Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila
Disekitarnya


__ADS_3

Dave mondar mandir kesana kemari mencari Mawar diantara ratusan orang yang berbondong-bondong masuk ke dalam kereta. saking bingungnya ia, tanpa sengaja Dave menyenggol sebagian tubuh wanita berhijab hingga terhuyung ke belakang. Dengan cepat Dave langsung menangkapnya, wanita itu telah jatuh didekapannya.


Entah mengapa relung hati ini berdegup amat cepat kala memandang wajah yang tertutup sebagian, mata terlihat bengkak seolah habis menangis. namun Dave hanya memandangnya sebentar kala wanita itu bergegas bangkit lalu menjauh menjaga jarak darinya.


Wanita sholehah itu hanya menunduk tak berani menatapnya. mungkin ia malu dengan kondisi matanya


"Maaf, saya menabrakmu." ucap Dave


Perempuan itu mengangguk tanpa kata, setelahnya ia bergegas pergi meninggalkan Dave dengan membawa kopernya.


Sepeninggal wanita asing itu, Dave kini benar-benar bingung di manakah Mawar? ruang tunggu sudah mulai sepi dan ia tak berhasil menemuinya. Haruskah ia masuk ke dalam kereta? tanpa banyak berpikir panjang, Dave menerobos masuk ke dalam sana untuk mencari Mawar.


☆☆☆


Mawar dibalik pakaian tertutupnya merasa bersyukur Dave tak dapat mengenalinya. napas yang sejak tadi ia tahan akhirnya bisa bernapas dengan normal sembari mengelus-elus dadanya yang tercekat. Mawar meraba kedua matanya, mata bengkak ini telah menyelamatkannya dari Dave yang justru tak dapat mengenalnya.


Baru saja bisa tenang, lagi-lagi Mawar dibuat kaget kala melihat sosok itu ada disekitar sini. Mawar berdecak kesal, untuk apa dia kemari sambil celingak-celinguk kesana kemari. Mawar dibuat bingung, ia ingin bersembunyi dari pria itu. andaikan saja tubuh ini memiliki kekuatan menghilang, pasti Mawar akan menghilang untuk sekejap.


"Bagaimana ini?" gerutu Mawar


Mawar hanya bisa menggigit bibir sembari membuang wajah ke arah luar jendela. selalu memanjatkan do'a, berharap Dave tidak menghampirinya.

__ADS_1


Dalam lamunannya, tiba-tiba Mawar dikejutkan oleh seseorang yang datang menghampirinya. sontak Mawar terlonjak kaget kala melihat sang petugas meminta bukti tiketnya.


"Permisi." sapa petugas


"Eh, i-iya?"


"Bisa tunjukkan tiket keberangkatan, Nona?"


Mawar mengangguk ditengah kegugupannya. Ia segera merogoh ponsel didalam saku gamis, lalu menunjukkan buktinya via aplikasi sembari mengedarkan pandangan berharap Dave tidak ada lagi disekitarnya.


"Ah, baik. terima kasih atas waktunya, maaf mengganggu." ucap petugas


"Tidak apa-apa." sahut Mawar.


"Hhh ... syukurlah." ucap Mawar


Hingga pintu kereta mulai ditutup, kendaraan ini juga akan mulai berjalan meninggalkan gerbong. Mawar akhirnya lega, Dave tidak lagi berada satu atap dengannya.


"Kita akan pergi ke Jogja, Nak. do'ain mama semoga dapat kerja yang baik di sana." ucap Mawar pada janinnya yang berusia lima minggu.


Disisi lain, Dave yang telah menyusuri area kereta, juga tak dapat menemukan Mawar. hingga petugas meminta bukti keberangkatan, Dave malah meninggalkannya lalu turun dari kereta tersebut.

__ADS_1


Ternyata perkiraannya salah, Mawar belum tiba di tempat ini untuk meninggalkan ibukota.


"Aku harus kerahkan anak buah untuk memantau Ciwidey, termasuk rumah keluarganya." gumam Dave, ia segera pergi meninggalkan tempat itu.


Entah harus bagaimana lagi mencarinya, entah berada di mana sosok itu. kehilangannya saja sudah membuatnya rindu dan begitu pusing. Kini perasaannya terasa hampa tanpa Mawar, hidupnya begitu kacau atas ulah yang telah ia perbuat.


Rasa penyesalan pun mulai menghantam dadanya. terlalu banyak ia menipu Mawar membuatnya merasa iba pada sosok wanita tersebut.


"Maafkan aku, Mawar. aku membohongimu," desis Dave, membenamkan wajahnya pada knob setir. Ia menyadari penyesalannya


"Aku berharap kamu belum tahu akan status asli kita. maafkan aku," sambungnya lagi. tanpa terasa, knob setir telah basah terkena deraian air mata yang lolos dari kelopak mata Dave.


Pria itu menangis bila mengingat rekaman video yang menggambarkan pernikahan palsu mereka. Dave menyesalinya, mengapa ia harus mengikat wanita itu dalam kedustaan. dan lebih memilih Wilona yang jarang ada untuknya. sebegitu besarkah cintanya pada Wilona hingga membuatnya menjadi pria tega atas diri orang lain?


Kini pun Dave mulai dibuat pusing akan urusan pernikahannya dengan Wilona yang tiba dalam hitungan beberapa hari lagi.


☆☆☆


Disisi lain, setelah dua jam perjalanan menuju Yogyakarta, Mawar mulai dibuat lapar oleh anak yang ia kandung beserta cacing dan para antek-anteknya. Mawar merogoh cemilan didalam tas yang berisi banyak makanan dan beberapa minuman untuk menemaninya disepanjang perjalanan yang berlangsung kurang lebih tujuh jam lamanya.


Sebelum ke Stasiun, Mawar menyempatkan diri ke minimarket untuk membeli semua kebutuhannya. beberapa cemilan, salad buah, roti, dan minuman segar juga mineral. Kini Mawar menikmatinya dengan penuh suka cita, berharap rasa sedihnya berangsur menghilang ditelan waktu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2