Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Adik/Mantan


__ADS_3

"Aku pamit pergi. ada yang mau kamu titip?" Dave, segera bersiap-siap untuk kembali berangkat bekerja tatkala waktu sudah mnunjukkan pukul satu siang.


Merapikan jas yang ia kenakan, merapikan rambut yang sedikit berantakan sembari menunggu jawaban Mawar, jika saja ada yang dia inginkan.


Mawar pun sedikit berpikir, hal itu tak luput dari perhatian Dave.


"Apa saja deh, tapi pengen yang pedes manis gurih, gitu." ucap Mawar, membayangkan makanan seperti itu membuat air liurnya mengental didalam sana


Dave mengernyitkan dahinya sambil berpikir, makanan apa yang memiliki rasa semacam itu. maklum saja, selama ini yang ia santap hanya makanan western dan street food lainnya di ibukota ini.


"Hmmm, katakan saja makanan apa itu? kamu membuatku harus berpikir saja!" protesnya


"Justru itu aku lebih suka kamu berpikir tentang aku, keinginan aku dan yang lainnya."


"Hah?"


"Sudah sana, berangkat! kasihan tuh Assisten Refal menunggu. mana jadwal kerja kamu padat," Mawar mengusirnya, mendorong tubuh pria itu agar segera pergi dari hadapannya.


"Baiklah," Dave menurutinya, sebelum beranjak jauh meninggalkan Mawar, terlebih dulu ia mengecup pipi wanita itu yang semakin hari semakin chubby. Dave tidak terlalu memikirkan bobot tubuh sang istri sudah melonjak, ia tahu itu semua karena Mawar memiliki selera makan yang tinggi.


Mawar melambaikan tangannya mrngantar kepergian lelaki itu. memerhatikan kendaraan roda empat yang semakin lama kian menghilang ditelan oleh waktu. hembusan napas ia keluarkan, kedatangannya sungguh mengagetkan jantung Mawar. beruntung saja susu hamil yang ia beli, telah disalin ke dalam toples hingga bungkusnya pun ia buang ke tempat sampah. Mulai saat ini Mawar harus lebih berhati-hati menyembunyikan nutrisi janinnya hingga ia menyerah kala tidak sanggup lagi menyembunyikan sang jabang ketika waktu semakin cepat berlalu.


Usai kepergian Dave, Mawar bergegas membuat segelas susu rasa vanila. tak lupa beberapa cemilan yang baik tanpa banyak pengawet, segera ia susun rapi ke atas piring. Mawar terpaku ketika merapikan meja makan, sebuah benda pipih tergeletak begitu saja disisi piring bekas makan suaminya.


"Ya ampun ... sampai ponsel pun dia lupa membawanya," gerutu Mawar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

__ADS_1


"Hmmm, kira-kira apa ya, isinya?" Mawar dibuat penasaran, ia menyalakan benda itu hingga tubuhnya terpaku memandang sebuah foto pada layar lockscreen. foto suaminya bersama seorang wanita yang memeluknya dari belakang.


Mawar memandangnya begitu lekat, tak ada kata sedikit pun keluar dari mulutnya. tubuhnya membeku, pikirannya berkecamuk tengah bertanya siapakah dia.


Segera Mawar menyadarkan diri, ia menggeleng-gelengkan kepala berusaha untuk membuang pikiran buruknya.


"Tidak. paling adiknya, atau mungkin mantan pacarnya dulu. bisa saja Dave masih belum bisa move on,"


"Tapi, rasanya aneh kalau ini memang mantannya." hati Mawar mencelos, sesuatu menghujam perasaannya tepat di jantung


"Ah, sudahlah. masa bodoh," ucapnya lagi. Mawar membawa ponsel itu, bersama susu vanila dan cemilannya


Mawar membawanya ke kamar mereka, ingin menikmati suasana siang ini diatas balkon hanya seorang diri. dan juga tidak ingin mengingat sosok didalam ponsel suaminya.


☆☆☆


Dave memeriksa satu persatu ruangan yang hampir enam puluh persen pengerjaannya. memeriksa kokohnya tembok, keramik lantai, hingga yang lainnya. semuanya tidak luput dari pantauannya. setelah itu ia pun memeriksa bahan material di ruang penyimpanan, seseorang yang ia tunjuk sebagai mandor datang mrnghampiri membawa sebuah catatan.


"Tambahkan saja bahan yang kurang. yang jelas bangunan ini harus kokoh tanpa mengurangi bahan pokoknya." ucap Dave


"Baik, Tuan."


"Bekerjalah yang benar! saya permisi undur diri," pamit Dave dengan ditemani sang assisten


Akhirnya jadwal kunjungan hari ini telah selesai sesuai urutan waktu yang telah disusun oleh sang sekretaris. mobil yang membawa dua pria tampan ini akan bersiap-siap kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya.

__ADS_1


Dave mulai merasa suntuk, tiba-tiba ia teringat dengan sang tunangan di negeri sana, entah sedang apa perempuan itu dan kegiatan apa yang membuatnya begitu sibuk.


"Kapan jadwal kosongku?" tanya Dave pada Refal


"Hmmm, akan saya periksa nanti, Tuan."


Dave memutar bola matanya, jengah. ia pun segera merogoh ponselnya didalam jas untuk menghubungi sang tunangan. sial sekali, Dave terlonjak kaget kala tidak menemui benda pipih itu.


"Kau melihat ponselku?" tanya Dave pada sang assisten


"Tidak, Tuan."


"Ck!" Dave menggertak giginya, kesal sekali.


"Jangan bilang--astaga!"


...~Bersambung~...





...Hayo looooh!! 😂...

__ADS_1


^^^Plis, ritualnya dong sayang ... like koment vote hadiah🙃^^^


__ADS_2