
Kerlap kerlip lampu mengarah ke sana kemari dengan sorot cahayanya yang menerangi tempat remang-remang ini. Musik dj yang dimainkan sang ahli berdentum kencang memekakkan telinga. ratusan orang bergoyang begitu euforianya, mengikuti iringan musik yang menyenangkan. Ada pula beberapa pria hanya menyaksikan kehebohan tempat ini dengan ditemani oleh para wanita seksi sebagai penghiburnya.
Termasuk Dave, ia dicekoki minuman alkohol atas perintahnya, oleh ketiga wanita yang bersamanya. mereka membelai, menggoda, bahkan tak sungkan mengecup leher pria itu. Dave yang sudah setengah sadar hanya tersenyum senang menyambut sentuhannya.
"Tuan, apa anda tidak mengajak kita bermain?" bisik salah satu dari ketiga wanita tersebut
"Hmm?" Dave berusaha membuka matanya yang mulai sayu. "Main? main apa, Sayang?" tanya Dave
"Main di kamar, Tuan. ber-em-pat,"
Dave tergelak mendengarnya. "berempat?" ia mengacungkan ke empat jarinya, lalu menggelengkan kepalanya seolah menolak. "Saya punya istri dan tunangan, cukup dengan mereka saja saya sudah puas." tuturnya
"Wow!" ketiga wanita itu kagum mendengarnya. "Bagaimana bisa punya istri dan tunangan? anda terlalu suhu menggelabui wanita, Tuan."
"Hahahaha ... itu sebuah bakat, bukan?" Dave menepuk dadanya dengan memasang gaya angkuh seolah bangga akan dirinya yang berhasil menaklukkan dua wanita dalam hidupnya
"Yeaaah! so, ayolah kita bersenang-senang di kamar, Tuan. sepertinya lima wanita akan menambah kehebatan anda." rayunya
Dave yang sudah oleng pun hanya mengangguk. ketiga wanita itu bersorak ria begitu gembiranya bisa mencicipi tubuh pria tampan ini. Dave tidak sadar apa yang ia lakukan, mengangguk mengiyakan dalam keadaan mabuk parah.
Ketiga wanita itu menggiring Dave ke lantai atas, ada beberapa kamar yang tersediakan untuk para tamu yang ingin bersenang-senang secara private.
Sekelebat bayangan wajah Mawar yang teramat manis nan cantik sontak memenuhi pikirannya. beragam memori indah bersamanya ditayangi dalam kepala. seketika saja Dave menghentikan langkahnya di anak tangga pertama, menggenggam kuat pembatas tangga sembari berusaha menyadarkan dirinya.
__ADS_1
"Ada apa, Sayang?" tanya wanita yang membawanya
"Hmm, Mawar, aku merindukan Mawar." ucapnya
"Mawar?" ketiga wanita itu mengerutkan keningnya
"Istriku. aku harus pulang dan kembali bersamanya," ucap Dave, meronta-ronta untuk dilepaskan dari genggaman para wanita ini
Dengan memasang wajah kecewa, mereka pun berdesah frustasi dan kesal. "Nggak jadi kita bermain?"
"Saya tidak mengatakan untuk bermain. saya ingin pulang," Dave melenggang pergi meninggalkan mereka yang terdiam termanggu memerhatika kepergian Dave.
Melangkah gontai karena mabuk telah menguasainya, pundak orang disekitarnya menjadi penuntun pria itu untuk berjalan menghampiri pintu keluar. Wajah Mawar selalu menghiasi pikirannya, bayangan Mawar tengah menantinya selalu terngiang-ngiang.
Dave menghentakkan kepalanya di knob stir berulang kali. berusaha ingin menghilangkan rasa pusing yang melanda. ditambah lagi matanya berkunang-kunang, membuatnya bingung harus berbuat apa. Dave meraba pintu tepat di samping dirinya, mencari sesuatu dibagian bawah, tempat biasanya ia menaruh sesuatu. air mineral, satu botol air mineral telah ia temukan. bergegas menenggak air tersebut hingga tandas. tak lupa menyisakannya sedikit untuk ia usap ke wajah.
Dave berusaha membawa mobil dengan benar, walau kenyataannya itu sulit mengingat keadaannya amburadul seperti ini. pria itu menggeleng cepat, berusaha untuk tetap sadar selama diperjalanan.
☆☆☆
"Dave, bangun!" suara Mawar tengah menyuruhnya untuk segera bangkit dari tidur nyenyaknya. wanita itu begitu barbar, menepuk pahanya dengan keras hingga membuat Dave sangat terkejut
"Hoaam! bisakah kau membangunkanku dengan pelan, hah?" Dave berusaha bangkit, namun tubuh itu kembali jatuh seolah ranjang ini tak merelakannya untuk beranjak
__ADS_1
Dave mengernyitkan dahinya, jemari itu memijat kening tatkala rasa pusing kembali menyerang.
"Sejak tadi aku membangunkanmu tapi masih enak saja molor!"
"Ada apa dengan kepalamu?" sambung Mawar
"Kepalaku pusing sekali efek alkohol itu," jawab Dave
Bola mata Mawar membulat, jelas saja ia kaget mendengarnya. "Alkohol? kau minum alkohol?"
Dave mengangguk mengiyakan.
"Lain kali jangan tidur duluan! suami pulang, kamu nggak tahu." gerutu Dave
Ia kembali menyibak selimut menutupi tubuhnya, ingin kembali melanjutkan tidur yang sempat terganggu. untuk sementara waktu, Dave ingin beristirahat sambil memulihkan tubuhnya yang lemas akibat kesenangan tadi malam. apa lagi kepalanya begitu pusing, terus berdenyut tak kunjung henti.
"Apa ini?" gumam Dave memegang pelipisnya yang ditempelkan oleh sesuatu
"Itu koyo, supaya pusingmu hilang." ucap Mawar
"Astaga!" Dave menepuk jidatnya, masih saja percaya dengan benda itu
"Jangan sepele! ini ampuh walau bukan dari rumah sakit! tidurlah kau!" geram Mawar. Dave tidak lagi mendengar ocehan wanita itu
__ADS_1
Bisa-bisanya minum alkohol! nggak ingat kalau besoknya kerja. batin Mawar
...~Bersambung~...