Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Schedule


__ADS_3

Dave buru-buru melangkah ke kamarnya setelah menyelesaikan sarapan pagi seorang diri. meninggalkan bibi yang berada di ruangan lain untuk mempersiapkan alat tempurnya. Dave lebih beruntung lagi akan keberadaan sang assisten yang datang tepat waktu hingga ia bisa sedikit mengawasi Bibi. Perasaan Dave sedikit lega melihat Mawar yang sudah selesai berdandan, dan kini ia harus membawa wanita itu untuk segera pergi meninggalkan kediamannya.


"Sudah siap? ayo kita berangkat!" ajaknya, berusaha tenang dihadapan Mawar


"Ayo!" sahut sang istri


Dave menghembuskan napasnya dengan perlahan, entah sampai kapan ia bisa bersikap sembunyi seperti ini. apakah ia harus mencari pembantu seorang diri? tapi Dave merasa tidak suka jika ada orang lain yang tinggal dikediamannya. Dave merasa bingung sendiri, hasil ulahnya sungguh merumitkan dirinya pula.


"Kamu kenapa? nampak gelisah," rupanya Mawar menangkap kebingungan dari wajah sang suami


"Tidak ada. ayo buruan," Dave menarik tangan Mawar, menggenggamnya dengan penuh perasaan.


Sedangkan Mawar hanya mengendikkan bahunya, suaminya memang terlihat aneh.


Setibanya di teras, keduanya melangkah menghampiri mobil. Mawar tampak celingak-celinguk tidak melihat siapa-siapa diluar sini. setahunya ini adalah mobil yang dikendarai sang Assisten, namun ia tak melihat keberadaannya.


"Assisten Refal mana?" tanya Mawar


"Tadinya dia ijin toilet." jawab Dave, Mawar mengangguk paham


"Disini saja dulu, ya, aku akan panggil dia." ucap Dave dengan lembut, yang langsung diangguki oleh Mawar.


Sembari menunggu kedua lelaki itu, Mawar lebih baik memeriksa apa saja jadwal Dave hari ini.


Disisi lain, Dave buru-buru mengangkut pakaian kotornya untuk ia bawa ke ruang laundry. meninggalkan pakaian Mawar yang sebaiknya wanita itu saja yang urus dari pada Bibi akan bertanya-tanya lalu curiga dengan keberadaannya.


Setelah selesai dengan urusannya, Dave mengajak Refal untuk segera berangkat ke kantor. ia tidak ingin berlama-lama sebelum Mawar memutuskan untuk menyusul.

__ADS_1


"Lihatlah ulahmu, kau sendiri yang repot." protes Refal kepada Dave


"Tidak usah ikut campur!" ucap Dave


"Tuan dan Nyonya akan merepet tujuh hari tujuh malam jika mereka tahu. dan yang pasti mereka akan membatalkan pernikahan kalian jika lebih tahu lagi kalau kau mempermainkan Mawar." peringat Refal


"Sssstt! makanya jangan kau bocorkan!"


"Hadeeeuh!" Refal memutar bola matanya, jengah


***


"Hari ini Tuan ada jadwal mengunjungi beberapa proyek di kawasan xx dan pukul sebelas nanti akan ada pertemuan dengan Presdir Xander di Restoran xxx." ucap Mawar menyampaikan schedule sang suami


Dave menyimak informasi yang diberikan sang sekretaris, sembari melangkah menuju lift ia terus berpikir tentang jadwalnya tersebut.


Mawar dan sang Assisten tercengang mendengarnya. "Memang kenapa dengan pukul sebelas, Tuan?" tanya Assisten Refal


"Lakukan saja perintahku, Mawar! hubungi Tuan Xander!" titahnya tanpa melakukan perlawanan sedikit pun


"Baiklah." Mawar mengangguk mengiyakan


Kalau jam sebelas, bisa-bisa time istirahat Mawar akan berkumpul dengan teman-temannya. nasib malang kalau mereka sampai memberitahu tentang Wilona. batin Dave gelisah


Sebelum melakukan perintah tuannya, Mawar terlebih dulu ke pantri untuk menyiapkan kopi yang akan ia berikan kepada Presdir Dave. salah seorang teman Mawar menyapa, mempertanyakan keadaannya mengapa bisa telat dan berjalan beriringan dengan orang nomor satu tersebut.


"Aku telat bangun dan kebetulan berpapasan dengan bos." jawab Mawar sembari menggaruk tengkuk lehernya, memasang wajah risau dihadapan rekannya tersebut

__ADS_1


"Tapi dia nggak marah, kan?"


"Nggak tau. nggak ngomong apa-apa tuh selain jadwalnya." ucap Mawar


"Syukurlah."


"Kamu kerja sana! melala pula!" gerutu Mawar, temanya hanya terkekeh kemudian pamit pergi meninggalkan Mawar yang terus melangkah menuju pantri


**


Mawar memulai pekerjaannya pada pagi ini. Dave benar-benar merepotkannya yang harus menghubungi Presdir Xander untuk memajukan jadwal pertemuan. Mawar segera memencet tombol telepon setelah mendapatkan nomornya.


Tak butuh waktu lama, Mawar pun mendapat respon dari seseorang diseberang sana.


"Ah, baiklah, Tuan. akan saya sampaikan kepada Presdir Dave." ucap Mawar


Panggilan pun ditutup, Mawar beralih menghubungi Dave via telepon.


"Ada apa?" ketus Dave


"Tuan Xander setuju tapi pada pukul sepuluh, Tuan."


"Yasudah, noted!"


"Baik."


...~Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2