Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Izin


__ADS_3

Usai menikmati makan ice cream pada sore hari tadi, yang sungguh membuat perutnya kenyang dan puas berkali lipat. Pada malam ini pun Dave kembali mengajaknya jalan-jalan menikmati suasana malam kota di rooftop sebuah restoran yang berdiri di puncak gedung, dengan dihiasi kerlap-kerlip lampu hingga music dj yang dimainkan oleh ahlinya.


Awalnya Mawar sedikit risih melihat tempat tersebut yang seperti diskotik, namun pada kenyataannya pun tidak sama sekali. hanya saja kesannya seperti itu, tapi diperuntukkan untuk tamu yang ingin menikmati makan malam di rooftop sembari menyajikan pemandangan dari atas sana.


"Kamu suka?" tanya Dave


Mawar mengangguk sambil mengulum senyum, melahap steak daging yang menggoda di piringnya. "Suka sekali," jawabnya


"Aku sering kemari sama Refal, kalau sudah jenuh sama pekerjaan. melihat pemandangan kota dari atas sini, ditambah lagi dengan tiupan angin yang berhembus, bawaannya tenang sekali,"


"Dan aku merasa nyaman."


"Ya, apa lagi ada musik dj-nya." seru Mawar


"Benar banget!"


"Hmm ... apa kalian suka minum alkohol?" tanya Mawar, melirik jejeran botol yang diketahui adalah alkohol disebuah meja milik bartender


Dave menganggukkan kepala. "Ya, kami suka. hanya alkohol rendah," ucap Dave


"Apa rasanya enak?" Mawar seolah ingin tahu


Dave menyipitkan mata mendengarnya. "Kenapa mempertanyakan itu? rasanya nggak enak,"


"Cuma pengen tau, lagi pula aku nggak niat minum minuman semacam itu." tukas Mawar


"Baguslah."


"Lagi pula minum kayak gitu juga nggak baik untuk ded--


Eh!


Sontak Mawar membungkam mulutnya ketika sadar apa yang tengah ia ucapkan. beruntung ia dapat menyadari lebih dulu sebelum mulut ceplosnya ini mengungkapkan apa yang ada didalam tubuhnya.

__ADS_1


"Ded apa?" tanya Dave, sial sekali pria itu menyimaknya


"Ded-detak jantung kita tentunya. kan nggak bagus buat jantung dan organ lainnya," pungkas Mawar. dalam hati ia bersyukur dapat menjawabnya dengan masuk akal


"Ooh ..." Dave mengangguk paham, kembali melanjutkan santapannya


"Aku sudah siap. mau makan es krim dong?"


"Es krim mulu, nggak eneg apa?" Dave menggeleng-gelengkan kepala melihat selera makan istrinya yang akhir-akhir ini melonjak


"Nggak dong. malah suka banget sama es krim, apalagi desert."


"Jangan keseringan makan yang manis-manis, juga nggak baik."


"Ya. semua makanan juga ada yang nggak bagusnya. contohnya sussi yang kamu makan, masa ikannya mentah," Mawar bergidik ngeri melihat santapan suaminya. daging ikan yang tidak diolah menurut Mawar


"Tapi enak. ayo cobain! aaaaak!" Dave mengulurkan sushi yang dicapit dengan sumpit ke hadapan Mawar


Mawar menggelengkan kepala, enggan untuk melahapnya. apa lagi harus mencobanya


Iya kali aku makan daging mentah, kasihan anakku. batinnya


☆☆☆


Sang mentari memancarkan sinarnya menembak ke arah kamar lalu menyelusup masuk mengenai Mawar yang seketika langsung terjaga dari lelapnya. Mawar menyipitkan mata, pagi ini teramat terik hingga menyilauka matanya. sontak saja Mawar menoleh ke arah jam yang berdenting, sudah pukul tujuh pagi dan ia baru saja terjaga.


Mawar mendelik, mulutnya terbuka lebar, gara-gara tadi malam pulang larut ditambah dengan percintaan panas yang mereka lakoni, membuatnya tidur pada dinihari.


"Dave! bangun!" sontak Mawar membangunkan sang suami


"Eeeemmh ..."


"Bangun, gih! mandi terus kerja!" tak henti-hentinya ia terus menggoyangkan tubuh Dave

__ADS_1


"Aaaah ... kamu menganggu saja." decak Dave, mulai membuka matanya dengan perlahan sembari merenggangkan otot-ototnya yang kaku


"Mandilah, aku buatkan sarapan,"


Dave mengangguk, ia membiarkan Mawar pergi meninggalkannya. sedangkan ia segera untuk bersiap-siap mengemaskan badan sendiri.


***


Aroma wangi dari lantai bawah begitu menusuk indra penciumannya. langkah kaki pun membawanya segera mengikuti arah aroma itu berasal. Dave terpaku melihat sang istri begitu telatennya menyiapkan makanan. tampak seperti chef jika mengenakan celemek, dan terlihat seksi kala rambut disanggul memperlihatkan leher jenjangnya yang kemerahan.


"Masak apa? wangi sekali," sapa Dave


"Sup ayam sama bubur ayam." jawab Mawar sambil tersenyum


"Wow!" Dave tampak takjub


"Yasudah, makan gih!" Mawar menarik kursi untuk suaminya, mempersilakannya duduk lalu melahap masakannya yang tak kalah lezat dengan chef dari restoran.


Dave mengangguk, terus mengendus aroma wangi dihadapannya.


"Kamu siap-siap sana, aku tunggu di depan sama Refal." titah Dave kala keduanya sudah selesai menikmati sarapan pagi. sedangkan Refal yang beberapa menit lalu sudah bertandang ke rumahnya, kini berada di taman depan sambil menelpon seseorang.


"Hmmm, Dave ..." panggil Mawar dengan wajah memelasnya


"Ya?"


"A-aku ijin nggak masuk, ya? kepalaku masih pusing banget soalnya. ini rada-rada mau demam, soalnya mulai hangat lagi nih badan." Mawar menyentuh dahinya, beralih mengusap lengannya


Mata itu tampak berharap, apalagi wajahnya memelas sungguh membuat Dave merasa iba.


"Kalau begitu aku juga nggak masuk."


...~Bersambung~...

__ADS_1


Yaaaaach ... bang! kok gitu sih?🙄


__ADS_2