
Wilona benar-benar sakit hati mendengar penjelasan tidak masuk akal yang masuk ke telinganya. tunangannya yang selama ini setia, kini berkhianat hanya karna sekretaris baru itu.
Terdengar helaan napas panjang yang keluar dari mulut Dave, entah harus bagaimana lagi menjelaskan hal ini padanya.
"Aku tidak menikah dengannya, Wilona. tempo lalu dia mengadu padaku kalau seluruh gajinya harus dia bayar ke rentenir di kampungnya. lalu dia bilang ia meminjam uang untuk bayar kost, dari pada seperti itu mending tinggal bersamaku saja."
"Dia mau, aku berikan kamar itu." Dave menunjuk kamar yang tak jauh darinya. "Tapi, perempuan itu menggodaku. ternyata dia tidak sepolos wajahnya," sambung Dave, yang jelas terdengar oleh Mawar di lantai atas sana, tepatnya di tempat persembunyian. Mawar mengeram, kedua tangannya terkepal dan lagi-lagi air mata kembali berurai membasahi pipi. sehina itukah dia? mengapa Dave memfitnahnya? padahal nyatanya tidak seperti itu. Ingin sekali badan ini bangkit, kaki ini melangkah, dan tangan itu menghajarnya habis-habisan, namun apalah daya, Mawar enggan bertemu dengannya. lebih baik ia segera pergi meninggalkan kota ini setelah puas mendengar fitnahan itu.
Dave berpura-pura memasang wajah miris, agar alasaannya dapat diterima akal sehat.
"Kamu tau, kalau aku suka bo*ep? dan nafsuku begitu gila kalau sudah digoda oleh lawan jenis. sejak itu, Mawar tinggal di kamar ki---
PLAAK!!
Lagi-lagi tamparan kembali mengenai pipinya. Dave meringis ngilu, kali ini tamparannya cukup keras ia rasakan. terserahlah jika Wilona sangat marah, karna dia berhak untuk itu. Ini memang kesalahannya yang tidak bisa menahan godaan dari tubuh dan kecantikan Mawar.
"Kamu berhak marah, tapi aku bersumpah, aku tidak pernah menikah dengannya." ucap Dave dengan penuh keyakinan
Wilona menatap lekat wajah lelaki itu. walaupun perasaannya teramat sakit medengar hubungan gelap mereka, karena cinta yang tertanam di hati, Wilona berusaha untuk tetap tabah menghadapi kenyataan.
__ADS_1
"Ohya?? lalu mengapa dia bilang jika kalian telah menikah!" perempuan itu mengangkat sebelah alisnya
"Dia yang bilang? kapan?" tanya Dave
"Tidak perlu kau tahu! yang jelas kalian sudah menikah!" geram Wilona
Dave lagi-lagi menghela napas panjang. "Benar, dia berpikir seperti itu. sebab Mawar memintaku harus menikahinya karena kami telah melakukan. otaknya memang picik, dia mengancam untuk memberitahu orang tua kita jika aku tidak menikahinya."
"Tapi itu pernikahan palsu supaya dia puas."
"Kalau masih tidak percaya, ayo ikut aku ke ruang kerja, akan ku buktikan jika kami tidak menikah." Dave segera menarik tangan Wilona, melangkahkan kaki dengan cepat untuk membuktikan omongannya.
Termasuk Mawar yang bersembunyi dibalik kain gorden, tepat disamping lemari buku, belakang meja kerja pria itu. Mawar cukup bisa melihat apa yang tergambar di layar laptop, walau tidak sejelas dipandangan mereka. Mawar menatap lekat wajah Dave, tatapan benci menghunus tajam padanya. untuk kesekian kali tangan itu terkepal, Mawar hanya bisa memendam apa yang tengah ia rasakan .
Kau pria tega, Dave. kau yang menginginkanku tapi kau memfitnahku seolah aku yang menggodamu! batin Mawar bermonolog, menatapnya yang kian lama makin buram akibat air mata ia biarkan menetes.
Hingga sorot mata Mawar beralih menatap laptop, buru-buru ia hapus deraian air mata dengan hati-hati, jangan sampai kain gorden ini bergerak hingga menimbulkan perhatian mereka.
Dave membuka situs yang berisi beberapa video koleksinya. mengarahkan panah ke sebuah video penting yang akan ia tunjukkan pada sang kekasih.
__ADS_1
Ketiganya menonton dengan seksama. hasil rekaman photografer yang ia bayar tempo lalu saat pernikahan rahasianya dengan Mawar. rekaman menunjukkan sosok Mawar tengah dirias dengan mata yang terpejam, jelas saja ketika itu Mawar masih belum siuman akibat pengaruh obat tidur. penata riasnya pun pintar sekali, bisa menggambar mata di kelopak mata Mawar yang terlelap.
Wilona mengernyit heran, ia mendongak menatap Dave yang membalasnya dengan anggukkan. seolah ia heran
"Mengapa dia tertidur?" tanyanya bingung
"Aku membiusnya. jika tidak, pernikahan itu bukan palsu."
Wilona menganggukkan kepalanya, mulai mengerti.
"Dasar wanita penggoda! murahan!" gumam Wilona, yang dapat terdengar oleh keduanya
Hingga layar menunjukkan rekaman saat sepasang calon pengantin itu akan segera memulai acara. jelas terlihat jika Dave tidak mengucap ijab qobul, ia langsung mendapatkan buku nikah palsu.
Mawar yang bersembunyi, seketika sangat shock. ia menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tak percaya, ternyata benar jika mereka tidak menikah. Ia ditipu, Dave memanipulasinya. pernikahan palsu yang dijalani hanya sekedar ingin memanfaatkan tubuh Mawar.
Oh, tidaaaak!
Tubuh lemah Mawar pun tak kuasa untuk bertahan, kepalanya pun mulai pusing. Mawar berusaha untuk tetap berdiri hingga kedua manusia bejat itu pergi.
__ADS_1
...~Bersambung~...