
Selang tiga jam kemudian, akhirnya sang pemilik rumah bisa bernapas dengan lega kala kedua orang tuanya telah pergi dari kediaman ini. Melihat waktu yang menunjukkan pukul sembilan malam, membuatnya menggeleng-gelengkan kepala. cukup lama dan ocehan sang mama tidak ada habis-habisnya.
Seketika Dave teringat akan sang istri yang masih betah didalam kamar. sontak Dave teringat bila kamar tersebut ia kunci dari luar.
"Astaga!" Dave menepuk jidatnya cukup keras. ia baru sadar bila ada sang istri yang terus menantinya.
Dave bergegas melangkahkan kaki dengan cukup lebar, sembari merogoh kunci kamar yang ia kantongkan ke dalam saku celana.
Setibanya di kamar, Dave terpaku melihat Mawar sudah tertidur lelap dengan menekuk kakinya sekaligus memeluk perutnya. Dave merasa bersalah, tiga jam lamanya tidak bisa kemana-mana pasti membuat Mawar merasa jengah. ditambah lagi dia belum makan malam, pasti perempuan tersebut tertidur dalam keadaan tengah kelaparan.
Dave mendekati ranjang, membenamkan bokongnya tepat disamping kepala Mawar. tangannya terulur, menyingkirkan anak rambut Mawar yang sedikit menutupinya keningnya. memandang wajah manis Mawar membuat perasaannya terasa nyaman. tanpa dirasa, Dave mengelus-elus pipi chubbynya yang menggembung.
"Eeemmh ..." Mawar bergumam, sepertinya perempuan itu merasa terganggu oleh sentuhan sang suami. refleks Dave langsung menarik tangannya kembali, bersamaan dengan itu Mawar terbangun hingga pandangan pertama yang dilihat adalah wajah Dave tepat diatas kepalanya.
"Apa mereka sudah pulang?" tanya Mawar, seolah tamu tadi menjadi beban pikirannya hingga ia terbangun sekali pun.
Dave mengangguk mengiyakan. "Sudah."
"Syukurlah. emangnya siapa? kenapa pintunya pakai dikunci segala?" Mawar memberondonginya dengan segala pertanyaan.
"Orang tuaku. setiap malam minggu pasti kemari kalau aku nggak pernah pulang." ujarnya
Mawar terdiam, pantasan saja Dave mengurungnya sebab lelaki ini tetap tidak ingin mengenalkannya kepada sang mertua. lagian, untuk apa, pernikahan ini hanya sementara. namun sungguh, dari hati kecil yang paling dalam, Mawar juga ingin bertemu dan bercakap dengan kedua mertuanya tersebut.
__ADS_1
"Hei!" Dave membuyarkan lamunan sang istri.
Mawar menoleh sembari mengulum senyum. "Aku lapar, apa ada makanan?" tanyanya
"Ada. makanlah, aku mau mandi dulu." ucap Dave
"Oke!" Mawar segera turun dari ranjang
"Makan yang banyak untuk bersiap tempur tengah malam." goda Dave, mengedipkan sebelah matanya kepada Mawar seraya mengulas senyum nan manis
"Apaan sih!" pipi Mawar bersemu merah, ia segera mengambil bantal lalu melemparnya ke arah Dave yang tergelak
Di rumah yang cukup luas ini, ditemani oleh keheningan malam yang sepi, Mawah menikmati makan malam hanya seorang diri tanpa ditemani sang suami. dalam kesendirian, Mawar teringat akan perkataannya sebelum terlelap. tiba-tiba ia tersenyum seringai, bergegas membereskan sisa makannya lalu Mawar segera pergi menjalankan rencananya.
Akhirnya time untuk mengistirahatkan tubuh pun tiba. Mawar merenggangkan otot-otot tubuhnya yang dirasa tegang setelah bekerja dari pagi hingga sore, melayani Dave, sampai kini ia telah selesai memasang seprai kasur yang masih polos.
Mawar merebahkan tubuhnya, memeluk guling hingga tak butuh waktu lama Mawar pun kembali terlelap melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.
***
Mawar mendesah merasakan kulit tubuhnya tengah dijamah. rasa itu semakin membuatnya tak tahan hingga mengharuskannya untuk membuka mata. seketika ia terhenyak melihat sosok Dave dalam keremang-remangan tengah mencicipi kulit tubuhnya.
"Dave?"
__ADS_1
"Hm." respon Dave yang masih asyik dengan kegiatannya
Mawar menoleh ke jendela, sedikit cahaya terang sudah terlihat dari dalam kamar ini. ternyata hari telah pagi, Mawar berusaha menarik tubuhnya dari Dave.
"Stop! kenapa kau ada disini?" tanya Mawar
"Tak usah kau tanyakan. ingatlah dirimu ada di teritorial siapa." jawabnya
Mawar menelan ludah dengan kasar. benar jika ini adalah kediaman Dave, pasti pria ini memiliki kunci serap sebagai akses masuk ke dalam kamar tersebut.
"Ayo kita bercinta! disaat aku menemukanmu, aku berusaha untuk menahan hasratku. sekarang aku ingin gantinya!" Dave menarik kaki Mawar dengan kasar hingga wanita itu mengaduh
***
Janji Dave pada hari ini akhirnya ditepati. usai sarapan pagi yang Mawar siapkan, keduanya segera berangkat ke Kota Bandung, tepatnya di Desa Ciwidey, kampung halaman Mawar. Mawar begitu gembira, sebentar lagi ia akan berjumpa dengan ibu dan adik-adiknya. tak lupa juga untuk singgah ke makam sang ayah.
Koper telah dimasukkan ke dalam bagasi. begitu bahagianya Mawar terlebih dulu mendudukkan tubuhnya ke dalam mobil tepat disamping kemudi. Dave menyusul setelah semuanya selesai. tanpa memakai jasa sopir, Dave lebih memilih untuk menyetir seorang diri.
"Lets go!" sorak Mawar bersemangat
Dave menoleh, sembari menyalakan mesin mobil.
"Senang sekali, ya, keinginannya dipenuhi." ledek pria itu
__ADS_1
...~Bersambung~...