
"Kami balik lagi ke Jakarta, ya, Bu?" Mawar mengulurkan tangan kanannya, berpamitan kepada sang ibu. keduanya segera berangkat malam ini setelah makan malam usai
"Hhh!" ibu tampak menghembuskan napasnya dengan kasar. sungguh, ia masih merindukan putrinya ini. waktu benar-benar terasa singkat untuk berkumpul dengan putri dan menantunya ini. Ibu menoleh menatap Dave yang berdiri disamping putrinya. "Kamu yakin badannya udah nggak apa-apa?" tanya ibu, cemas. terlihat jelas dari raut wajahnya
Dave menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum manisnya. "Sudah, Bu."
"Baiklah, kalau begitu." ibu mengangguk lesu.
Melihat ibunya tidak bersemangat, Mawar memghambur memeluk wanita parubaya dihadapannya ini dengan perasaan cinta sekaligus rindu. ingin rasanya tetap tinggal di kediaman keluarganya, namun pekerjaan di ibukota tengah menantinya.
Mawar menyalurkan rasa hangat dan ketenangan, agar ibu merelakan kepergiannya.
"Ibu jangan sedih, nanti Mawar balik lagi kemari." ucapnya
Ibu mengulum senyum sambil mengangguk. tangannya terulur, merapikan anak rambut sang putri yang sedikit berantakan. "Baiklah. ibu berpesan agar hati-hati di jalan,"
"Siap, Bu." sahut Dave
Sepasang insan ini pun menyalimi tangan ibu dan ketiga adik Mawar. mereka semua saling berpelukan untuk melepas rindu sebelum berangkat pergi meninggalkan desa ini.
☆☆
Hampir larut malam, mobil yang dikendarai oleh Dave setelah lebih dua jam lamanya menjelajahi jalanan, kini sepasang insan tersebut telah tiba di kediamannya. Mawar tampak terlelap begitu pulasnya, membuat Dave bingung apakah harus membangunkannya atau menggendongnya.
"Mawar." panggil Dave dengan suara yang ia kecilkan, ragu
"Hah?" sontak saja Mawar tersentak, ia terjaga dalam kebingungan
__ADS_1
"Kita sudah sampai?" tanya Mawar, celingak celinguk menatap keluar
"Ya. ayo turun," ajak Dave. membuka pintu mobil lalu mengambil koper didalam bagasi
"Hoooaaam! aku masih ngantuk padahal," keluh Mawar, melangkahkan kaki dengan gontai sembari mengucek matanya seolah ingin menghilangkan rasa kantuk
"Nanti tidur lagi, buruan!" Dave menanti sang istri dari ambang pintu, perempuan itu berjalan sangat lamban sekali
Tiba-tiba saja Mawar menghentikan langkahnya ditengah teras, memeluk perutnya yang tengah berbunyi sembari mengernyitkan dahinya. Dave mengembuskan napas kasar, wanita ini mulai membuat drama tengah larut beginu.
"Ada apa?" seru Dave
"Aku lapar. tiba-tiba pengen brownies sama ketoprak." jawabnya
Dave mendelik mendengarnya, apakah setelah ini ia harus menuruti keinginan wanita ini? mendengar rengekannya saja seolah keinginan itu harus dipenuhi.
Mawar mencebikkan bibirnya sambil berdecak kesal. "Nggak mau!" ia menggelengkan kepala, segera mendudukkan tubuhnya di bangku teras.
Mawar melipatkan kedua tangannya di dada. "Pokoknya harus sekarang!" tegasnya yang tidak boleh dibantah
"Ck! kenapa tidak diperjalanan tadi saja kau memintanya? sudah sampai rumah baru minta ini itu," protes Dave
"Kan aku tidur, mana bisa minta-minta."
Benar juga sih, Mawar terlelap dipertengahan jalan tadi hingga mereka tiba di kediaman Dave. Dave hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa jengah dengan sikap Mawar.
Kini ia harus menuruti keinginan wanita ini, jika tidak maka Mawar tetap terus berdiri di luar rumahnya yang bertemankan sepi dan dinginnya suasana malam menusuk tulang.
__ADS_1
"Masuklah dulu, ganti baju dan cuci muka. biar ku belikan keinginanmu tu." saran Dave
Mawar mengangguk, namun ia masih belum ingin beranjak jika pria itu benar-benar belum pergi. Mawar harus memastikan dulu kalau Dave tidak akan menipunya dan berpura-pura untuk masuk mobil.
Melihat kendaraan roda empat itu melenggang pergi meninggalkan pekarangan, akhirnya Mawar bisa bernapas dengan lega. Ia segera bangkit dari duduknya, melangkah masuk ke dalam rumah untuk segera membersihkan tubuh dan beristirahat.
Satu jam menunggu, akhirnya apa yang ia inginkan datang jua. Dave menyodorkan dua kantung kepada sang istri, yang langsung disambut meriah oleh Mawar dengan senyum semringah menghiasi wajahnya. tiada senyuman diraut wajah Dave, tampaknya pria itu tengah kesal karena mencari makanan itu dengan bersusah payah. hingga satu kejadian saat membeli brownies, ia harus mengundurkan niat sang pegawai yang akan menutup tokonya.
"Lah, kok brownies coklat?" protes Mawar
Dave menatap bingung, emang ada yang salah dengan apa yang ia beli, sampai wanita ini terlihat kaget melihat brownies pesanannya.
Ada apa lagi ini? batinnya
"Aku maunya redvelvet, bukan coklat!"
"Kamu kan nggak bilang mau brownies apa? bukan salah aku!" balas Dave tidak mau kalah sama drama konyol perempuan itu
Mawar menghela napas panjang dan mengembuskannya dengan kasar. masih menatap Dave dengan kesalnya.
"Seharusnya kamu tanya, mau brownies rasa apa, Sayang? gitu dong!"
"Ya ampun, ni anak kesambet apa?" gumam Dave
"Belikan yang baru!"
...~Bersambung~...
__ADS_1