita di dunia ini.


Ia ingin melihat setelah ini apakah ada yang peduli dengannya ataukah dunia makin menghakimi dirinya. Air mata pun menetes dari kedua matanya dan kemudian jatuh ke pipinya. Senyum palsu terukir di pipinya dan kemudian wanita tersebut menarik napas panjang dan menghapus air matanya dengan sangat kasar.


"Apakah aku bisa melawan dia ayah? Aku hanyalah anak mu yang kecil dan tak mengerti dengan dunia yang sangat luas yang bisa menghakimi kita. Aku tahu aku adalah orang yang lemah dan Aku mengakui itu," tanya wanita tersebut yang mulai ragu dengan pilihannya untuk melawan pria tersebut.


Amor memperhatikan wajahnya dengan seksama dan entah kenapa perasaannya semakin beroperasi adul dan keinginan untuk melawan Liam jahanam itu semakin memggebu-gebu Wanita tersebut mengepalkan tangannya dan berjanji bahwasanya dirinya pasti bisa membalaskan dendam ini.


"Baiklah ayah, demi diri mu aku akan mengikuti permainannya dan kemudian aku akan membuktikan kepada dunia bahwa aku mampu untuk melawan dunia yang kejam dan tidak adil kepada kita ini." Amor dengan sangat mantap mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri seolah tengah melakukan sumpah.


Amor pun menarik napas panjang dan berusaha kuat walaupun air matanya akan kembali jatuh setiap kali ia mengingat perlakuan Liam beberapa hari kemarin. Pria itu dengan perasaan tidak bersalah sama selain melecehkan dirinya dan mengurungnya. Walaupun itu masih dikategorikan aman dan pria itu tidak terlalu jauh melecehkannya. Ia masih bersyukur akak hal itu.


"Papa aku pergi dahulu, " ucap wanita itu dan lalu kemudian mengecup kening sangat ayah dengan sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang yang sangat dalam.


Kemudian ia pun pergi begitu saja sembari menahan air matanya yang sudah tak bisa dibendung. Namun, dengan segenap usaha ia berusaha agar tidak menangis.


__________


Another terkejut saat membuka pintu yang pertama kali dilihatnya adalah Liam yang menunggunya di depan pintu. Entah kenapa kali ini pria itu tampak sangat mengerikan dan seolah-olah dari tatapannya menyimpan sesuatu yang sangat dalam.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Amor dengan ketus dan berusaha bersikap cuek.


"Kau tahu apa salah mu?" tanya Liam dan kali ini Amor tercekat. Apakah setelah ini ia pun bahkan dilarang untuk bertemu dengan ayahnya? Jika benar begitu sungguh sadis orang yang bernama Liam ini.


"Kenapa? Ada yang salah? Lagipula aku ingin menemui ayah ku. Apakah kau tetap melarangnya juga? Baiklah jika benar begitu kau benar-benar sadis dan sangat tidak berperasaan," ucap Amor seraya tertawa lemah.


Tapi jujur saja walaupun ia tertawa tapi sungguh hatinya saat ini dilanda dengan amarah yang sangat mendalam.


"Bukan itu." Amor langsung menatap ke arah Liam heran, "akan tetapi kau pergi yang tidak memberitahukan ku. Ke mana pun kau pergi harus meminta izin dengan ku."


Amor yang mendengar hal tersebut tentu saja sangat marah. Ini adalah dirinya dan ia tidak bisa dikekang oleh siapapun. Termasuk Liam walaupun pria itu adalah suaminya. Larat dia hanyalah berstatus suaminya tapi nyatanya ia sama sekali bukan suaminya karena Amor tidak akan pernah mengakui hal tersebut.


Setelah mengatakan kalimat itu dengan sangat lantang tiba-tiba Amor mendapatkan intimidasi yang sangat keras dari suaminya tersebut.


"Menangnya kau punya hak untuk menolak? Karena ini adalah wajib dan kau tidak bisa menolaknya."


Amor hendak protes namun tiba-tiba Liam menarik dirinya dan menyatukan bibir mereka. Amor terkejut dan ia pun berusaha untuk menepuk dada Liam akan tetapi hasilnya nihil. Pria itu terlalu kuat membuatnya tidak berdaya.


Pada akhirnya Amor pun menyerah dan membiarkan kali ini ia dilecehkan oleh suaminya tersebut. Air matanya tak bisa dibendung dan pertanda bahwa wanita itu sudah sangat sakit hati yang sangat mendalam.


"Amor," lirih Liam setelah melepaskan ciuman tersebut. Lalu ia menarik napas panjang dan menghapus air mata Amor yang membasahi pipi wanita tersebut. Amor menyaksikan semua yang dilakukan oleh Liam tersebut. Ia pun menahan napasnya saat melihat Liam yang tersenyum tulus. Tidak, sayangnya semua itu bohong dan ia tak aka pernah mempercayai apa yang tela pria itu lakukan kepada dirinya.

__ADS_1


Napas Amor menggebu-gebu dan wanita itu menarik napas panjang dan dalam hitungan detik Liam sendiri tidak menyangka bahwa Amor akan menampar dirinya dengan sangat kencang. Pria itu tercengang seraya menyentuh wajahnya yang baru saja dihadiahi tamparan yang sangat keras dari wanita tersebut.


"Amor, apa yah telah kau lakukan?" tanya pria itu seakan tidak menyangka dengan kejadian tersebut.


"Kau! Aku tidak terima kau melecehkan ku. Aku akan membalas mu, mungkin sekarang aku baru bisa menampar mu namun nanti aku membalasnya lebih dari ini. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan. Ini sangat sakit."


Liam pun terdiam. Ia salah meremehkan Amor dan pda kenyataannya wanita itu sangat berani dan bahkan tidak aka segan-segan melakukan ha yang bertentangan dengannya agar bisa mencapai sebuah kepuasan.


"Kau sudah berani Amor?" tanya Liam yang sengaja menakut-nakuti Amor. Apakah Amor saat ini sangat takut? Tentu saja wanita itu sangat ketakutan namun ia berusaha dengan segenap hatinya untuk menahan perasaan tersebut. sengaja wanita itu melakukannya karena ia tidak ingin terlihat lemah di depan Liam.


Jika sempat Liam mendapatkan kelemahannya dan itu artinya dirinya dengan mudahnya diremehkan oleh laki-laki itu dan selamanya harga dirinya aka diinjak-injak oleh Liam.


"Liam, aku dari dulu tidak pernah takut dengan mu. Aku yang ada ingin membunuh mu dan mengajak mu merasakan hal yang sama dengan aku rasakan," ucap wanita itu dan terkekeh menertawakan dirinya sendiri.


"Aku mengerti dengan perasaan mu itu namun aku tidak akan pernah tahu jika kau benar-benar dendam," ada makna yang sangat dalam dari ucapan tersebut namun tidak disadari oleh Amor dan Liam itu sendiri.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2