Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Kecewa


__ADS_3

Bagai disambar petir, Mawar terduduk lemas di kursi kerjanya setelah mendengar kalimat barusan. yang menyatakan perempuan tersebut adalah tunangan sang suami. bahkan dia mengaku sebagai calon istrinya. Mawar kaget dan hati ini terasa ngilu mendengarnya. apakah benar jika perempuan itu tunangan Dave? sedangkan ia pernah melihatnya bersama lelaki lain.


Sepintas memori lalu pun kembali menyerang, kala Mawar melihat sebuah potret yang dijadikan wallpaper pada ponsel Dave. sosok perempuan yang merangkul suaminya dari belakang sangatlah mirip dengan wanita tadi, dan Dave mengaku sebagai adiknya.


Kini Mawar benar-benar bingung, jika benar mereka pasangan yang telah bertunangan, berarti Dave berbohong besar padanya. seketika Mawar mengepal tangan menahan rasa sakitnya, ia kecewa telah dibohongi lelaki itu.


"Dia tunangan tuan Dave, seharusnya kamu jangan mencegatnya." suara seseorang mengalihkan perhatian Mawar. ia mendongak, Chilla datang menghampirinya


"Be-benarkah? a-aku nggak tahu." sekali lagi, serangan benda tajam bahkan batu besar sekaligus menghantam tubuh Mawar yang rapuh. rasanya begitu sakit, bukan hati dan jantungnya saja melainkan tubuhnya pun tak berdaya lagi.


"Kamu nggak tahu? apa aku nggak pernah nyeritain, ya?" Chilla pun bingung


Mawar menggelengkan kepalanya.


Disisi lain, melihat sosok yang membuka pintu ruangannya dengan kasar, sontak Dave bangkit berdiri dengan perasaan teramat kaget. kedua matanya membulat, sosok Wilona tiba-tiba berada didepan matanya.


Apa? di-dia datang? bukannya---


Astaga! bagaimana ini? pasti mereka sudah bertemu!


Batin Dave bermonolog hingga tidak sadar Wilona telah memeluknya dari depan lalu mengecup pipi sang tunangan.


"Im back, Hunny." bisik Wilona tepat ditelinga Dave

__ADS_1


Dave mengerjapkan mata beberapa kali, berharap ini adalah sebuah mimpi.


"Kenapa kamu diam saja?" Wilona menatap heran padanya. Dave hanya diam termanggu, tak merespon sedikit pun. hingga pandangan mereka bertemu, Wilona mmeberikan senyum manis padanya


"Apa ini nyata? bukankah seharusnya jam segini kamu masih di pesawat?" tanya Dave


Pasalnya keberangkatan dari Kota Paris ke Ibukota Indonesia ini hanyalah sekitar enam belas jam lebih beberapa menit. perkiraan Dave, Wilona akan tiba pada menjelang sore nanti. namun pada kenyataannya bukanlah begitu, pagi-pagi begini sang tunangan yang teramat ia cinta telah berada di sisinya.


"Surprise, dong!" Wilona merentangkan kedua tangannya dengan memasang raut bahagia karena telah membohongi lelaki ini


"Sebenarnya sudah dari semalam, aku di Indo. cuma pengen kasih kamu surprise." ungkapnya. lalu memeluk Dave begitu eratnya


Mati aku! batin Dave


"Jangan marah dong ... pasti kamu kangen ini," Wilona menggodanya, menggoyangkan dadanya hingga bukit itu bergetar


Wilona menuntun kedua tangan Dave untuk menyentuh bokongnya yang berisi, Dave yang telah terbawa suasana, sontak meremat bokong itu dengan kerasnya. Wilona mengulum senyum dibalik ciuman bergelora yang tengah mereka mainkan, begitu rindunya ia dengan hasrat Dave yang tidak ketulungan.


Dave mengangkat tubuh Wilona, hingga kedua kaki itu melingkar di pinggang sang calon suami. napas keduanya terdengar menggebu-gebu akibat kegiatan memanas yang semakin gila.


Tanpa mereka sadari, sosok Mawar telah berdiri diambang pintu membawa beberapa berkas. berkas itu adalah senjatanya untuk masuk, agar orang-orang tidak tahu akan keinginannya untuk bertemu dengan Dave, diluar pekerjaan.


Ter-ternyata benar. batinnya

__ADS_1


Mawar meremat kertas yang ia genggam kuat, giginya bergemeletuk, hingga air mata menetes deras membasahi pipinya. pemandangan didepan mata sungguh menyayat hati. menyaksikan dua sejoli itu tengah bercumbu dengan mesra, mampu mencabik-cabik hatinya.


Bukan satu atau dua, melainkan tiga kebohongan yang Mawar terima. pertama, Dave mengaku singgle, tidak memiliki hubungan dengan siapapun. kedua, sosok foto di wallpaper itu adalah adiknya yang ternyata adalah sang tunangan. dan yang ketiga, ternyata Dave memiliki tunangan bahkan calon istri.


Mawar bergegas pergi meninggalkan mereka yang semakin menggila diatas meja kerja. sambil mengusap air mata, Mawar melangkah lebar melewati koridor. membawa rasa ngilu didadanya, ia berusaha bersikap tenang didepan para pegawai. hingga di dalam lift, rasa yang ia tahan tidak bisa lagi dibendung. segalanya tumpah didalam lift, Mawar berteriak keras sambil menangis sesegukkan tanpa seorang pun yang mendengarnya.


"Mengapa seperti ini, Ya Allah?? apa salah Mawar sampai pria itu berdusta kepadaku."


"Hiks hiks hiks! walau begitu, semua ini atas kebodohanku yang tidak mengetahui latar belakangnya! semua orang tahu dia punya tunangan, dan aku tak pernah mau tahu tentangnya!"


"Sampai aku terjebak dengan ikatan pria itu, yang menikahiku dengan paksa!"


"Pernikahan kontrak aku terima, tapi tidak dengan kebohongannya yang terlalu banyak berdusta! aku kecewa ..."


"Hiks hiks hiks!"


...~Bersambung~...


β˜†


β˜†


β˜†

__ADS_1


...Sabar, ya, Mawar ... emang iya sih, kamu bodoh. tapi ke depannya, jangan bodoh lagi, ya?? πŸ˜₯πŸ˜₯...


Pokoknya hari senin langsung kasih aku vote dan hadiah, ya, karna udah nuruti kemauan kalian😁


__ADS_2