Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Lingerie


__ADS_3

Mawar terjaga setelah beberapa menit terlelap di ruang Assisten Presdir. Ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, rasa pusing dan lemas sudah cukup berkurang, membuat tubuhnya sedikit lebih baik dari sebelumnya. Mawar bangkit mendudukkan tubuhnya, dirinya pun menjadi pusat perhatian dua pria yang setia menemaninya.


Dave yang sibuk berkutat dengan beberapa berkas dan laptopnya, lantas menoleh menatap Mawar.


"Sudah bangun?" Dave, memperhatikan wanita disisinya ini


Mawar mengangguk sebagai jawaban. "Sudah. sepertinya aku harus kembali bekerja," ucapnya.


"Apa badanmu sudah mendingan?" tanya Dave, menyodorkan segelas air putih kepadanya, yang langsung disambut oleh sang istri


Mawar mengulur waktu untuk menjawab, ia lebih memilih menenggak air putih hingga tandas kala merasakan tenggorokannya teramat kering.


"Sedikit lebih baik. ohya, apa sudah selesai meetingnya?" tanya Mawar yang baru teringat akan jadwal sang presdir


"Lima belas menit lagi. ini sedang bersiap-siap,"


Mawar mengangguk paham, ia pun bangkit berdiri berniat ingin keluar dari ruangan ini. dari pada berada di sini lebih lama lagi, perasaannya akan mulai merasa tidak nyaman. apa kata orang-orang yang melihat ia baru saja keluar dari ruangan assisten setelah sekian lama, pasti akan menimbulkan tanda tanya dan praduga aneh yang mengitari pikiran mereka.


Apalagi menyangkut statusnya dengan sang pewaris, tidak bisa dibayangkan akan sebesar apa gosip beredar ke penjuru gedung ini.

__ADS_1


"Jangan terlalu dipaksakan, lebih baik beristirahat lagi sampai makan siang tiba." seru Dave, yang berhasil menghentikan langkah kaki Mawar


Mawar berbalik menghadapnya. "Sebentar lagi anda akan menghadiri meeting, dan saya harus stay di meja kerja. lagi pula saya tidak mau kehadiran saya di sini akan menimbulkan gosip yang tidak enak, Tuan." jelasnya


"Benar juga." gumam Dave sembari mengelus bulu jenggotnya yang tipis


Mawar mengulum senyum, ia kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan tersebut.


☆☆☆


"Aku dengar kamu pingsan di ruang Assisten Refal, ya?" tiba-tiba Chilla kembali menghampirinya ketika melihat Mawar baru saja keluar dari ruangan tersebut


"Sama aja toh, hampir pingsan." Chilla membantu Mawar mendudukkan tubuhnya diatas kursi kerjanya


"Terima kasih, Chil. sekarang sudah lumayan membaik. kamu balik gih, sebentar lagi presdir mau meeting.."


Chilla mengangguk, ia melangkah mundur meninggalkan Mawar sembari melambaikan tangan kepada wanita itu. Ia kembali ke meja kerjanya, begitu pula Mawar yang harus berkutat dengan tugasnya.


Meeting pun tiba bersama beberapa klien dari perusahaan lain tentunya. dipimpin oleh Dave yang akan memberi sambutan kepada para hadirin. Setelah itu, satu persatu dari mereka akan mempresentasikan laporan yang telah disusun apik untuk perencanaan kerja sama kedepannya.

__ADS_1


Dave memperhatikan dengan serius sosok kliennya di depan layar tancap, tengah mempresentasikan hasil miliknya. sedangkan para assisten tengah mencatat hal yang penting dalam penyampaian.


Selang dua jam berlalu, akhirnya meeting kali ini berjalan dengan lancar dan juga memuaskan dari hasil kerja keras mereka. Dave menutup pertemuan pada hari ini, seluruh yang hadir beranjak bangkit dan saling bersalaman antar satu sama lain.


***


Tanpa terasa waktu berlalu dengan begitu cepat. denting jam telah menunjukkan pukul empat sore, mengharuskan seluruh penghuni gedung meninggalkan pekerjaan masing-masing. Tumben sekali Dave dan sang assisten keluar ruangan lebih awal dari biasanya. Dave tidak menoleh ke arahnya sama sekali dan malah memainkan ponselnya. Mawar mengendikkan bahunya, wajar saja dia bersikap seperti itu tatkala masih merahasiakan hubungan mereka.


Tiba-tiba ponsel Mawar bergetar, terdapat sebuah notifikasi masuk dari seseorang. Ia segera mengambil benda pipih tersebut untuk melihat siapa yang menghubunginya.


[Aku tunggu di parkiran, kemarilah saat nggak ada lagi siapapun.]


Mawar membulatkan mulutnya sambil mengangguk paham. sembari menunggu situasi lengang, lebih baik Mawar memainkan ponselnya. entah kenapa sejak waktu luang, Mawar lebih suka membuka media online shop, jiwa shoppingnya meronta-ronta dan ingin membeli bermacam dress. anehnya lagi, gaun kurang bahan menjadi incarannya.


"Hei! lihat apaan tuh, sampai nggak nyadar ada orang?"


"What! lingerie??"


Seketika Chilla yang datang tanpa diundang, mengagetkan Mawar sekaligus merebut ponsel miliknya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2